Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tekanan jual yang terjadi sepanjang Juni 2026.
Namun, melansir dari CryptoPotato, arah pergerakan selanjutnya masih akan ditentukan oleh kemampuan BTC menembus zona resistance US$64.000 hingga US$66.500, yang selama ini menjadi penghalang setiap reli.
Jika berhasil melewati area tersebut, peluang kenaikan menuju kisaran US$72.000 hingga US$74.000 dinilai semakin terbuka.
Sebaliknya, kegagalan breakout dapat membuat Bitcoin kembali bergerak dalam fase konsolidasi atau menguji support yang lebih rendah.
Bitcoin Dekati Resistance Penting setelah Pulih dari Zona Support
Pada grafik harian, Bitcoin berhasil memantul dari area demand US$58.000 hingga US$61.000, yang sebelumnya menjadi titik masuk pembeli saat tekanan jual meningkat.

Sumber Gambar: TradingView
Selain itu, indikator Relative Strength Index (RSI) mulai membentuk bullish divergence, yakni kondisi ketika momentum pelemahan mulai berkurang meski harga belum sepenuhnya pulih. Sinyal ini sering dipandang sebagai indikasi awal bahwa minat beli mulai kembali muncul.
Meski begitu, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah moving average (MA) 100 hari dan MA 200 hari, yang keduanya masih mengarah ke bawah.
Kondisi tersebut menunjukkan tren jangka menengah belum berubah sehingga breakout di atas US$64.000 hingga US$66.500 masih menjadi konfirmasi utama sebelum pasar dapat membangun tren kenaikan yang lebih kuat.
Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC) Sudah Bottom? 3 Sinyal Ini Bisa Tentukan Bull Run Berikutnya
Heatmap Likuidasi Tunjukkan Target Berikutnya
Pada timeframe empat jam, Bitcoin memperlihatkan pemulihan yang lebih solid setelah membentuk dasar harga di kisaran US$58.000 hingga US$59.000.

Sumber Gambar: TradingView via CryptoPotato
Reli tersebut membawa harga mendekati descending trendline yang telah membatasi pergerakan sejak pertengahan Juni.
Sebelum mencapai area resistance, harga sempat menyapu likuiditas di sekitar US$61.000 hingga US$62.000. Pergerakan ini dikenal sebagai liquidity grab, yaitu ketika harga bergerak menuju area yang dipenuhi order beli maupun stop-loss sebelum menentukan arah berikutnya.

Sumber Gambar: Coinglass
Analisis heatmap likuidasi selama 3 hari terakhir juga menunjukkan akumulasi posisi leverage terbesar berada di kisaran US$64.000 hingga US$66.000.
Zona tersebut berpotensi menjadi tujuan pergerakan harga dalam jangka pendek karena pasar cenderung bergerak menuju area dengan likuiditas tinggi.
Apabila Bitcoin mampu menembus area tersebut dan bertahan di atasnya, momentum bullish diperkirakan akan semakin menguat.
Namun, jika harga kembali ditolak setelah menyentuh zona likuiditas itu, reli saat ini berisiko hanya menjadi kenaikan sementara sebelum pasar mencari keseimbangan baru.
Baca berikutnya: Bitcoin dan XRP Jadi Pelarian Saat Yen Jepang Terpuruk, Ada Apa?
Kesimpulan
Bitcoin mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah bertahan di atas zona support utama dan didukung melemahnya tekanan jual.
Namun, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada area US$64.000 hingga US$66.500 sebagai level yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.
Breakout yang terkonfirmasi dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut, sedangkan penolakan di area tersebut berisiko memperpanjang fase konsolidasi.
FAQ
- Apa perbedaan relief rally dan bull run?
Relief rally adalah kenaikan harga sementara yang terjadi setelah penurunan tajam, sedangkan bull run merupakan tren kenaikan yang berlangsung lebih lama dan didukung perubahan struktur pasar menjadi bullish. - Mengapa resistance sering menjadi area yang sulit ditembus?
Resistance merupakan zona dengan tekanan jual yang tinggi karena banyak investor memilih mengambil keuntungan atau menutup posisi ketika harga kembali ke level tersebut. - Apa fungsi heatmap likuidasi dalam analisis Bitcoin?
Heatmap likuidasi membantu trader melihat area dengan konsentrasi posisi leverage terbesar. Informasi ini sering digunakan untuk mengidentifikasi level yang berpotensi menjadi tujuan pergerakan harga. - Apakah bullish divergence menjamin harga Bitcoin akan naik?
Tidak. Bullish divergence hanya menunjukkan bahwa momentum penurunan mulai melemah. Konfirmasi tetap diperlukan melalui breakout resistance, volume perdagangan, atau sinyal teknikal lainnya. - Mengapa moving average 100 hari dan 200 hari penting?
MA 100 hari dan MA 200 hari banyak digunakan untuk membaca tren jangka menengah hingga panjang. Selama harga berada di bawah kedua indikator tersebut, tren pasar umumnya masih dianggap lemah oleh banyak analis.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


