Tesla (TSLA) memastikan tidak melakukan penjualan maupun pembelian Bitcoin (BTC) sepanjang kuartal keempat 2025, meski harus mencatat kerugian digital asset sebesar US$239 juta. Informasi ini terungkap dalam laporan keuangan kuartalan terbaru perusahaan.
Sepanjang periode tersebut, kepemilikan Bitcoin Tesla tetap berada di level 11.509 BTC, tanpa perubahan sedikit pun. Namun, nilai aset tersebut tertekan seiring penurunan harga Bitcoin yang cukup tajam di akhir tahun.
Baca juga berita terbaru: Kenapa Bitcoin (BTC) Turun Setelah The Fed Umumkan FOMC Januari 2026?
Harga Bitcoin Turun, Tesla Catat Kerugian Akuntansi
Kerugian yang dibukukan Tesla berasal dari penurunan harga Bitcoin dari kisaran US$114.000 menjadi sekitar US$88.000 selama tiga bulan terakhir 2025. Penurunan ini memaksa Tesla mencatat after-tax mark-to-market loss pada aset kriptonya.
Perlu dicatat, kerugian tersebut bersifat unrealized loss, karena Tesla tidak melepas kepemilikan Bitcoin di pasar. Dengan harga Bitcoin saat ini yang mendekati US$89.000, nilai total BTC yang dimiliki Tesla masih berada di kisaran US$1 miliar.
Keputusan Tesla untuk tetap mempertahankan Bitcoin menegaskan sikap perusahaan yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada Februari 2021, Tesla sempat mengumumkan pembelian 43.200 BTC senilai sekitar US$1,7 miliar.
Namun pada 2022, Tesla menjual sekitar 75% dari kepemilikan tersebut, tepat saat pasar kripto berada di fase pelemahan. Sejak penjualan besar itu, sisa Bitcoin yang dimiliki Tesla cenderung stabil dan tidak banyak berubah hingga kini.
Baca berikutnya: Elon Musk Diprediksi Bakal All-In Bitcoin di 2026, Ini Alasannya
Dampak Bitcoin ke Laporan Keuangan Tesla
Di luar isu kripto, Tesla melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar US$24,9 miliar, sedikit di bawah ekspektasi pasar. Sementara itu, laba per saham (EPS) tercatat US$0,50, lebih tinggi dari konsensus analis.
Pasar merespons laporan keuangan tersebut secara positif. Saham Tesla (TSLA) tercatat naik sekitar 3,4% pada perdagangan after hours, menunjukkan bahwa kerugian Bitcoin tidak menjadi faktor dominan dalam penilaian investor terhadap kinerja perusahaan.
Kesimpulan
Keputusan Tesla untuk tidak menjual Bitcoin di tengah tekanan harga kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
Di saat banyak perusahaan memilih mengurangi eksposur terhadap aset kripto saat volatilitas meningkat, Tesla justru mempertahankan posisinya.
Langkah ini memperkuat persepsi bahwa Bitcoin masih dipandang Tesla sebagai bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar instrumen spekulatif jangka pendek.
FAQ
- Apakah Tesla menjual Bitcoin setelah rugi US$239 juta?
Tidak. Tesla memastikan tidak melakukan penjualan Bitcoin sepanjang kuartal keempat 2025. Kerugian yang dicatat bersifat akuntansi akibat penurunan harga Bitcoin, bukan karena transaksi jual beli. - Berapa jumlah Bitcoin yang dimiliki Tesla saat ini?
Tesla masih memegang 11.509 BTC, jumlah yang tidak berubah sejak beberapa kuartal terakhir. - Kenapa Tesla bisa rugi meski tidak menjual Bitcoin?
Kerugian terjadi karena aturan akuntansi yang mewajibkan perusahaan mencatat penurunan nilai aset digital saat harga pasar turun, meskipun aset tersebut belum dijual. - Apakah kerugian ini berdampak besar ke bisnis Tesla?
Dampaknya relatif terbatas. Laporan keuangan Tesla tetap menunjukkan laba per saham di atas ekspektasi, dan saham TSLA justru menguat setelah laporan dirilis. - Apakah Tesla masih percaya pada Bitcoin?
Sikap Tesla yang tetap mempertahankan Bitcoin di tengah volatilitas menunjukkan bahwa aset kripto ini masih diperlakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinDesk – Tesla made no changes to bitcoin holdings in Q4 as it booked $239 million digital asset loss, diakses pada 29 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
