Harga Bitcoin (BTC to IDR) memasuki Februari 2026 dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis US$100.000.
Penolakan tersebut memicu aksi ambil untung jangka pendek, namun tekanan jual dinilai mulai mereda seiring stabilnya permintaan pasar.
Sejumlah indikator on-chain, kebijakan makro global, hingga pergerakan ETF Bitcoin menjadi faktor utama yang membentuk arah harga BTC dalam beberapa pekan ke depan.
Bitcoin Gagal Breakout, Harga Beralih ke Fase Konsolidasi
Pada Januari 2026, Bitcoin sempat mencoba menembus level US$100.000, tetapi tidak mampu bertahan.
Penolakan di area tersebut mendorong harga bergerak sideways dan memicu profit taking dari investor jangka pendek.
Meski demikian, pergerakan harga pasca-penurunan tidak menunjukkan tekanan jual agresif. BTC justru bergerak stabil di kisaran US$88.000–US$90.000, mencerminkan pasar yang mulai menemukan keseimbangan baru antara penjual dan pembeli.
Baca berita terbaru lainnya: Bagaimana Arah Harga Ripple (XRP) di Bulan Februari 2026?
Data On-Chain Tunjukkan Tekanan Jual Mulai Diserap Pasar

Sumber Gambar: Glassnode via Be(in)crypto
Salah satu indikator penting yang disorot adalah Realized Profit/Loss Ratio dengan rata-rata pergerakan 90 hari.
Dalam siklus Bitcoin sebelumnya, reli harga yang berkelanjutan biasanya terjadi ketika rasio ini mampu bertahan di atas level 5,0.
Saat ini, rasio tersebut belum sepenuhnya menembus ambang tersebut, namun arahnya mulai membaik.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa aksi ambil untung yang terjadi masih dapat diserap oleh permintaan baru, sehingga tidak langsung menekan harga lebih dalam.
Kebijakan The Fed dan Sentimen Pasar Jadi Penopang

Sumber Gambar: Santiment via Be(in)crypto
Dari sisi makro, Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga pada pertemuan awal tahun.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyebut suku bunga saat ini berada di kisaran netral, memberi sinyal jeda pengetatan moneter.
Kondisi tersebut dinilai mendukung aset berisiko, termasuk Bitcoin. Data sentimen juga menunjukkan pasar belum memasuki fase euforia.
Secara historis, sentimen yang masih berhati-hati sering kali membuka ruang bagi kenaikan harga secara bertahap.
Tekanan ETF Bitcoin Mulai Berkurang

Sumber Gambar: SoSoValue via Be(in)crypto
Pergerakan ETF Bitcoin spot turut menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam tiga bulan terakhir, ETF mencatat arus keluar yang signifikan, dengan nilai mencapai US$3,48 miliar pada November 2025 dan US$1,09 miliar pada Desember.
Namun, pada Januari 2026, arus keluar menyusut drastis menjadi sekitar US$278 juta. Perlambatan ini mengindikasikan melemahnya tekanan jual dari investor institusional. Jika arus ETF berbalik positif pada Februari, hal tersebut berpotensi memperkuat stabilitas harga Bitcoin.
Baca selanjutnya: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP Dinilai Hadapi Fase Penting Tahun Ini
Level Teknis yang Perlu Diperhatikan di Februari 2026

Sumber Gambar: TradingView via Be(in)crypto
Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak dalam pola ascending broadening wedge dan baru saja memantul dari area support bawah.
Level US$90.000 menjadi titik krusial yang harus direbut kembali untuk membuka peluang penguatan lanjutan.
Jika BTC mampu bertahan di atas level tersebut, area US$98.000 menjadi target terdekat. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support di kisaran US$87.210 berpotensi membuka ruang koreksi menuju US$84.698 dan menunda skenario penguatan.
Kesimpulan
Memasuki Februari 2026, arah harga Bitcoin belum menunjukkan konfirmasi reli besar, namun sejumlah indikator mengarah pada kondisi pasar yang lebih stabil. W
Melemahnya tekanan jual, dukungan kebijakan makro, serta perlambatan arus keluar ETF memberi dasar bagi potensi pergerakan positif.
Meski peluang kenaikan terbuka, level teknis kunci tetap menjadi penentu. Pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area support utama dan respons pasar terhadap faktor makro global.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Bitcoin Price Prediction: What To Expect From BTC In February 2026?, diakses pada 3 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
