Seorang analis kripto, Cyclop, menilai September hingga Oktober 2026 berpotensi menjadi waktu terbaik untuk mengakumulasi Bitcoin (BTC).
Melalui unggahannya di platform X, analis tersebut mengatakan kondisi pasar yang dipenuhi narasi “crypto is over” justru membuatnya semakin yakin bahwa siklus empat tahunan Bitcoin masih berjalan.
“Saya belum pernah melihat unggahan ‘crypto sudah berakhir’ sebanyak ini seumur hidup saya” tulis Cyclop di akun X-nya.
Ia bahkan menyarankan investor membeli Bitcoin jika harganya kembali berada di kisaran US$40.000 pada September hingga Oktober 2026, lalu menyimpannya selama sekitar tiga tahun dengan target harga di atas US$240.000.
“Cukup beli Bitcoin pada September-Oktober saat harganya berada di kisaran US$40.000, lalu simpan selama tiga tahun hingga nilainya menembus US$240.000 atau lebih,” lanjutnya.
Sentimen Pesimistis Dinilai Jadi Sinyal Siklus Bitcoin
Dalam unggahannya, analis tersebut mengaku belum pernah melihat begitu banyak unggahan yang menyatakan industri kripto telah berakhir.

Sumber Gambar: X.com/nobrainflip
Menurutnya, banyak pelaku pasar mulai melupakan pola siklus empat tahunan Bitcoin, padahal pola tersebut beberapa kali muncul sepanjang sejarah pergerakan aset kripto terbesar di dunia itu.
“Semua orang seolah melupakan siklus empat tahunan Bitcoin, dan justru itu membuat saya semakin yakin bahwa siklus tersebut masih berlaku,” sebutnya.
Ia menilai pesimisme ekstrem sering kali muncul ketika pasar sedang berada pada fase yang sulit. Karena itu, kondisi tersebut justru dianggap sebagai sinyal bahwa peluang jangka panjang masih terbuka.
Target US$240 Ribu Masih Sebatas Prediksi
Dalam unggahan yang sama, analis memperkirakan Bitcoin berpotensi diperdagangkan di atas US$240.000 sekitar tiga tahun setelah periode akumulasi tersebut.
Namun, Harga Bitcoin tetap sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, arus investasi institusi, sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi global.
Harga BTC saat ini (26/6) berada di kisaran US$60.000 atau sekitar Rp1,01 miliar per BTC.
Meski sempat memantul dari level terendah di sekitar US$58.100, Bitcoin masih turun sekitar 2% hingga 3% dalam 24 jam terakhir karena investor merespons data inflasi PCE AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi The Fed serta arus keluar dana dari spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat turut membebani pergerakan harga BTC.
Kesimpulan
Di tengah maraknya narasi bahwa pasar kripto telah berakhir, seorang analis justru melihat September hingga Oktober 2026 sebagai periode potensial untuk mengakumulasi Bitcoin berdasarkan teori siklus empat tahunan.
Meski optimistis Bitcoin berpeluang menembus US$240.000 dalam beberapa tahun ke depan, prediksi tersebut tetap bersifat spekulatif dan tidak menjamin pergerakan harga akan mengikuti pola yang sama seperti siklus sebelumnya.
FAQ
- Mengapa September-Oktober 2026 disebut waktu terbaik membeli Bitcoin?
Karena menurut analis tersebut, periode itu berpotensi menjadi fase akumulasi dalam siklus empat tahunan Bitcoin jika harga kembali berada di level yang dianggap menarik. - Apa yang dimaksud siklus empat tahunan Bitcoin?
Siklus empat tahunan adalah teori yang mengaitkan pergerakan harga Bitcoin dengan peristiwa halving yang terjadi sekitar setiap empat tahun. - Apakah Bitcoin benar-benar akan mencapai US$240.000?
Belum tentu. Angka tersebut merupakan prediksi pribadi analis dan bukan jaminan bahwa harga Bitcoin akan mencapai level tersebut. - Apa faktor yang dapat memengaruhi harga Bitcoin?
Selain Bitcoin halving, harga juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, suku bunga, adopsi institusi, regulasi, serta sentimen investor. - Apakah investor sebaiknya mengikuti prediksi ini?
Prediksi dapat dijadikan referensi, tetapi keputusan investasi tetap sebaiknya didasarkan pada riset sendiri dan manajemen risiko yang sesuai.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Whale Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
