Perusahaan pembeli Bitcoin (BTC), Strategy, melaporkan kerugian bersih sebesar US$12,4 miliar pada kuartal keempat 2025, menjadikannya kerugian terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Tekanan ini terjadi seiring anjloknya harga Bitcoin hingga 22% selama periode tersebut.
Dalam laporan keuangannya, Strategy menyebut penurunan tajam harga Bitcoin menjadi faktor utama yang menekan kinerja keuangan perusahaan sepanjang kuartal terakhir tahun lalu.
Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi di kisaran US$126.000 pada awal Oktober, sebelum terkoreksi tajam dan ditutup di bawah US$88.500 per 31 Desember 2025.
Sepanjang tahun berjalan, harga Bitcoin tercatat telah turun sekitar 30% ke area US$64.500, lebih rendah dari harga rata-rata pembelian Strategy di US$76.052 per BTC.
Nilai Bitcoin Turun, Kerugian Akuntansi Membengkak
Strategy saat ini memegang 713.502 Bitcoin, menjadikannya salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan BTC terbesar.
Penurunan harga tersebut mendorong nilai kepemilikan Bitcoin Strategy turun sekitar 17,5%, memicu lonjakan kerugian akuntansi dalam laporan kuartalan.
Kerugian ini terjadi meski Strategy tidak melakukan penjualan Bitcoin dalam periode tersebut. Penurunan nilai dicatat sebagai kerugian berdasarkan harga pasar Bitcoin yang melemah signifikan.
Baca selanjutnya: Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Anjlok Parah Mendekati $60.000 Hari Ini?
Pendapatan Naik, Saham Tetap Tertekan
Di tengah tekanan tersebut, Strategy mencatat pendapatan kuartalan sebesar US$123 juta, naik 1,9% secara tahunan, didorong oleh kinerja unit bisnis intelligence perusahaan.

Sumber Gambar: Google Finance via Cointelegraph
Namun pasar merespons negatif laporan rugi jumbo tersebut. Saham Strategy (MSTR) anjlok 17% dalam satu hari perdagangan, seiring melemahnya harga Bitcoin dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eksposur aset kripto perusahaan.
Manajemen Klaim Fondasi Keuangan Masih Kuat
Meski mencatat kerugian besar, manajemen Strategy menegaskan kondisi keuangan perusahaan tetap solid. Chief Financial Officer Strategy, Andrew Kang, menyebut struktur modal perusahaan kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
“Strategy menyebut telah membangun fondasi digital berbasis 713.502 Bitcoin, dengan strategi Digital Credit yang dirancang untuk mendukung kepemilikan Bitcoin jangka panjang,” ujarnya dikutip dari Cointelegraph.
Strategy juga melaporkan saldo kas sebesar US$2,25 miliar, cukup untuk menutupi kebutuhan dividen hingga 30 bulan ke depan.
Selain itu, perusahaan tidak memiliki utang besar yang jatuh tempo hingga 2027, sehingga tidak berada di bawah tekanan untuk melepas Bitcoin dalam waktu dekat.
CEO Strategy, Phong Le, turut menegaskan bahwa nilai perusahaan masih berada di atas total cadangan Bitcoin yang dimiliki, sementara utang konversi sebesar US$8,2 miliar hanya merepresentasikan sekitar 13% leverage bersih, lebih rendah dibandingkan banyak perusahaan dalam indeks S&P 500.
“Saya tidak khawatir, kami tidak khawatir, dan tidak, kami tidak mengalami masalah,” tegasnya dikutip dari.
Baca berikutnya: Bitcoin (BTC) Terus Turun Meski Likuidasi Usai, Ini Masalah Sebenarnya
Kesimpulan
Kasus Strategy kembali menyoroti risiko volatilitas Bitcoin terhadap laporan keuangan perusahaan publik.
Saat harga Bitcoin melonjak, nilai perusahaan ikut terdongkrak. Namun ketika pasar berbalik arah, dampaknya langsung tercermin dalam neraca dan kinerja saham.
Bagi investor, laporan ini menjadi pengingat bahwa eksposur besar terhadap Bitcoin tidak hanya menawarkan potensi keuntungan, tetapi juga membawa konsekuensi signifikan saat pasar mengalami koreksi.
FAQ
- Mengapa Strategy bisa rugi US$12,4 miliar padahal tidak menjual Bitcoin?
Kerugian tersebut berasal dari penurunan nilai Bitcoin yang dicatat secara akuntansi akibat harga pasar yang turun, bukan dari penjualan aset. - Apakah kerugian Strategy berarti perusahaan mengalami krisis likuiditas?
Tidak. Strategy masih memiliki saldo kas US$2,25 miliar dan tidak menghadapi kewajiban utang besar hingga 2027. - Berapa jumlah Bitcoin yang dimiliki Strategy saat ini?
Strategy memegang sekitar 713.502 Bitcoin, dengan harga beli rata-rata di kisaran US$76.052 per BTC. - Mengapa saham Strategy ikut anjlok setelah laporan keuangan dirilis?
Investor bereaksi terhadap kerugian besar dan pelemahan harga Bitcoin, sehingga menekan sentimen terhadap saham Strategy. - Apakah Strategy berencana menjual Bitcoin untuk menutup kerugian?
Manajemen menyatakan tidak ada tekanan untuk menjual Bitcoin dalam waktu dekat, karena struktur keuangan dan likuiditas perusahaan dinilai masih kuat.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


