Seorang trader kripto berpengalaman, Cameron Fous, dilaporkan meraih keuntungan sekitar US$302.000 atau setara Rp5 miliar hanya dalam waktu 14 hari lewat perdagangan XRP.
Profit tersebut bukan hasil spekulasi sesaat, melainkan strategi terukur yang memanfaatkan sinkronisasi pergerakan Bitcoin (BTC) dan XRP.
Fous sendiri dikenal di komunitas trading aset digital karena pendekatannya yang disiplin terhadap struktur pasar dan manajemen risiko.
Momentum Bitcoin Jadi Pemicu Utama

Sumber Gambar: X.com
Menurut penjelasan Fous, peluang besar itu muncul ketika Bitcoin berada di ambang breakout teknikal, sementara XRP justru masih tertahan di bawah area resistensi penting. Kondisi ini menciptakan celah yang jarang terjadi di pasar kripto.
Dalam situasi seperti itu, aliran modal biasanya bergerak berlapis. Bitcoin cenderung memimpin, lalu sebagian dana beralih ke altcoin yang belum bergerak signifikan. XRP saat itu masuk kategori tersebut, sehingga memiliki ruang kenaikan yang relatif lebih besar.
Fous menilai momentum ini krusial karena Bitcoin dan XRP sama-sama berada di titik teknikal sensitif dalam waktu berdekatan, bukan dalam fase yang berjauhan seperti yang sering terjadi.
Baca juga berita terkait: XRP Berpotensi Ungguli Bitcoin Usai Sinyal Langka Ini Muncul
Masuk Bertahap di Area Kunci, Bukan Sekali Masuk
Alih-alih masuk agresif, Fous melakukan akumulasi posisi secara bertahap saat harga XRP mendekati area breakout, dimulai di kisaran US$2,60. Pendekatan ini digunakan untuk membaca respons pasar sekaligus mengendalikan risiko.
Saat tekanan beli meningkat, XRP bergerak cepat menuju area US$3. Namun, Fous tidak mengejar kenaikan lanjutan. Ia memilih keluar ketika tanda-tanda kelelahan harga mulai terlihat, meski potensi upside masih terbuka.
Keputusan keluar lebih awal ini disebutnya sebagai bagian dari disiplin, bukan kegagalan memaksimalkan profit. Bagi Fous, menjaga modal dan konsistensi jauh lebih penting dibanding mengejar puncak harga.
Kesalahan Umum Trader: Terlambat Masuk Altcoin
Dalam penjelasannya, Fous juga menyoroti kesalahan yang kerap dilakukan trader ritel. Banyak pelaku pasar justru masuk ke altcoin setelah Bitcoin menyelesaikan reli besar, ketika risiko koreksi meningkat dan potensi kenaikan mulai menyempit.
Kasus XRP ini berbeda karena fase Bitcoin dan XRP masih sejalan, sehingga risiko dan peluang relatif lebih seimbang. Menurutnya, keselarasan timing inilah yang menjadi pembeda utama dibanding trade altcoin pada umumnya.
Baca selanjutnya: Isu ETF XRP BlackRock Menguat, Seberapa Bullish Dampaknya ke Harga XRP?
Bukan Pertama Kali, XRP Sudah Lama Jadi Andalan Fous
Ini bukan kali pertama Fous mencatatkan hasil signifikan dari XRP. Ia pernah mengungkap bahwa kembalinya ke aktivitas trading pada akhir 2019 juga diawali dengan pembelian XRP di kisaran US$0,20, berdasarkan rekomendasi kolega.
Modal awal sekitar US$20.000 disebut berkembang pesat seiring pergerakan harga dan rotasi ke aset digital lain. Dalam periode tersebut, portofolionya dilaporkan sempat menembus US$1 juta.
Meski begitu, Fous menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesalahan, evaluasi berulang, dan disiplin ketat terhadap risiko.
Kesimpulan
Kisah ini menunjukkan bahwa profit besar di pasar kripto tidak selalu datang dari keberanian mengambil risiko ekstrem.
Timing, pemahaman struktur pasar, dan disiplin keluar posisi justru menjadi faktor utama di balik hasil yang konsisten.
Kasus XRP yang menghasilkan Rp5 miliar dalam dua pekan ini lebih tepat dibaca sebagai studi strategi, bukan tolok ukur atau jaminan hasil serupa bagi semua trader.
FAQ
- Apa yang dimaksud trader XRP dalam berita ini?
Trader XRP merujuk pada pelaku pasar yang aktif memperdagangkan aset XRP, baik untuk jangka pendek maupun menengah, dengan pendekatan analisis teknikal dan manajemen risiko. - Apakah profit Rp5 miliar dari XRP ini bisa ditiru?
Tidak ada jaminan hasil serupa. Profit tersebut bergantung pada timing pasar, pengalaman, serta kondisi teknikal yang jarang terjadi secara bersamaan. - Mengapa pergerakan Bitcoin berpengaruh ke XRP?
Bitcoin sering menjadi pemimpin arah pasar kripto. Saat Bitcoin menguat, sebagian modal biasanya mengalir ke altcoin seperti XRP, terutama jika aset tersebut belum bergerak signifikan. - Kapan waktu berisiko masuk ke altcoin seperti XRP?
Risiko cenderung meningkat ketika altcoin dibeli setelah Bitcoin menyelesaikan reli besar, karena potensi koreksi biasanya lebih tinggi dibanding peluang kenaikan. - Apa pelajaran utama dari strategi trader XRP ini?
Pelajaran utamanya adalah pentingnya disiplin masuk dan keluar posisi, memahami struktur pasar, serta tidak mengejar harga hanya karena sentimen atau euforia jangka pendek.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- TimesTabloid – Experienced XRP Trader Makes $302,000 in Two Weeks: Details, diakses pada 13 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Whale Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


