Modus penipuan baru muncul di tengah konflik Iran. Dikabarkan oleh Decrypt, kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diminta membayar menggunakan Bitcoin (BTC) dan USDT untuk mendapatkan izin lewat.
Laporan menyebut, pelaku menyamar sebagai otoritas Iran dan mengirim permintaan pembayaran kripto kepada perusahaan pelayaran
.
Modus Penipuan Berkedok Otoritas Iran
Pelaku mengirim pesan seolah berasal dari pihak keamanan Iran. Mereka menjanjikan kapal bisa melintas tanpa gangguan jika membayar sejumlah biaya dalam kripto.
Isi pesan tersebut menyebut bahwa setelah dokumen diverifikasi, kapal harus membayar biaya dalam Bitcoin atau USDT agar dapat melewati jalur tersebut sesuai jadwal.
Firma risiko maritim MARISKS memperingatkan bahwa modus ini sudah menargetkan kapal yang terjebak di wilayah tersebut.
Bahkan, disebutkan bahwa setidaknya satu kapal yang diserang sebelumnya diduga telah membayar biaya palsu tersebut.
Baca juga: Bitcoin Semakin Melonjak! Efek Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran
Risiko Besar: Dari Penipuan hingga Sanksi
Masalahnya tidak hanya soal penipuan. Pembayaran kripto dalam konteks ini juga membawa risiko hukum yang serius.
Ahli dari TRM Labs menegaskan bahwa tidak ada bukti on-chain yang menunjukkan adanya sistem resmi pembayaran kripto untuk transit di Hormuz. Artinya, sebagian besar permintaan tersebut kemungkinan besar adalah penipuan.
Namun, risiko tetap ada. Setiap transaksi yang dianggap berkaitan dengan pihak yang terkena sanksi tetap bisa menimbulkan konsekuensi hukum, meskipun pembayaran dilakukan tanpa sengaja.
Selain itu, risiko sanksi juga tidak bisa diabaikan. Xue Yin Peh dari Chainalysis menjelaskan:
“Meskipun pembayaran dilakukan ke pihak yang ternyata penipu, niat untuk bertransaksi dengan entitas yang dianggap terkena sanksi tetap bisa menjadi perhatian regulator.”
Aktivitas Kapal Masih Rendah, Ketegangan Belum Mereda
Saat ini, lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih sangat terbatas. Volume kapal yang melintas berada di bawah 5% dari kondisi normal sebelum konflik.
Situasi ini membuat kapal-kapal lebih rentan terhadap tekanan, termasuk dari pihak yang mencoba memanfaatkan kondisi untuk melakukan penipuan.
Para ahli menyarankan agar setiap permintaan pembayaran diverifikasi melalui jalur resmi, serta menghindari keputusan cepat dalam kondisi darurat.
Kesimpulan
Modus scam kripto di Selat Hormuz menunjukkan bagaimana konflik geopolitik bisa dimanfaatkan untuk melakukan penipuan dengan skema baru.
Penggunaan Bitcoin dan USDT dalam kasus ini bukan sebagai inovasi, tetapi sebagai alat untuk mengecoh korban.
Di tengah situasi yang tidak pasti, kewaspadaan menjadi kunci. Verifikasi informasi dan kehati-hatian dalam transaksi kripto sangat penting untuk menghindari kerugian, baik secara finansial maupun hukum.
FAQ
1. Apa itu scam Bitcoin di Selat Hormuz?
Ini adalah modus penipuan di mana pelaku meminta pembayaran dalam Bitcoin atau USDT agar kapal bisa melintas dengan aman.
2. Apakah Iran benar-benar meminta pembayaran kripto?
Tidak ada bukti on-chain yang menunjukkan sistem resmi pembayaran kripto untuk transit di wilayah tersebut.
3. Kenapa penipu menggunakan Bitcoin dan USDT?
Karena transaksi kripto sulit dilacak dan cepat, sehingga sering dimanfaatkan untuk penipuan.
4. Apa risiko jika membayar permintaan tersebut?
Selain kehilangan dana, ada risiko terkena sanksi jika dana dianggap terkait dengan pihak yang dibatasi secara hukum.
5. Bagaimana cara menghindari scam seperti ini?
Selalu verifikasi permintaan melalui sumber resmi dan hindari melakukan pembayaran tanpa konfirmasi yang jelas.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Scam Crypto, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Bitcoin, #Berita USDT





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
