Pendiri Ethereum (ETH), Vitalik Buterin kembali menjelaskan arah besar pengembangan jaringan Ethereum.
Kali ini, salah satu pendiri Ethereum itu membandingkan struktur jaringan ETH dengan Linux dan BitTorrent, dua sistem terbuka yang dikenal mampu tumbuh besar tanpa kehilangan sifat desentralisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Vitalik melalui serangkaian unggahan publik yang membahas filosofi desain Ethereum, batas teknis jaringan, serta pendekatan scaling jangka panjang yang sedang dikembangkan.
Ethereum Ingin Tumbuh Seperti Linux, Tetap Terbuka dan Netral

Sumber Gambar: X.com
Vitalik menilai Linux sebagai contoh sukses sistem open source yang bisa digunakan oleh individu, institusi besar, hingga pemerintah, tanpa kehilangan prinsip kebebasan pengguna. Menurutnya, Ethereum menargetkan jalur yang serupa.
Ethereum dirancang agar siapa pun yang ingin mandiri tetap bisa berinteraksi langsung dengan jaringan. Di saat yang sama, pengembang juga diberi ruang untuk membangun aplikasi yang lebih sederhana dan mudah diakses oleh pengguna dalam jumlah besar.
Pendekatan ini, menurut Vitalik, memungkinkan Ethereum melayani dua kebutuhan sekaligus: kebebasan penuh bagi pengguna teknis, dan kenyamanan bagi pengguna umum melalui produk turunan yang dibangun di atasnya.
Baca berikutnya: Ethereum Naikkan Blob Limit ke 21, Biaya Transaksi Layer 2 Makin Murah
Analogi BitTorrent: Skala Besar Tanpa Server Terpusat
Selain Linux, Vitalik juga menyebut BitTorrent sebagai perbandingan penting. Sistem peer to peer tersebut mampu menangani distribusi data dalam skala besar tanpa mengandalkan server pusat.
Ethereum, menurut Vitalik, ingin mencapai skala serupa melalui mekanisme konsensus, bukan sentralisasi infrastruktur.
Dengan model ini, jaringan tetap dapat digunakan oleh individu maupun organisasi tanpa bergantung pada perantara atau pihak tertentu.
Prinsip tersebut juga dinilai relevan bagi institusi dan perusahaan yang ingin menekan risiko pihak lawan atau counterparty risk. Dalam konteks Ethereum, konsep ini dikenal sebagai trustlessness.
Fokus Scaling Ethereum: Bandwidth, Bukan Sekadar Kecepatan
Dalam penjelasannya, Vitalik menegaskan bahwa strategi scaling Ethereum lebih menekankan peningkatan bandwidth dibandingkan pemangkasan latency.
Bandwidth dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan tanpa mengorbankan desentralisasi. Sebaliknya, latency menghadapi batas fisik, seperti jarak geografis dan kecepatan cahaya, yang tidak bisa dihindari oleh jaringan global.
Ethereum, kata Vitalik, harus tetap bisa dijalankan oleh node rumahan, termasuk di wilayah dengan infrastruktur terbatas. Jika biaya atau kebutuhan teknis node terlalu tinggi, risiko sentralisasi justru meningkat.
Teknologi Pendukung: PeerDAS dan Zero-Knowledge Proof

Sumber Gambar: X.com
Untuk mendukung pertumbuhan kapasitas jaringan, Vitalik menyebut teknologi seperti PeerDAS dan zero-knowledge proofs sebagai kunci.
Dengan pendekatan ini, Ethereum disebut berpotensi meningkatkan kapasitasnya hingga ribuan kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.
Menurutnya, tidak ada hukum fisika yang membatasi peningkatan bandwidth dalam skala tersebut. Yang perlu dijaga adalah agar peningkatan ini tetap sejalan dengan prinsip keterbukaan dan keterjangkauan jaringan.
Baca selanjutnya: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP Turun Bersamaan, Ini Pemicunya
Layer 2 Tetap Jadi Bagian Inti Ekosistem
Vitalik juga menegaskan bahwa Ethereum tidak dirancang sebagai sistem dengan respons instan layaknya server gim.
Ia menyebut Ethereum sebagai “detak jantung global” yang mengutamakan keamanan dan konsistensi.
Aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi tetap akan mengandalkan sistem off-chain atau layer 2.
Bahkan, dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, Vitalik memprediksi akan muncul chain lokal atau regional yang tetap terhubung ke Ethereum melalui desain layer 2.
Pendekatan ini menegaskan bahwa layer 2 bukan solusi sementara, melainkan bagian permanen dari arsitektur Ethereum.
Pergerakan Harga ETH Jadi Latar Belakang Pasar
Di tengah pembahasan teknis tersebut, ETH diperdagangkan di kisaran US$3.111 dengan kenaikan harian sekitar 2,78%.
Area support utama berada di rentang US$3.020 hingga US$3.050, yang menjadi perhatian pelaku pasar dalam jangka pendek.
Meski demikian, Vitalik menekankan bahwa arah pengembangan jaringan berjalan terpisah dari fluktuasi harga. Fokus utama Ethereum tetap pada keberlanjutan, akses global, dan pertumbuhan teknis jangka panjang.
Kesimpulan
Melalui analogi Linux dan BitTorrent, Vitalik Buterin menegaskan bahwa Ethereum tidak mengejar pertumbuhan cepat dengan mengorbankan prinsip dasar.
Jaringan ini diposisikan sebagai fondasi terbuka yang bisa digunakan siapa saja, dari individu hingga institusi, dengan pendekatan scaling yang realistis dan berkelanjutan.
FAQ
- Mengapa Ethereum dibandingkan dengan Linux?
Karena Linux menunjukkan bahwa sistem open source bisa digunakan secara luas tanpa kehilangan kebebasan pengguna. Ethereum ingin mengikuti model serupa sebagai jaringan terbuka dan netral. - Apa arti perbandingan Ethereum dengan BitTorrent?
BitTorrent adalah sistem peer to peer yang bisa skala besar tanpa server pusat. Ethereum menargetkan pertumbuhan serupa melalui konsensus, bukan sentralisasi. - Apa fokus utama scaling Ethereum menurut Vitalik?
Ethereum lebih memprioritaskan peningkatan bandwidth dibandingkan pengurangan latency, agar kapasitas jaringan meningkat tanpa merusak desentralisasi. - Apakah Ethereum akan menjadi jaringan super cepat?
Tidak. Ethereum tidak dirancang sebagai sistem dengan respons instan. Aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi akan memanfaatkan layer 2 atau sistem off-chain. - Mengapa layer 2 tetap penting bagi Ethereum?
Layer 2 memungkinkan aplikasi berjalan lebih cepat dan efisien, sambil tetap mengandalkan keamanan Ethereum sebagai base layer. - Apakah rencana scaling Ethereum memengaruhi harga ETH?
Pengembangan jaringan dan pergerakan harga adalah dua hal berbeda. Namun, arah teknis jangka panjang dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- TheCoinRepublic – Ethereum News: Vitalik Buterin Compares ETH to Linux, Outlines Scaling Path, diakses pada 9 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Berita Blockchain, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


