Pendiri Cardano, Charles Hoskinson menyoroti potensi dampak besar dari rancangan undang-undang kripto di Amerika Serikat yang dikenal sebagai Digital Asset Market Clarity Act of 2025.
Menurutnya, aturan tersebut dapat membuat sejumlah aset kripto, termasuk XRP, dianggap sebagai sekuritas sejak awal peluncurannya.
RUU yang secara resmi bernama H.R. 3633 ini telah disetujui oleh DPR Amerika Serikat. Saat ini, rancangan aturan tersebut sedang dibahas di Senat untuk membangun kerangka regulasi kripto yang lebih jelas.
XRP Berpotensi Dikategorikan Sekuritas
Dilansir dari CoinPedia, Hoskinson menilai struktur dalam RUU tersebut dapat membuat banyak token kripto langsung masuk kategori sekuritas saat diluncurkan.
Menurutnya, aset digital yang diterbitkan oleh tim pendiri untuk mendanai pengembangan jaringan kemungkinan besar akan dianggap sebagai sekuritas.
Selain itu, Hoskinson juga mengajukan pertanyaan kepada komunitas XRP.
Ia mempertanyakan apakah XRP akan dianggap sekuritas saat pertama kali diluncurkan pada 2012, jika aturan dalam RUU tersebut sudah berlaku pada waktu itu.
Pada tahap awal peluncuran, pengembangan XRP Ledger dan distribusi token masih berkaitan erat dengan tim pendirinya.
Tim tersebut kemudian membentuk Ripple Labs. Karena itu, Hoskinson menilai jaringan tersebut kemungkinan belum memenuhi definisi “mature blockchain system”, yaitu jaringan blockchain yang sudah cukup terdesentralisasi.
Baca juga: Bitcoin Rebound! Harga Ethereum, Dogecoin, dan XRP Ikut Terangkat Hari Ini
Token Bisa Berubah Status
Meski demikian, rancangan Crypto Clarity Act juga memberikan kemungkinan perubahan status bagi sebuah token.
Dalam aturan tersebut, aset digital dapat berubah dari sekuritas menjadi komoditas jika jaringan blockchainnya sudah cukup terdesentralisasi.
Jika kondisi itu terpenuhi, pengawasan akan berpindah dari SEC ke CFTC.
Namun demikian, Hoskinson mengingatkan bahwa proses perubahan status tersebut tidak otomatis.
Sebaliknya, proyek kripto harus membuktikan kepada regulator bahwa jaringan mereka tidak lagi bergantung pada tim pengembang awal.
Selain itu, ia menilai mekanisme ini memberi regulator kewenangan besar dalam menentukan apakah sebuah proyek benar-benar sudah terdesentralisasi.
Risiko Regulasi Baru bagi Industri Kripto
Hoskinson juga menyoroti potensi hambatan regulasi baru jika aturan ini diterapkan tanpa kejelasan teknis.
Menurutnya, proyek kripto bisa saja tetap berada dalam status sekuritas lebih lama, tergantung pada interpretasi regulator.
Selain itu, regulator juga dapat menetapkan persyaratan pelaporan tambahan atau prosedur administratif sebelum sebuah proyek dapat keluar dari klasifikasi sekuritas.
Di sisi lain, sebagian pelaku industri berpendapat bahwa aturan baru tetap lebih baik dibandingkan ketidakpastian regulasi.
Namun Hoskinson memiliki pandangan berbeda.
Ia menilai aturan yang kurang tepat justru dapat memperkuat kontrol regulator terhadap proyek kripto dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Pernyataan Charles Hoskinson menyoroti isu penting dalam pembahasan RUU kripto Amerika Serikat.
Jika aturan dalam Digital Asset Market Clarity Act diterapkan seperti yang tertulis saat ini, banyak token kripto berpotensi diklasifikasikan sebagai sekuritas pada tahap awal peluncurannya, termasuk kemungkinan bagi XRP.
Meski demikian, status tersebut dapat berubah jika proyek berhasil membuktikan bahwa jaringannya telah cukup terdesentralisasi.
Karena itu, perdebatan mengenai regulasi ini menunjukkan bahwa industri kripto masih mencari keseimbangan antara kepastian hukum dan inovasi teknologi blockchain.
FAQ
1. Apa itu Digital Asset Market Clarity Act?
Digital Asset Market Clarity Act adalah rancangan undang-undang kripto di Amerika Serikat yang bertujuan membuat kerangka regulasi lebih jelas untuk aset digital dan membagi pengawasan antara SEC dan CFTC.
2. Mengapa XRP disebut bisa dianggap sekuritas?
Menurut Charles Hoskinson, token yang diluncurkan oleh tim pendiri untuk mendanai pengembangan jaringan berpotensi dianggap sebagai sekuritas pada tahap awal.
3. Apa perbedaan sekuritas dan komoditas dalam kripto?
Sekuritas biasanya berada di bawah pengawasan SEC dan terkait dengan investasi pada proyek tertentu. Komoditas lebih dianggap sebagai aset yang diperdagangkan di pasar bebas dan biasanya diawasi oleh CFTC.
4. Kapan sebuah token bisa berubah dari sekuritas menjadi komoditas?
Token dapat berubah status jika jaringan blockchainnya telah dianggap cukup terdesentralisasi dan tidak lagi bergantung pada tim pengembang awal.
5. Mengapa regulasi kripto menjadi isu penting?
Regulasi menentukan bagaimana aset kripto diperdagangkan, diawasi, dan diadopsi oleh institusi. Aturan yang jelas dapat memberikan kepastian hukum bagi proyek dan investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – Cardano’s Charles Hoskinson Has One Question For XRP Community and It Might Be Worth Listening To, diakses pada 6 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
