Pemerintah Amerika Serikat berpeluang kembali beroperasi penuh setelah Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) meloloskan RUU pendanaan untuk mengakhiri partial government shutdown.
Presiden AS Donald Trump disebut siap menandatangani aturan tersebut, langkah yang langsung direspons pasar kripto dengan penguatan harga Bitcoin (BTC to IDR).

Sumber Gambar: US House of Representatives via Cointelegraph
RUU senilai sekitar US$1,2 triliun itu disetujui DPR dengan suara tipis 217 berbanding 214 dan akan mendanai sebagian besar aktivitas pemerintah hingga akhir September.
Keputusan ini diambil setelah shutdown parsial selama empat hari yang sempat menekan sentimen pasar global.
Bitcoin Rebound Usai DPR AS Loloskan RUU Pendanaan

Sumber Gambar: TradingView
Tak lama setelah kabar pengesahan RUU, Bitcoin bergerak naik dari level terendah hariannya. Data pasar menunjukkan harga BTC sempat turun ke kisaran US$73.000 sebelum berbalik menguat dan menembus area US$74.000 hingga mendekati US$75.000.
Kenaikan ini dipandang sebagai respons langsung atas meredanya risiko politik jangka pendek di Amerika Serikat. Investor cenderung kembali masuk ke aset berisiko setelah kepastian anggaran pemerintah mulai terlihat, meski penguatan Bitcoin masih bersifat terbatas.
Altcoin utama juga ikut bergerak, meskipun performanya belum sepenuhnya pulih. Ethereum, misalnya, masih bertahan di sekitar level psikologis US$2.200 dan belum menunjukkan pembalikan tren yang kuat.
Baca selanjutnya: Galaxy Digital: Minim Katalis, Harga Bitcoin (BTC) Bisa Lanjut Turun
Peran Trump dan Isu Anggaran yang Belum Sepenuhnya Tuntas
Meski Trump diperkirakan akan menandatangani RUU tersebut, beberapa isu krusial belum sepenuhnya selesai.
Pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) hanya berlaku selama dua minggu, membuka kembali ruang negosiasi terkait kebijakan imigrasi dan pengawasan perbatasan.
Artinya, kepastian anggaran kali ini lebih berfungsi sebagai penahan gejolak jangka pendek, bukan solusi menyeluruh. Pasar masih mencermati potensi dinamika politik lanjutan yang dapat kembali memengaruhi stabilitas makro AS.
Dampak Makro: Data Ekonomi AS Kembali Dinanti Pasar
Berakhirnya shutdown juga membuka jalan bagi rilis data ekonomi penting yang sempat tertunda, termasuk laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari dari Bureau of Labor Statistics.
Data ini menjadi sorotan karena berpengaruh langsung terhadap arah kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga.
Bagi pasar kripto, data makro seperti inflasi dan tingkat pengangguran kerap menjadi pemicu volatilitas, terutama di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi tekanan dari arus keluar ETF Bitcoin dan aksi jual dari miner.
Meski rebound Bitcoin memberi sinyal positif, sejumlah faktor struktural masih menekan pasar. Sepanjang periode sebelumnya, harga BTC tertekan oleh kombinasi sentimen makro, kekhawatiran kebijakan moneter, serta tekanan jual internal pasar kripto.
Baca juga berita terkait: Bagaimana Arah Harga Bitcoin (BTC) di Bulan Februari 2026?
Kesimpulan
Kesiapan Trump mengakhiri shutdown pemerintah AS memberi napas lega bagi pasar, termasuk aset kripto.
Bitcoin merespons cepat dengan rebound dari level terendah, menandakan sensitivitas tinggi pasar kripto terhadap stabilitas politik dan fiskal Amerika Serikat.
Namun, selama isu anggaran lanjutan, kebijakan moneter, dan tekanan internal pasar belum sepenuhnya mereda, arah sentimen kripto ke depan masih akan sangat bergantung pada data dan keputusan lanjutan dari Washington.
FAQ
- Apa itu government shutdown di Amerika Serikat?
Government shutdown terjadi ketika pemerintah AS gagal menyepakati anggaran, sehingga sebagian lembaga negara harus menghentikan operasional sementara karena tidak mendapat pendanaan. - Kenapa shutdown AS bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Shutdown meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan politik. Ketika risiko mereda, investor cenderung kembali ke aset berisiko seperti Bitcoin, sehingga memicu pergerakan harga. - Apakah kenaikan Bitcoin kali ini menandakan tren bullish baru?
Belum tentu. Kenaikan saat ini lebih mencerminkan respons jangka pendek terhadap kabar politik, sementara tekanan makro dan faktor internal kripto masih membayangi. - Data ekonomi apa yang paling ditunggu setelah shutdown berakhir?
Salah satunya laporan ketenagakerjaan AS, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter dan sentimen pasar global, termasuk kripto. - Apakah kebijakan Trump soal anggaran berdampak langsung ke pasar kripto?
Secara tidak langsung, iya. Keputusan fiskal dan politik AS memengaruhi stabilitas makro, likuiditas, serta sikap investor terhadap aset berisiko seperti kripto.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Trump expected to sign bill to end partial US government shutdown, diakses pada 4 Februari 2026
- CoinGape – Breaking: Bitcoin Bounces as U.S. House Passes Bill To End Government Shutdown, diakses pada 4 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Donald Trump, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


