Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache militer AS di dekat Selat Hormuz.
Di tengah memanasnya konflik, pasar keuangan global langsung bereaksi. Namun berbeda dari pola yang biasanya terjadi saat krisis geopolitik.
Akibatnya, harga Bitcoin (BTC), emas, dan perak sama-sama melemah dalam perdagangan terbaru.
Harga Emas, Perak, dan Bitcoin Kompak Melemah

Sumber: CoinMarketCap
Data Rabu (10/6) menunjukkan Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar $61.390, turun 2,08% dalam 24 jam terakhir.
Sementara, emas turun 1,01% ke level $4.179. Meski terkoreksi dalam jangka pendek, emas masih mencatat kenaikan sekitar 24,69% dalam setahun terakhir.

Sumber: Tradingeconomics
Tekanan lebih besar terjadi pada perak. Harga perak turun 1,74% ke level $64,17 dan terkoreksi 25,26% dalam sebulan terakhir.
Pergerakan serentak ini menunjukkan investor sedang mengurangi eksposur ke berbagai aset sekaligus sambil menunggu perkembangan terbaru dari konflik yang sedang berlangsung.
Baca juga: Saylor Belum Menyerah, Strategy Borong 1.550 Bitcoin (BTC) Saat Pasar Lesu
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran
Berdasarkan berita terbaru dari BBC, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi militer dimulai pada Selasa pukul 17.00 EST setelah Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter Apache AS.
Menurut keterangan resmi, dua pilot berhasil diselamatkan melalui operasi yang melibatkan drone laut tanpa awak milik militer AS.
Washington menyebut serangan tersebut sebagai respons yang “proporsional” terhadap tindakan yang dianggap sebagai agresi Iran.
Media Iran melaporkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah pesisir Teluk Persia, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Pemerintah Iran sendiri belum mengklaim bertanggung jawab atas insiden helikopter tersebut.
Namun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa negaranya tidak akan membiarkan serangan atau ancaman tanpa balasan. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa eskalasi konflik masih berpotensi berlanjut.
Mengapa Bitcoin, Emas, dan Perak Sama-sama Turun?
Secara historis, emas dianggap sebagai aset safe haven ketika ketegangan geopolitik meningkat. Namun kali ini pasar bergerak berbeda.
Data menunjukkan investor justru melakukan aksi pengurangan risiko secara menyeluruh. Kondisi ini terlihat dari pelemahan yang terjadi tidak hanya pada Bitcoin, tetapi juga pada emas dan perak dalam waktu yang hampir bersamaan.
Pasar juga sedang mencermati potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia. Jika konflik berlanjut, harga minyak berpotensi naik dan memicu tekanan inflasi baru di berbagai negara.
Kesimpulan
Serangan terbaru AS terhadap Iran kembali menempatkan faktor geopolitik sebagai perhatian utama pasar global.
Namun reaksi aset kali ini menunjukkan bahwa investor belum melihat konflik tersebut sebagai alasan untuk langsung memburu aset safe haven.
Bitcoin turun ke sekitar $61.390, emas melemah ke $4.179, dan perak turun ke $64,17. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar masih berada dalam mode menunggu sambil mencermati apakah konflik akan mereda atau justru berkembang menjadi krisis yang lebih luas.
FAQ
1. Mengapa harga Bitcoin turun setelah serangan AS ke Iran?
Ketegangan geopolitik meningkatkan ketidakpastian pasar. Dalam situasi seperti ini, sebagian investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko termasuk Bitcoin.
2. Bukankah emas biasanya naik saat terjadi konflik militer?
Ya, emas sering dianggap sebagai aset safe haven. Namun pada fase awal krisis, investor terkadang menjual berbagai aset sekaligus untuk meningkatkan likuiditas dan mengurangi risiko.
3. Apa pentingnya Selat Hormuz bagi pasar global?
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini dapat memengaruhi harga energi dan inflasi global.
4. Mengapa harga perak turun lebih besar dibanding emas?
Selain berfungsi sebagai aset investasi, perak juga digunakan dalam sektor industri. Kekhawatiran perlambatan ekonomi dapat menekan permintaan industri dan berdampak pada harga perak.
5. Apakah konflik AS-Iran bisa memengaruhi harga kripto dalam jangka panjang?
Dampaknya bergantung pada seberapa besar eskalasi konflik. Jika ketegangan berlanjut dan memicu gejolak ekonomi global, volatilitas pasar kripto dapat meningkat.
6. Apa yang saat ini paling diperhatikan investor?
Pelaku pasar sedang memantau kemungkinan respons lanjutan dari Iran, perkembangan situasi di Selat Hormuz, serta dampaknya terhadap harga minyak dan sentimen pasar global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Donald Trump





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
