Harga Bitcoin (BTC) kembali turun di bawah level psikologis US$70.000 setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Sumber Gambar: TradimgView
Laporan intelijen yang menyebut Iran diduga mulai menempatkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar global dan meningkatkan tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.
Sentimen negatif ini muncul ketika investor global merespons potensi gangguan pada salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Pasar Energi Global
Adapun Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini memegang peran krusial karena sekitar 20% pasokan minyak global melewatinya setiap hari.
Ketika muncul laporan bahwa Iran kemungkinan menempatkan ranjau laut di kawasan tersebut, risiko terhadap distribusi energi global langsung meningkat.
Kekhawatiran pasar sempat mendorong harga minyak melonjak hingga sekitar US$120 per barel sebelum kembali turun mendekati US$90 setelah muncul spekulasi bahwa situasi masih bisa mereda.
Namun laporan terbaru yang menyebut aktivitas militer di wilayah tersebut kembali memicu ketidakpastian di pasar global.
Baca berikutnya: Pakar Makro: Jika Perang AS–Iran Berlarut, Bitcoin Bisa Diuntungkan
Laporan Intelijen Picu Kekhawatiran Baru
Menurut sumber yang mengetahui penilaian intelijen Amerika Serikat, Iran dilaporkan masih memiliki kemampuan untuk menempatkan ranjau laut menggunakan kapal kecil dan kapal penebar ranjau.
Beberapa sumber menyebut puluhan ranjau diduga telah ditempatkan dalam beberapa hari terakhir. Jika jalur pelayaran tersebut terganggu, distribusi minyak global dapat terhambat dalam jangka waktu yang cukup lama.
Potensi gangguan pasokan energi ini membuat investor global mengambil posisi lebih defensif, terutama pada aset dengan volatilitas tinggi.
Bitcoin Terseret Sentimen Risk-Off
Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar keuangan global biasanya bergerak menuju mode risk-off. Dalam kondisi ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset yang dianggap lebih berisiko.
Kripto, termasuk Bitcoin, sering ikut terdampak oleh perubahan sentimen tersebut. Penurunan harga di bawah $70.000 mencerminkan reaksi pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik kini semakin memengaruhi pasar kripto, terutama ketika ketegangan berpotensi berdampak pada ekonomi global.
Baca berita selanjutnya: Seberapa Tinggi Bitcoin, Ethereum, XRP Naik Jika Perang Iran Benar-Benar Berakhir?
Pernyataan Trump Sempat Memberi Ruang Pemulihan
Di tengah meningkatnya ketegangan, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan komentar melalui media sosial.

Sumber Gambar: Truthsocial
Trump menuntut agar ranjau laut segera dihapus jika laporan tersebut benar adanya dan memperingatkan potensi konsekuensi militer jika aktivitas tersebut dikonfirmasi.
“Jika Iran benar-benar telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan sejauh ini kami belum menerima laporan resmi mengenai hal itu, maka kami menuntut agar ranjau tersebut segera dihapus. Jika dengan alasan apa pun ranjau telah ditempatkan dan tidak segera disingkirkan, maka konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.
Namun ia juga menyatakan belum ada laporan intelijen resmi yang benar-benar memverifikasi penempatan ranjau tersebut.
Ketidakjelasan informasi ini sempat meredakan sebagian tekanan pasar dan memberikan ruang bagi pemulihan terbatas pada harga Bitcoin.
Di hari sebelumnya, harga Bitcoin sempat berada di atas level US$70.000 karena pernyataan Trump terkait perang AS-Iran yang hampir usai. Hal ini juga menyebabkan harga minyak dunia turun drastis.
Selama ketidakpastian terkait situasi di Timur Tengah masih berlangsung, pasar kemungkinan akan terus merespons setiap perkembangan baru yang muncul.
Kesimpulan
Ketegangan di Selat Hormuz kembali menunjukkan bagaimana peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pasar kripto secara langsung.
Laporan mengenai aktivitas militer Iran di jalur perdagangan energi penting tersebut memicu kekhawatiran pasar dan mendorong Bitcoin turun di bawah $70.000.
Selama situasi masih berkembang dan informasi yang beredar belum sepenuhnya terkonfirmasi, volatilitas kemungkinan tetap menjadi karakter utama pergerakan harga Bitcoin.
FAQ
- Mengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi global?
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dari negara-negara Timur Tengah ke pasar internasional. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur ini, sehingga setiap gangguan dapat mempengaruhi harga energi dan stabilitas pasar global. - Mengapa konflik geopolitik bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
Ketika konflik geopolitik meningkat, investor global biasanya menjadi lebih berhati-hati. Mereka cenderung mengurangi kepemilikan pada aset berisiko seperti kripto, sehingga tekanan jual dapat mendorong harga Bitcoin turun. - Apakah Bitcoin selalu turun saat terjadi konflik global?
Tidak selalu. Dalam beberapa situasi tertentu Bitcoin bisa dianggap sebagai alternatif aset lindung nilai. Namun dalam banyak kasus, pasar masih memperlakukan Bitcoin sebagai aset berisiko yang sensitif terhadap perubahan sentimen global. - Mengapa level $70.000 penting bagi Bitcoin?
Level harga tertentu sering dianggap sebagai batas psikologis oleh trader. Ketika harga Bitcoin turun di bawah level tersebut, sebagian pelaku pasar menganggap momentum pasar melemah sehingga tekanan jual bisa meningkat. - Bagaimana konflik di Timur Tengah mempengaruhi pasar kripto?
Konflik di kawasan Timur Tengah sering mempengaruhi pasar energi, terutama harga minyak. Perubahan besar pada pasar energi dapat memicu ketidakpastian ekonomi global yang pada akhirnya berdampak pada pasar saham dan kripto. - Faktor global apa saja yang sering mempengaruhi harga Bitcoin?
Selain perkembangan teknologi kripto, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga, inflasi, kondisi ekonomi global, konflik geopolitik, serta pergerakan pasar keuangan lainnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinTurk – Geopolitical Tensions in the Strait of Hormuz Push Bitcoin Below $70,000, diakses pada 11 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


