Single Stock Futures adalah Kontrak Derivatif
icon search
icon search

Top Performers

Single Stock Futures adalah Kontrak Derivatif

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Single Stock Futures adalah Kontrak Derivatif

Single Stock Futures adalah Kontrak Derivatif

Daftar Isi

Ada fase dalam hidup seorang trader ketika rasa penasaran naik level. Bukan lagi soal “harga besok ke mana”, tapi soal “alat apa yang dipakai pasar untuk bertaruh, melindungi posisi, dan mengatur risiko”. Di titik itu, kamu biasanya mulai ketemu istilah seperti derivatif dalam trading, futures, margin, leverage, dan berbagai istilah yang terdengar seperti bahasa orang institusi.

Di kripto, futures terasa , termasuk dalam skema futures kripto yang populer di kalangan trader aktif. Tapi konsep ini sebenarnya sudah lama hidup di pasar tradisional, termasuk pasar saham. Salah satu bentuknya adalah Single Stock Futures. Banyak orang mengira ini sekadar “cara lain beli saham”, padahal logikanya beda total. Kalau kamu memahaminya sebagai kontrak derivatif, kamu akan lebih paham mengapa produk ini bisa jadi alat lindung nilai yang rapi, tapi juga bisa menghabiskan modal dengan cepat kalau dipakai tanpa disiplin.

 

Apa itu Single Stock Futures?

Single Stock Futures adalah kontrak berjangka dengan underlying berupa satu saham tertentu. Yang kamu perdagangkan bukan sahamnya, melainkan kontrak yang nilainya mengikuti pergerakan harga saham tersebut. Karena bentuknya kontrak, ada harga yang disepakati dan ada waktu penyelesaian, biasanya pada tanggal jatuh tempo tertentu.

Di banyak pasar, kontrak ini bersifat standar. Secara umum, satu kontrak kerap merepresentasikan jumlah saham tertentu, misalnya 100 lembar saham. Detail ukuran kontrak tentu mengikuti aturan bursa atau penyelenggara pasar derivatif setempat, tapi ide besarnya sama: kamu mengendalikan eksposur terhadap saham tertentu lewat kontrak, bukan lewat kepemilikan saham.

Di sini letak pembeda yang paling sering bikin orang salah paham. Saat kamu membeli saham biasa, kamu benar-benar menjadi pemilik sebagian kecil perusahaan. Kamu bisa menerima dividen kalau perusahaan membagikannya, dan kamu punya hak-hak tertentu sebagai pemegang saham. Saat kamu memperdagangkan Single Stock Futures, kamu tidak menjadi pemilik perusahaan itu. Kamu tidak mengejar hak suara, juga tidak otomatis menerima dividen. Kamu sedang mengambil posisi atas pergerakan harga melalui kontrak derivatif.

Setelah definisinya jelas, gambaran besar berikutnya akan terasa lebih mudah: bagaimana kontrak ini “hidup” dan “berakhir” di pasar.

 

Bagaimana cara kerja Single Stock Futures?

Cara kerja Single Stock Futures mengikuti pola umum futures. Ada pihak yang mengambil posisi beli (long) dan ada pihak yang mengambil posisi jual (short). Keduanya masuk ke kontrak yang punya ketentuan standar, termasuk ukuran kontrak, tanggal jatuh tempo, serta mekanisme penyelesaian.

Hal yang membuat futures terasa “ringan di awal” adalah margin, karena di situlah konsep leverage dalam trading mulai bekerja dan memperbesar eksposur posisi kamu. Kamu tidak perlu membayar nilai penuh setara harga saham yang direpresentasikan kontrak. Kamu cukup menyetor sejumlah dana sebagai jaminan, lalu posisi kamu akan bergerak naik turun mengikuti perubahan harga kontrak. Karena dana yang kamu setor hanya sebagian dari nilai kontrak, di situlah leverage muncul.

Supaya kebayang tanpa membuatnya jadi matematika yang melelahkan, bayangkan seperti ini. Kamu ingin mendapatkan eksposur terhadap sebuah saham. Jika kamu membeli sahamnya langsung, kamu perlu menyiapkan dana penuh sesuai harga saham dan jumlah lembar yang kamu beli. Di futures, kamu mengendalikan eksposur yang sama besar lewat kontrak, tetapi dana awalnya berupa margin yang lebih kecil. Keuntungan atau kerugian tetap dihitung berdasarkan pergerakan nilai eksposur, bukan sekadar berdasarkan margin.

Lalu bagaimana penyelesaiannya? Umumnya ada dua model.

Pertama, penyelesaian dengan penyerahan saham. Pada saat jatuh tempo, pihak yang long mengambil saham sesuai kontrak, dan pihak yang short menyerahkan saham tersebut.

Kedua, penyelesaian tunai. Pada saat jatuh tempo, tidak ada penyerahan saham. Selisih keuntungan atau kerugian dihitung dan diselesaikan dalam bentuk uang.

Di praktik modern, banyak pasar dan penyedia produk derivatif memilih penyelesaian tunai karena lebih praktis, terutama bila produknya menyasar trader yang fokus pada pergerakan harga, bukan kepemilikan saham. Perbedaan model penyelesaian ini penting karena akan mempengaruhi cara kamu mengelola posisi menjelang jatuh tempo.

Di tahap ini, satu hal mulai terlihat jelas: kamu tidak sedang “memegang saham” untuk disimpan, kamu sedang mengelola posisi yang memiliki hidup dan masa berakhir.

 

Kenapa Single Stock Futures sering disalahpahami sebagai “beli saham versi cepat”?

Karena bentuknya sama-sama mengacu pada saham, banyak yang mengira Single Stock Futures adalah jalan pintas untuk membeli saham. Padahal, cara kerja dan konsekuensinya berbeda.

Jika kamu membeli saham, fokus utama kamu biasanya ada pada kepemilikan aset. Kamu bisa menahan saham selama kamu mau. Pergerakan harga memang penting, tapi bukan satu-satunya. Ada faktor fundamental, laporan keuangan, prospek sektor, dan kebijakan dividen.

Jika kamu mengambil posisi di Single Stock Futures, fokus kamu bergeser ke pengelolaan kontrak dan risiko. Ada margin yang harus dijaga. Ada kemungkinan margin call jika dana jaminan kamu turun melewati batas tertentu. Ada jatuh tempo yang memaksa kamu mengambil keputusan: menutup posisi, melakukan rollover ke kontrak berikutnya, atau menyelesaikan sesuai aturan penyelenggara.

Kamu juga punya kemampuan yang lebih simetris untuk menghadapi pasar naik maupun turun. Di banyak struktur futures, mengambil posisi short secara mekanisme lebih mudah dibanding short selling di pasar saham spot yang sering punya aturan dan keterbatasan. Buat trader, ini memberi rasa “dua arah” yang membuat strategi lebih fleksibel.

Kalau kamu menangkap inti perbedaan ini, kamu akan lebih mudah memahami fungsi utama instrumen ini.

 

Fungsi Single Stock Futures: alat lindung nilai yang rapi, alat spekulasi yang tajam

Single Stock Futures tidak diciptakan sekadar untuk memberi cara baru bertaruh. Instrumen ini lahir dari kebutuhan pasar yang nyata, terutama bagi pelaku yang mengelola portofolio besar dan perlu kontrol risiko yang presisi.

Salah satu fungsi utamanya adalah lindung nilai atau strategi hedging dalam trading, terutama bagi investor yang ingin melindungi portofolio dari risiko penurunan harga. Misalnya kamu memegang saham tertentu dalam jumlah besar dan kamu khawatir ada potensi penurunan harga dalam periode dekat. Jika kamu menjual sahamnya, kamu mungkin kehilangan posisi jangka menengah yang kamu anggap bernilai. Di sisi lain, jika kamu diam saja, penurunan harga bisa memukul nilai portofolio. Di situ futures sering dipakai sebagai payung. Kamu bisa mengambil posisi short pada Single Stock Futures atas saham yang kamu pegang. Jika harga saham turun, kerugian pada saham bisa tertahan oleh keuntungan pada posisi futures. Ini bukan cara “menghilangkan risiko”, tapi cara mengelola risiko agar lebih terkendali.

Fungsi lain yang paling sering menarik trader adalah spekulasi. Dengan futures, kamu bisa mengambil posisi long jika kamu memperkirakan harga saham naik, atau posisi short jika kamu memperkirakan harga turun. Karena memakai margin, pergerakan kecil pada harga bisa memberi dampak besar terhadap persentase untung atau rugi terhadap modal margin kamu. Inilah mengapa futures terasa menggoda sekaligus berbahaya. Ia memperbesar efek keputusan kamu.

Ada juga fungsi arbitrase, meski ini biasanya dimainkan oleh pelaku yang sudah sangat paham mekanisme harga dan punya akses eksekusi yang cepat. Dalam kondisi tertentu, harga futures bisa berbeda dari harga spot secara tidak wajar jika dibandingkan dengan faktor-faktor yang lazim diperhitungkan, seperti pembiayaan, dividen yang diantisipasi, dan waktu tersisa menuju jatuh tempo. Pelaku arbitrase berusaha menangkap selisih itu dengan posisi yang saling mengunci. Buat pembaca ritel, bagian ini cukup dipahami sebagai konteks bahwa pasar derivatif juga dipenuhi strategi efisiensi harga, bukan sekadar tebak arah.

Begitu fungsi-fungsi ini masuk akal, pertanyaan berikutnya biasanya muncul sendiri: kalau manfaatnya banyak, kenapa orang sering memperingatkan risikonya?

 

Risiko Single Stock Futures yang wajib kamu pahami sebelum tergoda leverage

Leverage itu seperti kaca pembesar. Ia tidak hanya membesarkan potensi profit, tapi juga membesarkan kerugian. Banyak orang memuji leverage karena bisa membuka posisi besar dengan modal kecil, padahal kalimat itu punya kelanjutan yang sering diabaikan: pergerakan harga kecil pun bisa menghabiskan margin kamu.

Risiko paling nyata adalah kerugian yang membesar dengan cepat. Misalnya kamu mengambil posisi dan pasar bergerak melawan kamu. Karena posisi kamu dikendalikan oleh margin, penurunan tertentu bisa membuat saldo jaminan kamu jatuh melewati batas minimum.  Di situ bisa terjadi margin call dalam trading, yaitu permintaan untuk menambah dana agar posisi tetap terbuka dan tidak ditutup paksa oleh sistem. Jika kamu tidak menambah dana, posisi bisa ditutup paksa sesuai aturan platform atau pialang. Dalam kripto, kondisi ini terasa familiar karena mekanisme likuidasi. Di pasar futures tradisional, logikanya mirip meski istilah dan prosedurnya bisa berbeda.

Ada juga risiko jatuh tempo. Di futures yang punya tanggal berakhir, posisi kamu tidak bisa dibiarkan “selamanya”. Kamu harus mengelola waktu. Menjelang jatuh tempo, likuiditas bisa berubah, spread bisa melebar, dan kamu bisa dipaksa mengambil keputusan yang tidak kamu rencanakan jika kamu terlambat.

Likuiditas itu sendiri adalah risiko berikutnya. Single Stock Futures di banyak tempat tidak sepopuler opsi saham atau futures indeks. Produk yang lebih sepi sering punya bid-ask spread yang lebih lebar, sehingga biaya keluar masuk posisi menjadi lebih mahal secara tersembunyi. Dalam kondisi pasar bergejolak, spread yang melebar bisa membuat hasil akhir jauh dari yang kamu bayangkan saat klik order.

Risiko lain yang sering dilupakan adalah sifat kewajiban. Pada kontrak futures, para pihak pada dasarnya terikat untuk menyelesaikan kontrak sesuai ketentuan. Ini berbeda dari opsi, yang memberi hak kepada pembeli tanpa kewajiban. Artinya, struktur risiko futures bisa terasa lebih “keras” karena kamu tidak membayar premi di awal seperti opsi, tetapi kamu mengelola margin dengan kewajiban penyelesaian di akhir.

Kalau kamu membaca semua ini dan merasa “kok mirip futures kripto”, insting kamu tepat. Perbedaannya nanti akan terlihat saat kita membandingkan futures dengan opsi, dan saat kita membandingkan futures tradisional dengan futures kripto.

 

Single Stock Futures vs stock options: mirip tujuannya, beda sifatnya

Di permukaan, Single Stock Futures dan stock options sama-sama dipakai untuk hedging dan spekulasi. Keduanya memungkinkan kamu membangun strategi yang tidak harus bergantung pada “beli saham lalu tunggu naik”. Tapi sifat kontraknya berbeda.

Pada Single Stock Futures, posisi long dan short sama-sama membawa kewajiban penyelesaian sesuai aturan kontrak. Pada stock options, pembeli opsi punya hak, bukan kewajiban. Jika pasar bergerak tidak sesuai harapan, pembeli opsi bisa memilih tidak mengeksekusi, dan kerugian maksimum pembeli biasanya terbatas pada premi yang dibayarkan.

Karena sifat itu, profil risiko opsi dan futures berbeda. Futures sering dianggap lebih langsung. Kamu mengambil posisi, dan eksposur kamu mengikuti pergerakan harga secara lebih linear. Pada opsi, ada faktor seperti waktu tersisa menuju jatuh tempo yang memengaruhi nilai opsi. Banyak trader menyukai futures karena terasa lebih sederhana untuk membaca arah, tetapi futures menuntut disiplin manajemen margin yang lebih ketat.

Buat kamu yang datang dari kripto, futures mungkin terasa lebih familiar ketimbang opsi karena banyak trader kripto terbiasa dengan kontrak berjangka. Tetapi memahami opsi tetap berguna karena di pasar tradisional, opsi adalah alat hedging yang jauh lebih umum dipakai dibanding Single Stock Futures.

Setelah memahami perbedaan ini, konteks globalnya jadi lebih menarik: kalau futures itu “alat yang masuk akal”, kenapa produk Single Stock Futures pernah meredup di pasar tertentu?

 

Kenapa Single Stock Futures sempat berhenti diperdagangkan di AS?

Ada kisah menarik di balik produk ini. Di AS, Single Stock Futures pernah legal dan diperdagangkan, tetapi aktivitas perdagangannya berhenti setelah bursa terakhir yang menawarkannya tutup pada 2020. Itu bukan berarti instrumennya ilegal. Lebih tepatnya, tidak ada lagi exchange di AS yang menyediakan pasar untuk produk tersebut pada saat itu.

Mengapa bisa begitu? Ada beberapa faktor yang sering dibahas.

Salah satunya soal ekosistem regulasi yang kompleks. Produk yang berada di irisan antara ranah sekuritas dan ranah futures bisa memunculkan tarik menarik otoritas. Di AS, ada sejarah panjang perbedaan wilayah pengawasan antara SEC dan CFTC. Ketika koordinasi menjadi rumit, proses pengembangan produk dan biaya kepatuhan juga bisa ikut terdorong naik, yang pada akhirnya memengaruhi minat pelaku pasar.

Faktor lain adalah kebiasaan pelaku pasar. Banyak investor dan manajer portofolio di AS sudah lama menggunakan opsi untuk hedging saham individual. Opsi menjadi alat yang umum, likuid, dan strateginya sangat luas. Ketika Single Stock Futures hadir, ia harus bersaing dengan produk yang sudah mapan, baik dari sisi likuiditas, kebiasaan, maupun infrastruktur strategi.

Ada juga faktor popularitas. Produk derivatif yang sepi cenderung menciptakan lingkaran yang sulit diputus: sepi membuat spread melebar, spread melebar membuat orang enggan, dan orang enggan membuat produk makin sepi.

Di luar AS, Single Stock Futures tetap diperdagangkan di beberapa kawasan dengan volume yang lebih aktif, misalnya di India dan beberapa bursa lain. Ini menunjukkan satu pelajaran penting buat trader: bagus atau tidaknya sebuah instrumen bukan hanya soal teori, tetapi juga soal likuiditas, kultur pasar, dan infrastruktur.

Setelah konteks global ini, kamu bisa menempatkan Single Stock Futures secara lebih objektif di peta instrumen trading, termasuk saat dibandingkan dengan futures kripto.

 

Single Stock Futures dan crypto futures: strukturnya serupa, lingkungannya berbeda

Kalau kamu sudah biasa dengan futures kripto, kamu akan menemukan banyak kesamaan. Keduanya sama-sama kontrak derivatif. Keduanya mengandalkan margin dan leverage. Keduanya memungkinkan posisi long dan short. Dan keduanya menuntut pengelolaan risiko yang disiplin.

Namun ada perbedaan lingkungan yang cukup terasa.

Pada banyak produk crypto futures, kamu akan sering bertemu kontrak perpetual, yaitu kontrak yang tidak punya tanggal jatuh tempo. Karena tidak ada jatuh tempo, mekanisme tertentu dipakai agar harga kontrak tidak terlalu jauh dari harga spot, salah satunya funding rate. Di futures tradisional yang punya jatuh tempo, dinamika harga terhadap spot memiliki logika yang berbeda karena waktu menuju penyelesaian menjadi bagian dari penentuan harga.

Jam perdagangan juga berbeda. Kripto berjalan 24 jam. Pasar tradisional biasanya mengikuti jam bursa tertentu. Dalam praktik trading, ini memengaruhi cara volatilitas muncul dan cara kamu mengelola risiko saat kamu tidak sedang memantau.

Selain itu, struktur penyelenggara pasar dan aturan perlindungan investor bisa berbeda-beda antar tempat. Karena kamu meminta tulisan ini tetap edukatif tanpa promosi dan tanpa masuk ke detail penyedia, bagian yang paling aman untuk ditekankan adalah prinsipnya: sebelum kamu masuk ke produk berleverage, kamu perlu benar-benar paham aturan margin, biaya transaksi, likuiditas, serta skenario terburuk saat pasar bergerak cepat.

Dengan kacamata ini, Single Stock Futures bisa kamu jadikan jembatan edukasi yang elegan untuk menjelaskan derivatif kripto. Kamu tidak perlu mengubahnya menjadi “konten saham”. Kamu cukup memakai SSF sebagai contoh bahwa derivatif itu konsep lama, dan kripto hanya menjadi salah satu bentuk underlying modern.

Setelah semua konsep ini, pertanyaan terakhir biasanya bukan soal definisi, tetapi soal kecocokan.

 

Apakah Single Stock Futures cocok untuk kamu?

Single Stock Futures cenderung cocok untuk trader yang fokus pada pergerakan harga dan punya kebiasaan mengelola risiko secara ketat. Jika kamu nyaman dengan sistem margin, terbiasa menghitung ukuran posisi, memahami batas rugi, dan disiplin mematuhi rencana, instrumen seperti ini bisa masuk ke radar kamu sebagai alat.

Sebaliknya, kalau kamu mencari instrumen untuk investasi kepemilikan jangka panjang, Single Stock Futures sering terasa tidak selaras. Ada jatuh tempo. Ada kewajiban pengelolaan margin. Ada risiko leverage yang bisa membuat satu kesalahan menjadi sangat mahal. Untuk gaya “beli dan simpan”, saham spot biasanya jauh lebih sederhana dari sisi struktur.

Yang paling penting, kamu tidak perlu memaksakan diri menguasai semua produk. Trader yang kuat bukan yang memakai semua alat, tapi yang tahu alat mana yang cocok untuk tujuan, kapan harus dipakai, dan kapan harus dihindari.

Setelah membaca sampai sini, kamu sudah punya fondasi yang cukup untuk memahami satu kalimat kunci dengan benar.

 

Kesimpulan

Single Stock Futures adalah kontrak derivatif yang pada dasarnya memindahkan fokus kamu dari kepemilikan aset ke pengelolaan risiko harga. Di sini, yang kamu kelola bukan sahamnya, melainkan eksposur dan margin. Perbedaan ini terlihat sederhana di atas kertas, tetapi konsekuensinya besar saat uang sudah terlibat.

Instrumen ini memberi fleksibilitas yang jarang ada di pasar saham biasa: kamu bisa memanfaatkan kenaikan maupun penurunan harga dengan struktur yang sama. Buat trader, ini membuka ruang strategi yang jauh lebih luas. Namun fleksibilitas itu datang dengan tanggung jawab yang lebih berat. Leverage tidak pernah netral. Ia mempercepat hasil, baik itu profit maupun kerugian.

Sejarahnya di berbagai negara juga memberi pelajaran penting. Produk derivatif tidak otomatis sukses hanya karena menawarkan leverage. Likuiditas, regulasi, dan kebiasaan pelaku pasar menentukan apakah sebuah instrumen benar-benar hidup atau hanya sekadar tersedia.

Kalau kamu melihatnya dari sudut pandang yang lebih luas, Single Stock Futures bukan sekadar produk saham. Ia adalah contoh bagaimana pasar keuangan membangun kontrak untuk mengelola ketidakpastian harga. Konsep yang sama kemudian muncul di komoditas, indeks, hingga kripto. Jadi ketika kamu berhadapan dengan futures apa pun, pertanyaannya bukan lagi “bisa cuan berapa”, melainkan “apakah kamu benar-benar paham struktur risikonya”.

Di situlah letak kedewasaan seorang trader. Bukan pada seberapa besar leverage yang dipakai, tetapi pada seberapa dalam ia memahami kontrak yang sedang ia pegang.

 

FAQ

1. Single Stock Futures adalah apa secara sederhana?

Single Stock Futures adalah kontrak berjangka yang nilainya mengikuti satu saham tertentu tanpa memberikan kepemilikan atas saham tersebut. Instrumen ini termasuk produk derivatif yang memungkinkan trader mengambil posisi atas pergerakan harga saham dengan sistem margin dan leverage. Jadi, yang kamu perdagangkan adalah kontraknya, bukan saham fisik atau hak kepemilikannya.

2. Apa perbedaan Single Stock Futures dan saham biasa?

Perbedaan utama terletak pada kepemilikan, leverage, dan jatuh tempo kontrak. Membeli saham berarti kamu memiliki bagian perusahaan dan berpotensi menerima dividen serta hak suara. Single Stock Futures adalah kontrak derivatif dengan tanggal penyelesaian tertentu yang menggunakan margin, sehingga fokusnya pada fluktuasi harga jangka pendek, bukan kepemilikan jangka panjang.

3. Mengapa Single Stock Futures dianggap lebih berisiko?

Single Stock Futures dianggap lebih berisiko karena menggunakan leverage yang memperbesar eksposur terhadap pergerakan harga. Perubahan harga yang kecil bisa berdampak besar pada margin yang kamu setorkan. Jika kerugian membuat saldo margin turun di bawah batas minimum, kamu bisa menghadapi margin call atau penutupan posisi secara otomatis.

4. Kenapa Single Stock Futures pernah dihentikan di Amerika Serikat?

Perdagangan Single Stock Futures di Amerika Serikat berhenti pada 2020 setelah bursa terakhir yang menawarkannya tutup akibat minimnya likuiditas dan rendahnya minat pasar. Selain itu, produk ini berada di bawah pengawasan gabungan regulator sekuritas dan regulator futures, yang membuat strukturnya lebih kompleks dibanding instrumen lain seperti stock options. Meski demikian, Single Stock Futures tetap legal dan masih diperdagangkan aktif di beberapa negara lain.

5. Apakah Single Stock Futures sama dengan crypto futures?

Secara konsep, keduanya sama-sama kontrak derivatif berbasis margin yang memungkinkan posisi long dan short. Perbedaannya terletak pada jenis underlying, struktur kontrak, dan mekanisme pasar. Crypto futures sering hadir dalam bentuk kontrak perpetual tanpa tanggal jatuh tempo, sementara Single Stock Futures umumnya memiliki expiry date dan mengikuti aturan pasar derivatif saham.

 

Itulah informasi menarik tentang Single stock futures yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
UB/IDR
Unibase
2.006
54.31%
TNSR/IDR
Tensor
816
51.11%
SYN/IDR
Synapse
3.049
27.52%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
25%
Nama Harga 24H Chg
BICO/IDR
Biconomy
790
-27.19%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
SLP/IDR
Smooth Lov
8
-20%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
-20%
ALICE/IDR
MyNeighbou
2.450
-15.78%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?
19/06/2026
Monad vs Solana: Mana Lebih Kuat di Dunia Crypto?

Dinamika blockchain Layer-1 dalam beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat.

19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?
19/06/2026
Duel Maut S&P 500 vs Bitcoin, Mana Lebih Untung?

Dunia investasi modern punya dua kubu yang sama-sama yakin bahwa

19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading
19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading

Banyak orang memakai HP setiap hari tanpa benar-benar memahami perangkat

19/06/2026