Ripple (XRP) mengungkap strategi baru untuk menghadapi gelombang serangan siber yang dikaitkan dengan aktor Korea Utara, Lazarus.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ancaman terhadap platform aset digital, di mana metode serangan kini tidak lagi mengandalkan celah teknis, tetapi memanfaatkan kepercayaan dan akses internal.
Ripple menegaskan bahwa pendekatan lama tidak lagi cukup. Serangan modern kini berlangsung lebih senyap, lebih lama, dan jauh lebih sulit dideteksi.
Fokus pada Intelijen Bersama, Bukan Pertahanan Sendiri

Sumber Gambar: X.com/Crypto_ISAC
Alih-alih mengandalkan sistem keamanan internal semata, Ripple mulai berkontribusi pada jaringan berbagi intelijen melalui Crypto ISAC (Information Sharing and Analysis Center).
“Ripple kini mulai membagikan data ancaman DPRK dengan tingkat kepercayaan tinggi melalui Crypto ISAC, membantu tim keamanan bergerak dari sekadar mengetahui menjadi langsung mengambil tindakan,” tulis Crypto ISAC.
Dalam skema ini, Ripple membagikan data ancaman dengan tingkat kepercayaan tinggi, termasuk:
- alamat wallet yang terindikasi digunakan hacker
- domain berbahaya
- indikator kompromi (indicators of compromise)
- pola aktivitas serangan
Data tersebut kemudian digunakan oleh berbagai perusahaan kripto untuk mempercepat deteksi dan respons terhadap potensi serangan.
Baca juga berita lainnya: FBI Tangkap Penipu Crypto Senilai Rp172 Miliar, Ternyata WNI
Serangan Beralih ke Infiltrasi Internal
Crypto ISAC mencatat bahwa serangan terbaru kini banyak dilakukan dari dalam sistem, bukan lagi dari luar.
“Faktanya, aktor ancaman dari Korea Utara tidak hanya menyerang industri kripto, tetapi juga mulai menyusup ke dalamnya,” ujar Crypto ISAC.
Pelaku kini tidak lagi mengandalkan serangan langsung ke sistem, melainkan menyusup sebagai pihak terpercaya, membangun relasi dalam jangka waktu panjang, lalu memanfaatkan akses internal untuk menjalankan aksinya.
Metode ini, yang dikenal sebagai infiltrasi berbasis kepercayaan, membuat serangan jauh lebih sulit dideteksi sejak awal. Dalam banyak kasus, aktivitas berbahaya baru terungkap setelah sistem sudah lebih dulu terkompromi.
Kasus Nyata Tunjukkan Dampak Serius
Sejumlah insiden besar memperlihatkan bagaimana taktik ini bekerja.
Salah satu contoh adalah kasus pada platform Drift, di mana pelaku dilaporkan membangun hubungan dengan kontributor sebelum akhirnya menyisipkan malware ke dalam sistem internal.
Selain itu, beberapa serangan besar yang dikaitkan dengan aktor Korea Utara menunjukkan skala kerugian yang signifikan:
- Kasus KelpDAO mengalami kerugian sekitar US$292 juta
- Bybit mengalami pelanggaran senilai US$1,5 miliar, menurut FBI
Baca selanjutnya: Scam Baru di Selat Hormuz, Kapal Diminta Bayar Bitcoin dan USDT untuk Lewat
Industri Mulai Tinggalkan Model Keamanan Lama
Kondisi ini mendorong perusahaan kripto untuk beradaptasi dengan pendekatan yang lebih dinamis, termasuk pemantauan perilaku dan analisis pola aktivitas. Seiring itu, respons industri mulai bergerak ke arah yang lebih terkoordinasi.
Langkah Ripple diikuti oleh sejumlah pemain besar seperti Coinbase, yang mulai mengintegrasikan data intelijen bersama ke dalam sistem keamanan mereka.
Dengan pertukaran data secara real-time, perusahaan dapat mengidentifikasi ancaman lebih cepat, memangkas waktu respons, serta mencegah serangan berkembang menjadi pelanggaran berskala besar.
Pendekatan ini menegaskan bahwa kolaborasi kini menjadi faktor utama dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Kesimpulan
Strategi yang diungkap Ripple mencerminkan perubahan besar dalam lanskap keamanan kripto.
Serangan kini lebih terorganisir dan berlangsung dalam jangka panjang, membuat deteksi dini menjadi semakin krusial.
Dengan meningkatnya aktivitas kelompok seperti Lazarus, kolaborasi antar perusahaan dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk membatasi dampak serangan di masa depan.
FAQ
- Kenapa hacker Korea Utara sering menargetkan platform kripto?
Karena aset kripto bisa dipindahkan dengan cepat dan sulit dilacak dibanding sistem keuangan tradisional, sehingga menjadi target utama untuk pendanaan ilegal. - Apa itu Lazarus Group dalam industri kripto?
Lazarus Group adalah kelompok peretas yang sering dikaitkan dengan Korea Utara dan diduga berada di balik berbagai serangan besar di sektor aset digital. - Apa perbedaan serangan lama dan serangan baru di kripto?
Serangan lama fokus pada eksploitasi teknis, sedangkan serangan baru lebih banyak menggunakan infiltrasi melalui akses internal dan relasi. - Bagaimana cara kerja sistem intelijen bersama seperti Crypto ISAC?
Perusahaan berbagi data ancaman seperti wallet mencurigakan dan pola serangan agar semua anggota bisa mendeteksi risiko lebih cepat. - Kenapa sistem keamanan lama dianggap tidak cukup?
Karena tidak dirancang untuk mendeteksi pelaku yang sudah memiliki akses sah ke dalam sistem, sehingga sering terlambat mengidentifikasi ancaman.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- 36Crypto – Ripple Reveals Powerful Strategy To Stop North Korean Crypto Hackers Now, diakses pada 5 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, Berita Scam Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


