Harga XRP bergerak volatil setelah Ripple mengumumkan perubahan besar pada skema pendanaan XRP Ledger (XRPL).
Token ini sempat melonjak lebih dari 10% dan diperdagangkan di atas US$1,45, sebelum gagal menembus resistance US$1,50 dan terkoreksi ke sekitar US$1,39 saat artikel ini ditulis.
Di tengah fluktuasi tersebut, Ripple menegaskan bahwa lebih dari US$550 juta telah dikucurkan ke ekosistem XRPL sejak 2017.
“Ekosistem builder XRP Ledger memasuki fase baru. Sejak 2017, lebih dari US$550 juta telah dikucurkan untuk mendukung proyek di berbagai wilayah. Memasuki 2026, fokus diperluas ke model yang lebih terdistribusi dengan jalur baru bagi founder untuk mengakses pendanaan, dukungan teknis, serta jaringan modal ventura,” tulis Ripple.
Dana itu dialokasikan untuk hibah, hackathon, program akselerator, hingga kemitraan strategis yang mendukung hampir 200 proyek di sektor pembayaran, DeFi, tokenisasi, gaming, AI, dan keuangan korporasi.
XRPL Beralih ke Model Pendanaan Terdistribusi
Perubahan paling signifikan terletak pada struktur pendanaan yang akan mulai diterapkan pada 2026. Ripple mengarahkan ekosistem XRPL menuju model yang lebih terdistribusi, di mana keputusan pendanaan tidak lagi terpusat.
Entitas independen seperti XRPL Commons, XAO DAO, serta berbagai regional hub akan memiliki peran lebih besar dalam menentukan alokasi dana.
Dalam skema ini, komunitas dapat berpartisipasi melalui mekanisme voting, terutama untuk hibah skala kecil dan proposal ekosistem.
Langkah ini memperkuat narasi desentralisasi XRPL dan mengurangi ketergantungan langsung pada Ripple sebagai pengambil keputusan utama. Secara fundamental, pendekatan tersebut dinilai meningkatkan keberlanjutan dan kredibilitas jaringan dalam jangka panjang.
Baca berikutnya: Harga XRP Siap Meledak? Analis Sebut Target Bisa Tembus US$4
Fokus ke Aplikasi Institusional dan Ekspansi Global
Selain restrukturisasi pendanaan, Ripple juga meluncurkan FinTech Builder Program. Program ini dirancang untuk mendukung startup yang mengembangkan aplikasi berstandar institusi, termasuk pembayaran berbasis stablecoin dan layanan keuangan yang teregulasi.
Pendampingan akan diberikan sejak tahap desain produk hingga peluncuran. Ripple juga memperluas program akselerator serta kompetisi startup di berbagai wilayah.
Di sisi regional, XRP Asia dikembangkan sebagai hub pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, University Digital Asset Xcelerator memperluas jangkauannya ke Brasil, Inggris, dan Amerika Serikat untuk mendorong inovasi berbasis kampus.
Beberapa firma modal ventura seperti Pantera, Dragonfly, dan Franklin Templeton turut mendukung pendiri proyek yang membangun di atas XRPL. Dukungan ini membuka akses pendanaan lanjutan dan mentoring bagi proyek tahap awal.
Data On-Chain: Tekanan Jual vs Penurunan Aksi Whale
Meski sentimen fundamental terlihat positif, data on-chain menunjukkan dinamika yang beragam.
Menurut CryptoQuant, cadangan XRP di exchange meningkat sekitar 10,58% dalam 24 jam. Total saldo di bursa mencapai 2,77 miliar XRP atau sekitar US$3,98 miliar.
Kenaikan cadangan di exchange umumnya diartikan sebagai potensi tekanan jual karena token dipindahkan ke platform perdagangan.
Namun, data lain menunjukkan tekanan dari investor besar mulai mereda.
Analis StephIsCrypto mencatat bahwa arus keluar whale turun drastis, dari sekitar 33,5 juta XRP pada Desember menjadi minus 3,29 juta XRP dalam periode terbaru. Artinya, pemegang besar tidak lagi mencatatkan penjualan bersih seperti sebelumnya.
Baca selanjutnya: Pantau! 3 Sinyal Reli XRP 2024 Kembali Muncul Belakangan Ini
Target US$3 Muncul, Tapi Bergantung Struktur Pasar

Sumber Gambar: X.com/CW8900
Sejumlah analis menilai XRP saat ini berada dalam fase lanjutan siklus pasar jangka panjang. Trader CW menyebut potensi target di US$3,6 hingga US$21,5 jika pola historis kembali terulang. Proyeksi tersebut juga sejalan dengan model siklus yang dirujuk oleh CoinCodex.
“Sinyal pembalikan tren untuk $XRP sudah dekat. Candlestick diperkirakan segera berubah hijau, dan golden cross pada indikator suib akan segera terbentuk. Reli utama pada Fase 4 disebut-sebut akan segera dimulai,” tulis Trader CW
Meski demikian, target harga tersebut bersifat kondisional. Pergerakan XRP tetap dipengaruhi struktur pasar kripto secara keseluruhan, termasuk sentimen makro, likuiditas global, dan pergerakan Bitcoin.
Untuk saat ini, level US$1,50 masih menjadi resistance terdekat yang harus ditembus agar momentum bullish dapat berlanjut.
Kesimpulan
Perombakan skema dana XRPL menjadi model terdistribusi menandai langkah strategis Ripple dalam memperkuat fondasi ekosistemnya.
Dengan total pendanaan lebih dari US$550 juta dan ekspansi global yang agresif, arah pengembangan XRPL semakin condong ke adopsi institusional.
Di sisi harga, XRP menunjukkan volatilitas tinggi setelah gagal menembus US$1,50. Kenaikan cadangan di exchange menandakan potensi tekanan jual, tetapi penurunan aksi jual whale memberi ruang bagi skenario penguatan.
Apakah XRP benar-benar memasuki fase bullish akan sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level support kunci dan menembus resistance terdekat dalam waktu dekat.
FAQ
- Apa itu XRPL dan bagaimana hubungannya dengan XRP?
XRPL atau XRP Ledger adalah blockchain yang mendukung transaksi XRP dan berbagai aplikasi seperti pembayaran lintas negara, tokenisasi aset, dan DeFi. XRP berfungsi sebagai aset native yang digunakan untuk biaya transaksi dan likuiditas jaringan. - Mengapa kenaikan cadangan XRP di exchange sering dianggap negatif?
Ketika saldo XRP di exchange meningkat, artinya lebih banyak token siap diperdagangkan. Hal ini sering diartikan sebagai potensi tekanan jual karena investor bisa melepas asetnya dengan lebih mudah di pasar spot. - Apa dampak model pendanaan terdistribusi terhadap harga XRP?
Model pendanaan terdistribusi memperkuat desentralisasi dan keberlanjutan ekosistem XRPL. Dalam jangka panjang, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor, meski dampaknya ke harga tetap dipengaruhi kondisi pasar. - Apakah target harga XRP US$3 realistis?
Target US$3 bergantung pada faktor teknikal dan sentimen pasar. Jika XRP mampu menembus resistance utama dan pasar kripto bergerak positif, target tersebut bisa terbuka. Namun, tidak ada jaminan harga akan mencapai level tersebut. - Apa peran whale dalam pergerakan harga XRP?
Whale adalah pemegang XRP dalam jumlah besar. Ketika mereka menjual dalam jumlah signifikan, harga bisa tertekan. Sebaliknya, jika aksi jual whale menurun, tekanan suplai di pasar bisa berkurang dan mendukung stabilitas harga.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coinpaper – XRP Price Prediction as Ripple Unveils New XRPL Funding Model, diakses pada 27 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


