Senat Amerika Serikat (AS) menargetkan penyelesaian draft final CLARITY Act sebelum 7 Agustus 2026, setelah gagal memenuhi target awal pada 4 Juli 2026.
Perkembangan ini menjadi sorotan karena RUU tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian regulasi bagi industri aset kripto di AS.
Saat ini, pembahasan masih berlanjut untuk menyatukan dua versi rancangan yang disusun oleh Senate Banking Committee dan Senate Agriculture Committee.
Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi dasar sebelum RUU diajukan ke tahap pemungutan suara di Senat.
Dua Isu Besar Masih Jadi Penghalang
Meski mendapat perhatian luas dari industri crypto, CLARITY Act masih menghadapi tantangan politik yang membuat proses legislasinya berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Partai Republik masih memerlukan sedikitnya tujuh suara dari senator Partai Demokrat agar RUU dapat melaju ke tahap berikutnya di Senat.
Negosiasi kini berfokus pada dua isu utama:
- Pertama, perdebatan mengenai standar etika yang berkaitan dengan pendapatan Presiden Donald Trump dari sektor aset kripto. Sejumlah senator Demokrat meminta adanya aturan yang memastikan tidak terjadi konflik kepentingan.
- Kedua, masih terdapat perbedaan pandangan mengenai cakupan regulasi terhadap platform crypto, termasuk sejauh mana pengawasan perlu diterapkan pada layanan bursa aset digital dan sektor decentralized finance (DeFi).
Selama kedua isu tersebut belum menemukan titik temu, pembahasan CLARITY Act diperkirakan masih akan terus berlanjut.
Baca juga berita terkait: CEO Robinhood: Era Meme Coin Mulai Berakhir, RWA Jadi Masa Depan Crypto
Dukungan Penegak Hukum Mulai Menguat
Di tengah proses negosiasi, CLARITY Act memperoleh perkembangan positif dari kalangan aparat penegak hukum.
Major County Sheriffs of America memutuskan mencabut penolakannya terhadap ketentuan DeFi dalam RUU tersebut dan beralih ke posisi netral. Meski belum memberikan dukungan resmi, langkah ini dinilai mengurangi hambatan terhadap pembahasan regulasi.
Selain itu, National Organization of Black Law Enforcement Executives (NOBLE) juga menyatakan dukungannya terhadap CLARITY Act.
Sementara itu, Senator Cynthia Lummis dan Ketua Senate Banking Committee Tim Scott secara terbuka mendesak agar pemungutan suara dapat dilakukan sebelum Senat memasuki masa reses Agustus.
Peluang Pengesahan Turun Menurut Polymarket
Perkembangan legislasi tersebut turut memengaruhi ekspektasi pasar.

Sumber Gambar: Polymarket
Berdasarkan data Polymarket, peluang CLARITY Act disahkan menjadi undang-undang sebelum akhir 2026 kini berada di 47%, turun dari sekitar 55% setelah target penyelesaian sebelum 4 Juli tidak tercapai.
Bahkan, pada awal Maret lalu probabilitas pengesahannya sempat menyentuh sekitar 85% sebelum terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap proses legislasi, meski pembahasan RUU masih terus berjalan.
Baca juga: Bukan Bitcoin atau Emas, Harga Kain Wool Justru Pimpin Reli 57%
Mengapa CLARITY Act Penting bagi Industri Crypto?
Selama beberapa tahun terakhir, regulasi aset kripto di Amerika Serikat kerap menjadi perdebatan karena belum adanya batas yang jelas mengenai kewenangan regulator.
Melalui CLARITY Act, pemerintah AS berupaya memperjelas pembagian tugas antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi aset digital.
Kejelasan tersebut dinilai dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri, termasuk bursa crypto, perusahaan blockchain, pengembang proyek, hingga investor institusi.
Dengan regulasi yang lebih jelas, proses inovasi dan pengembangan produk diharapkan dapat berlangsung dengan risiko hukum yang lebih rendah.
Kesimpulan
Target penyelesaian draft final CLARITY Act sebelum 7 Agustus menunjukkan bahwa pembahasan regulasi crypto masih menjadi agenda penting di Senat AS.
Namun, keberhasilan RUU ini tetap bergantung pada kemampuan para senator mencapai kompromi atas dua isu utama yang masih diperdebatkan.
Bagi industri aset digital, perkembangan CLARITY Act layak dipantau karena berpotensi menjadi salah satu regulasi paling berpengaruh terhadap arah kebijakan crypto di Amerika Serikat.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi industri aset kripto, termasuk memperjelas pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC. - Mengapa CLARITY Act belum disahkan?
Pembahasannya masih berlangsung karena senator dari kedua partai masih bernegosiasi mengenai standar etika dan cakupan regulasi terhadap platform crypto. - Mengapa tanggal 7 Agustus 2026 penting?
Tanggal tersebut menjadi target Senat AS untuk merampungkan draft final CLARITY Act sebelum memasuki masa reses musim panas. - Apa dampak CLARITY Act bagi industri crypto?
Jika disahkan, CLARITY Act berpotensi menciptakan kepastian hukum bagi pelaku industri, memperjelas pengawasan regulator, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar aset digital. - Apa hubungan CLARITY Act dengan SEC dan CFTC?
RUU ini dirancang untuk memperjelas batas kewenangan SEC dan CFTC dalam mengawasi berbagai jenis aset kripto sehingga tidak terjadi tumpang tindih regulasi. - Mengapa peluang pengesahan CLARITY Act di Polymarket menurun?
Probabilitas turun setelah target penyelesaian sebelum 4 Juli terlewati. Penundaan tersebut membuat pelaku pasar menilai proses legislasi kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama sebelum mencapai tahap pengesahan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


