Rumus Bunga Tunggal: Cara Hitung dan Contohnya
icon search
icon search

Top Performers

Rumus Bunga Tunggal: Cara Hitung dan Contohnya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Rumus Bunga Tunggal: Cara Hitung dan Contohnya

Rumus Bunga Tunggal: Cara Hitung dan Contohnya

Daftar Isi

Banyak orang ingin mulai mengatur keuangan dengan lebih rapi, tetapi sering berhenti ketika bertemu istilah seperti bunga, suku bunga, modal awal, periode, atau total pengembalian. Padahal, semua istilah itu bisa dipahami dari satu konsep dasar yang cukup sederhana, yaitu bunga tunggal.

Bunga tunggal sering muncul dalam pembahasan tabungan, pinjaman, cicilan, deposito, hingga simulasi keuntungan investasi. Konsepnya tidak serumit yang terlihat, karena bunga hanya dihitung dari modal awal. Artinya, bunga yang sudah diperoleh tidak ikut dihitung lagi sebagai dasar bunga baru.

Meski terlihat sederhana, rumus bunga tunggal tetap berguna untuk memahami bagaimana uang bisa bertambah dari waktu ke waktu. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa membaca simulasi keuangan dengan lebih jernih, membedakan bunga tetap dan bunga berbunga, serta tidak mudah keliru saat membandingkan produk finansial.

 

Apa Itu Bunga Tunggal?

Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung berdasarkan modal awal dalam jangka waktu tertentu. Dalam sistem ini, jumlah bunga yang diterima atau dibayarkan akan tetap selama modal, suku bunga, dan periodenya tidak berubah.

Misalnya, kamu memiliki modal Rp1.000.000 dengan bunga 10 persen per tahun. Jika menggunakan bunga tunggal, maka bunga yang dihitung setiap tahun tetap berasal dari Rp1.000.000 tersebut. Bunga tahun pertama, kedua, dan seterusnya tidak digabungkan ke modal awal untuk menghasilkan bunga baru.

Konsep ini membuat bunga tunggal lebih mudah dipahami oleh pemula. Kamu tidak perlu menghitung akumulasi bunga yang terus bertambah seperti pada bunga majemuk. Cukup ketahui modal awal, suku bunga, dan lama waktu, maka nilai bunganya bisa dihitung secara langsung.

Dari pengertian ini, bunga tunggal bisa dipahami sebagai dasar penting sebelum kamu masuk ke pembahasan keuangan yang lebih kompleks. Setelah tahu apa artinya, langkah berikutnya adalah memahami cara kerjanya dalam perhitungan nyata.

 

Cara Kerja Bunga Tunggal

Cara kerja bunga tunggal cukup sederhana. Bunga dihitung dari modal awal, bukan dari total uang yang sudah bertambah karena bunga sebelumnya. Karena itu, nilai bunga pada setiap periode cenderung tetap.

Sebagai contoh, kamu menabung Rp2.000.000 dengan bunga 5 persen per tahun selama 3 tahun. Dalam sistem bunga tunggal, bunga tiap tahun tetap dihitung dari Rp2.000.000. Jadi, bunga tahun pertama adalah Rp100.000, bunga tahun kedua tetap Rp100.000, dan bunga tahun ketiga juga tetap Rp100.000.

Hal ini berbeda dengan bunga majemuk. Pada bunga majemuk, bunga yang sudah didapat akan masuk ke total modal, lalu ikut menghasilkan bunga baru pada periode berikutnya. Itulah kenapa bunga majemuk sering disebut sebagai bunga berbunga.

Bunga tunggal cocok digunakan untuk perhitungan yang ingin dibuat sederhana dan mudah diprediksi. Dalam pinjaman, sistem ini memudahkan peminjam memperkirakan total bunga. Dalam tabungan atau simulasi investasi sederhana, sistem ini membantu kamu melihat pertumbuhan dana secara linear.

Karena cara kerjanya sudah jelas, sekarang rumusnya akan jauh lebih mudah dipahami.

 

Rumus Bunga Tunggal

Rumus bunga tunggal digunakan untuk menghitung besar bunga yang diperoleh atau harus dibayar dalam periode tertentu. Rumus dasarnya adalah:

B = M x i x t

Keterangan:

B adalah besar bunga
M adalah modal awal atau pokok
i adalah suku bunga per periode
t adalah jangka waktu atau jumlah periode

Dalam rumus ini, suku bunga biasanya diubah lebih dulu ke bentuk desimal. Misalnya, bunga 10 persen ditulis menjadi 0,10. Jika bunga 5 persen, maka ditulis 0,05. Kesalahan mengubah persen ke desimal sering membuat hasil perhitungan menjadi keliru.

Contohnya, jika kamu memiliki modal Rp1.000.000, bunga 10 persen per tahun, dan waktu 2 tahun, maka perhitungannya adalah:

B = Rp1.000.000 x 10 persen x 2
B = Rp200.000

Artinya, bunga yang kamu dapatkan selama 2 tahun adalah Rp200.000. Karena ini bunga tunggal, nilai bunga tersebut hanya dihitung dari modal awal Rp1.000.000, bukan dari modal yang sudah bertambah.

Setelah mengetahui nilai bunganya, kamu juga bisa menghitung total uang akhir dengan menambahkan modal awal dan bunga.

 

Rumus Total Modal Akhir Bunga Tunggal

Selain menghitung nilai bunga, kamu juga perlu mengetahui total modal akhir. Total modal akhir adalah jumlah uang setelah modal awal ditambah bunga.

 

Rumusnya adalah:

A = M + B

 

Atau bisa juga ditulis:

A = M x (1 + i x t)

Keterangan:

A adalah total modal akhir
M adalah modal awal
i adalah suku bunga per periode
t adalah jangka waktu

 

Jika memakai contoh sebelumnya, modal awal Rp1.000.000 dengan bunga Rp200.000, maka total modal akhirnya adalah:

A = Rp1.000.000 + Rp200.000
A = Rp1.200.000

Dengan rumus ini, kamu tidak hanya tahu besar bunganya, tetapi juga memahami berapa jumlah akhir yang akan diterima atau dibayarkan. Ini berguna ketika kamu ingin menghitung tabungan, pinjaman, atau simulasi keuntungan investasi sederhana.

Setelah rumusnya jelas, bagian berikutnya akan membahas contoh perhitungan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Cara Menghitung Bunga Tunggal pada Tabungan

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan kamu menabung Rp5.000.000 dengan bunga tunggal 6 persen per tahun selama 3 tahun. Pertama, tentukan dulu data yang diketahui.

Modal awal sebesar Rp5.000.000. Suku bunga 6 persen per tahun, berarti 0,06 dalam bentuk desimal. Waktu menabung adalah 3 tahun.

 

Maka, perhitungannya:

B = M x i x t
B = Rp5.000.000 x 0,06 x 3
B = Rp900.000

 

Jadi, bunga yang kamu dapatkan selama 3 tahun adalah Rp900.000. Total uang akhirnya menjadi:

A = Rp5.000.000 + Rp900.000
A = Rp5.900.000

 

Dari contoh ini, kamu bisa melihat bahwa bunga tunggal membuat hasil perhitungan lebih mudah diprediksi. Setiap tahun, bunga yang diperoleh adalah Rp300.000 karena 6 persen dari Rp5.000.000 adalah Rp300.000.

Sistem seperti ini cocok untuk memahami dasar perhitungan tabungan. Namun, dalam praktik keuangan modern, tidak semua produk menggunakan bunga tunggal. Karena itu, kamu tetap perlu membaca ketentuan produk dengan teliti sebelum mengambil keputusan.

Setelah contoh tabungan, konsep yang sama juga bisa diterapkan pada pinjaman.

 

Cara Menghitung Bunga Tunggal pada Pinjaman

Bunga tunggal tidak hanya dipakai untuk menghitung keuntungan tabungan, tetapi juga bisa digunakan dalam simulasi pinjaman. Dalam konteks pinjaman, bunga adalah biaya yang harus dibayar peminjam kepada pemberi pinjaman.

Misalnya, kamu meminjam Rp10.000.000 dengan bunga tunggal 12 persen per tahun selama 1 tahun. Maka, bunga yang harus dibayar adalah:

B = Rp10.000.000 x 0,12 x 1
B = Rp1.200.000

 

Total uang yang harus dikembalikan adalah:

A = Rp10.000.000 + Rp1.200.000
A = Rp11.200.000

 

Jika pinjaman tersebut dibayar selama 12 bulan dengan pembagian sederhana, maka rata-rata pembayaran per bulan adalah sekitar Rp933.333. Angka ini berasal dari total pengembalian Rp11.200.000 dibagi 12 bulan.

Contoh ini menunjukkan bahwa bunga tunggal membantu peminjam memahami total beban bunga sejak awal. Perhitungannya tidak berubah-ubah karena bunga tidak dihitung dari sisa pinjaman yang sudah berjalan atau dari bunga sebelumnya.

Namun, dalam produk kredit nyata, metode perhitungan bisa berbeda. Ada bunga flat, bunga efektif, bunga anuitas, dan skema lain yang punya cara hitung masing-masing. Jadi, bunga tunggal sebaiknya dipahami sebagai fondasi awal sebelum membandingkan jenis bunga lainnya.

Dari dua contoh tadi, terlihat bahwa bunga tunggal mudah dihitung, tetapi tetap harus digunakan dengan konteks yang tepat.

 

Ciri-Ciri Bunga Tunggal

Bunga tunggal memiliki beberapa ciri utama yang membedakannya dari jenis bunga lain. Ciri pertama adalah bunga selalu dihitung dari modal awal. Selama modal awal tidak berubah, dasar perhitungan bunganya tetap sama.

Ciri kedua, nilai bunga setiap periode bersifat tetap. Jika modal awal Rp1.000.000 dan bunga 10 persen per tahun, maka bunga tahunannya tetap Rp100.000. Tidak ada tambahan bunga dari bunga yang sudah diperoleh sebelumnya.

Ciri ketiga, bunga tunggal lebih mudah digunakan untuk perhitungan jangka pendek. Karena rumusnya sederhana, konsep ini sering dipakai dalam pembelajaran matematika keuangan, simulasi tabungan, pinjaman sederhana, atau ilustrasi awal investasi.

Ciri keempat, pertumbuhan uang dalam bunga tunggal bersifat linear. Artinya, kenaikannya berjalan lurus sesuai jumlah periode. Semakin lama waktunya, semakin besar total bunga, tetapi kenaikannya tidak mengalami percepatan seperti bunga majemuk.

Ciri-ciri ini membuat bunga tunggal mudah dipahami oleh pemula. Akan tetapi, kesederhanaan tersebut juga punya batasan, terutama jika digunakan untuk melihat potensi pertumbuhan investasi jangka panjang.

 

Kelebihan Bunga Tunggal

Kelebihan utama bunga tunggal adalah mudah dihitung. Kamu hanya membutuhkan tiga data utama, yaitu modal awal, suku bunga, dan waktu. Dengan data itu, nilai bunga bisa langsung diketahui tanpa perhitungan bertingkat.

Kelebihan berikutnya adalah transparan. Karena bunga dihitung dari modal awal, kamu bisa memperkirakan sejak awal berapa total bunga yang akan diterima atau dibayar. Ini membuat bunga tunggal lebih mudah dipahami oleh orang yang baru belajar keuangan.

Bunga tunggal juga berguna untuk membandingkan simulasi sederhana. Misalnya, kamu ingin membandingkan dua skenario tabungan dengan suku bunga berbeda. Dengan rumus bunga tunggal, kamu bisa melihat selisih hasilnya secara cepat.

Dalam konteks pinjaman, bunga tunggal membantu peminjam memahami beban bunga secara lebih sederhana. Ketika nilai bunga mudah dihitung, risiko salah paham terhadap total pembayaran bisa berkurang.

Meski begitu, kelebihan ini tidak berarti bunga tunggal selalu paling menguntungkan. Ada kondisi tertentu yang membuat sistem ini kurang optimal, terutama saat tujuan utamanya adalah pertumbuhan dana jangka panjang.

 

Kekurangan Bunga Tunggal

Kekurangan bunga tunggal terletak pada pertumbuhan dananya yang lebih lambat dibanding bunga majemuk. Karena bunga tidak ikut menghasilkan bunga baru, total uang hanya bertambah berdasarkan modal awal.

Dalam investasi jangka panjang, perbedaan ini bisa terasa besar. Bunga majemuk memungkinkan hasil yang sudah diperoleh ikut bekerja lagi sebagai bagian dari modal. Sementara itu, bunga tunggal tidak memberikan efek compounding seperti itu.

Bunga tunggal juga kurang menggambarkan cara kerja banyak instrumen investasi modern. Beberapa produk keuangan menggunakan perhitungan yang lebih kompleks, termasuk bunga efektif, anuitas, yield APR dan APY, atau sistem imbal hasil yang berubah sesuai kondisi pasar.

Karena itu, bunga tunggal sebaiknya tidak dilihat sebagai satu-satunya cara memahami keuntungan. Ia lebih tepat dipakai sebagai dasar untuk memahami logika bunga sebelum kamu masuk ke konsep yang lebih luas.

Perbandingan dengan bunga majemuk akan membuat kelemahan dan keunggulan bunga tunggal terlihat lebih jelas.

 

Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Bunga tunggal dan bunga majemuk sama-sama digunakan untuk menghitung pertumbuhan uang, tetapi cara kerjanya berbeda. Pada bunga tunggal, bunga dihitung dari modal awal. Pada bunga majemuk, bunga dihitung dari modal awal ditambah bunga yang sudah terkumpul.

Misalnya, kamu memiliki Rp1.000.000 dengan bunga 10 persen per tahun. Dalam bunga tunggal, bunga setiap tahun tetap Rp100.000. Setelah 3 tahun, total bunga menjadi Rp300.000.

Pada bunga majemuk, bunga tahun pertama memang Rp100.000. Namun, pada tahun kedua, bunga dihitung dari Rp1.100.000. Pada tahun ketiga, bunga dihitung dari jumlah yang sudah bertambah lagi. Karena itu, hasil akhirnya biasanya lebih besar dibanding bunga tunggal.

Perbedaan ini membuat bunga majemuk lebih menarik untuk tujuan jangka panjang. Semakin lama waktunya, efek compound interest bisa semakin terasa. Inilah alasan banyak pembahasan investasi sering menekankan kekuatan compound interest.

Namun, bunga tunggal tetap punya tempat. Untuk perhitungan sederhana, simulasi awal, atau kebutuhan yang tidak memerlukan akumulasi bunga, sistem ini tetap relevan. Yang terpenting adalah memahami konteks penggunaannya.

Setelah mengetahui perbedaannya, kamu bisa melihat bahwa bunga tunggal bukan sekadar rumus matematika, tetapi juga bagian dari cara membaca produk keuangan dengan lebih cermat.

 

GooglXIDR - XStocks 2

 

Contoh Penggunaan Bunga Tunggal dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bunga tunggal sering digunakan dalam berbagai situasi keuangan sederhana. Salah satu contohnya adalah simulasi tabungan. Ketika seseorang ingin mengetahui estimasi bunga dari modal tertentu dalam periode tertentu, rumus bunga tunggal bisa membantu memberikan gambaran awal.

Contoh lainnya adalah pinjaman sederhana. Dalam beberapa skema pinjaman, bunga dihitung berdasarkan pokok awal sehingga peminjam bisa memperkirakan total pembayaran dengan lebih mudah. Meski produk kredit nyata bisa memakai metode berbeda, konsep bunga tunggal tetap membantu sebagai dasar pemahaman.

Bunga tunggal juga sering muncul dalam pembelajaran literasi keuangan. Sebelum memahami bunga efektif, bunga majemuk, yield, atau imbal hasil investasi, seseorang biasanya perlu memahami lebih dulu bagaimana bunga sederhana bekerja.

Dalam konteks investasi, bunga tunggal dapat digunakan sebagai simulasi awal untuk melihat pertumbuhan modal. Misalnya, kamu ingin menghitung berapa keuntungan dari modal tertentu jika imbal hasilnya tetap selama beberapa tahun. Rumus bunga tunggal bisa memberi gambaran cepat, meski hasil investasi nyata bisa berubah mengikuti risiko dan kondisi pasar.

Penggunaan ini menunjukkan bahwa bunga tunggal punya fungsi edukatif yang kuat. Ia membantu kamu membaca angka dengan lebih tenang, bukan sekadar menerima angka keuntungan atau bunga tanpa memahami cara hitungnya.

 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Bunga Tunggal

Salah satu kesalahan paling umum saat menghitung bunga tunggal adalah keliru mengubah persen menjadi desimal. Banyak orang langsung memasukkan angka 10 ke dalam rumus, padahal 10 persen seharusnya ditulis sebagai 0,10. Kesalahan kecil seperti ini bisa membuat hasil akhir jauh meleset.

Kesalahan berikutnya adalah tidak menyamakan periode bunga dan waktu. Jika bunga ditulis per tahun, maka waktu juga harus dihitung dalam tahun. Jika waktunya 6 bulan, maka nilainya adalah 0,5 tahun. Jika bunga dihitung per bulan, maka waktu juga harus disesuaikan dalam bulan.

Kesalahan lain adalah menganggap bunga tunggal sama dengan bunga majemuk. Padahal, keduanya punya sistem yang berbeda. Bunga tunggal hanya memakai modal awal, sedangkan bunga majemuk memakai modal yang terus bertambah dari akumulasi bunga.

Ada juga yang lupa membedakan antara nilai bunga dan total modal akhir. Nilai bunga hanya menunjukkan keuntungan atau biaya bunga. Sementara total modal akhir adalah gabungan antara modal awal dan bunga.

Agar tidak salah hitung, selalu mulai dari tiga hal dasar: berapa modal awalnya, berapa suku bunganya, dan berapa lama periodenya. Setelah itu, pastikan satuan waktunya sesuai dengan periode bunga.

Jika langkah dasar ini sudah benar, menghitung bunga tunggal akan terasa jauh lebih mudah.

 

Mengapa Bunga Tunggal Penting Dipahami Sebelum Berinvestasi?

Banyak orang ingin langsung membahas keuntungan investasi, tetapi belum memahami cara keuntungan itu dihitung. Akibatnya, angka bunga, return, yield, APR, atau APY sering terlihat sama, padahal masing-masing punya makna berbeda.

Bunga tunggal membantu kamu membangun dasar berpikir yang lebih rapi. Kamu bisa memahami bahwa modal, persentase, dan waktu adalah tiga komponen utama dalam pertumbuhan uang. Tanpa memahami tiga hal ini, seseorang bisa mudah tergoda oleh angka imbal hasil tanpa melihat cara perhitungannya.

Dalam investasi, memahami bunga tunggal juga membantu kamu membedakan pertumbuhan linear dan pertumbuhan berbunga. Bunga tunggal memberi gambaran pertumbuhan sederhana, sedangkan bunga majemuk menunjukkan bagaimana hasil bisa berkembang lebih cepat ketika keuntungan ikut diinvestasikan kembali.

Konsep ini relevan untuk banyak hal, mulai dari tabungan, deposito, obligasi, hingga pembahasan aset digital. Saat kamu memahami dasar bunga, kamu akan lebih mudah membaca simulasi keuntungan, membandingkan risiko, dan mengambil keputusan finansial dengan lebih rasional.

Dengan kata lain, bunga tunggal bukan hanya rumus. Ia adalah pintu masuk untuk memahami bagaimana uang bekerja dari waktu ke waktu.

 

Kesimpulan

Rumus bunga tunggal membantu kamu menghitung bunga dengan cara sederhana. Konsepnya berfokus pada modal awal, suku bunga, dan jangka waktu. Karena bunga tidak dihitung dari akumulasi bunga sebelumnya, hasilnya lebih mudah diprediksi dan cocok untuk simulasi keuangan dasar.

Bunga tunggal berguna untuk memahami tabungan, pinjaman, cicilan sederhana, dan perhitungan awal investasi. Meski begitu, sistem ini tidak selalu menggambarkan pertumbuhan dana yang paling optimal, terutama untuk tujuan jangka panjang. Untuk memahami pertumbuhan yang lebih kuat, kamu perlu membandingkannya dengan bunga majemuk.

Nilai terbesar dari bunga tunggal bukan hanya pada rumusnya, tetapi pada cara berpikir yang dibentuk. Kamu belajar membaca hubungan antara modal, bunga, dan waktu. Dari pemahaman sederhana ini, keputusan finansial bisa dibuat dengan lebih jernih, bukan hanya berdasarkan angka yang terlihat menarik di permukaan.

 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan bunga tunggal?

Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung hanya dari modal awal dalam periode tertentu. Bunga yang sudah diperoleh tidak ditambahkan ke modal untuk menghasilkan bunga baru.

2. Apa rumus bunga tunggal?

Rumus bunga tunggal adalah B = M x i x t. B adalah bunga, M adalah modal awal, i adalah suku bunga, dan t adalah jangka waktu.

3. Bagaimana cara menghitung bunga tunggal?

Cara menghitung bunga tunggal adalah dengan mengalikan modal awal, suku bunga, dan waktu. Misalnya, modal Rp1.000.000 dengan bunga 10 persen selama 2 tahun menghasilkan bunga Rp200.000.

4. Apa perbedaan bunga tunggal dan bunga majemuk?

Bunga tunggal dihitung dari modal awal saja, sedangkan bunga majemuk dihitung dari modal awal ditambah bunga yang sudah terkumpul. Karena itu, bunga majemuk biasanya menghasilkan pertumbuhan lebih besar dalam jangka panjang.

5. Apakah bunga tunggal cocok untuk investasi jangka panjang?

Bunga tunggal bisa digunakan untuk simulasi sederhana, tetapi kurang optimal untuk menggambarkan pertumbuhan investasi jangka panjang. Untuk jangka panjang, bunga majemuk biasanya lebih relevan karena ada efek compounding.

6. Di mana bunga tunggal biasanya digunakan?

Bunga tunggal biasanya digunakan dalam pembelajaran matematika keuangan, simulasi tabungan, pinjaman sederhana, cicilan tertentu, dan perhitungan awal keuntungan investasi.

7. Apakah bunga tunggal sama dengan bunga tetap?

Bunga tunggal bisa menghasilkan nilai bunga yang tetap jika modal, suku bunga, dan waktunya tidak berubah. Namun, istilah bunga tetap dalam produk keuangan bisa memiliki aturan berbeda tergantung jenis produk dan metode perhitungannya.

8. Bagaimana cara menghitung total uang setelah bunga tunggal?

Total uang setelah bunga tunggal dihitung dengan menambahkan modal awal dan bunga. Rumusnya adalah A = M + B atau A = M x (1 + i x t).

9. Kenapa bunga tunggal lebih mudah dipahami pemula?

Bunga tunggal lebih mudah dipahami karena perhitungannya langsung memakai modal awal. Kamu tidak perlu menghitung bunga berbunga atau akumulasi dari periode sebelumnya.

10. Apakah bunga tunggal masih relevan di era investasi modern?

Bunga tunggal masih relevan sebagai dasar literasi keuangan. Dengan memahami bunga tunggal, kamu bisa lebih mudah memahami konsep lanjutan seperti bunga majemuk, return investasi, APR, APY, dan simulasi pertumbuhan aset.

 

Itulah informasi menarik tentang Rumus bunga Tunggal yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DLC/IDR
Diverge Lo
457
104.93%
BEAT/IDR
Audiera
69.000
72.44%
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
SIREN/IDR
siren
22.927
49.53%
PIPPIN/IDR
Pippin
320
27.97%
Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
340
-58.44%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
HOME/IDR
Defi App
600
-38.27%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026