CLARITY Act kembali menjadi sorotan setelah dijadwalkan masuk dalam agenda pembahasan DPR Amerika Serikat pada Juli 2026.
Regulasi ini dinilai penting karena dapat memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital sekaligus menjadi salah satu katalis yang paling dinantikan investor kripto.
Jika pembahasannya kembali tertunda atau gagal disahkan, analis menilai pasar mungkin tidak langsung mengalami penurunan tajam.
Namun, optimisme yang selama ini menopang harga sejumlah aset, terutama XRP, berpotensi mulai memudar.
XRP Dinilai Menjadi Penerima Manfaat Terbesar
CLARITY Act kini akan memasuki tahap pembahasan di DPR AS. RUU tersebut masih harus melalui sejumlah proses legislasi sebelum resmi menjadi undang-undang.
Dikutip dari CCN, XRP dinilai sebagai aset yang paling berpotensi memperoleh manfaat apabila CLARITY Act disahkan karena regulasi ini akan mengubah klasifikasi XRP yang sebelumnya hanya bergantung pada interpretasi regulator menjadi memiliki kepastian hukum melalui undang-undang.
Pandangan tersebut juga didukung sejumlah lembaga. Geoffrey Kendrick, Head of Digital Assets Research Standard Chartered, mempertahankan target harga $8 untuk XRP jika CLARITY Act lolos dan diikuti arus masuk ETF sekitar $4 miliar hingga $8 miliar.
Sementara itu, JPMorgan memperkirakan ETF XRP dapat menarik dana $4,3 miliar hingga $8,4 miliar pada tahun pertama setelah kepastian regulasi tercapai.
Baca juga: Kontrak Opsi Ethereum Kadaluwarsa Hari Ini, Apa Dampaknya untuk Pasar?
Bagaimana Jika CLARITY Act Gagal?
Meski proses legislasi terus berjalan, peluang pengesahan dalam waktu dekat belum sepenuhnya pasti.
i just sent this note to clients lowering my odds of 2026 clarity act passage from 75% immediately post-markup to 60% today
i said in may that the senate calendar was one of the biggest hurdles, and that picture has worsened. last night the FISA reauth vote failed, so now next… pic.twitter.com/2EcxMb3Hwh
— Alex Thorn (@intangiblecoins) June 5, 2026
Galaxy Research bahkan menurunkan estimasi peluang pengesahan CLARITY Act pada 2026 menjadi sekitar 60%, sementara pasar prediksi Polymarket menempatkannya di kisaran 48%.
Jika regulasi kembali tertunda, pasar disebut berpotensi kehilangan passage premium, yaitu optimisme yang sudah tercermin pada harga aset karena investor berharap CLARITY Act segera disahkan.
Dampaknya diperkirakan lebih berupa tekanan bertahap dibanding koreksi besar dalam waktu singkat.
Senator Cynthia Lummis juga mengingatkan bahwa apabila pembahasan gagal pada periode Kongres saat ini, peluang berikutnya untuk regulasi aset digital yang komprehensif kemungkinan baru muncul pada 2030.
Tiga Skenario CLARITY Act
Laporan tersebut memetakan tiga kemungkinan yang masih dapat terjadi dalam beberapa pekan mendatang:
- Disahkan dalam waktu dekat (35% – 45%), menjadi katalis positif bagi pasar kripto meski sebagian sentimennya sudah tercermin pada harga.
- Tertunda hingga 2027 (35% – 45%), sehingga optimisme investor berpotensi berkurang secara bertahap.
- Gagal hingga 2030 (15% – 25%), yang membuat industri tetap bergantung pada interpretasi regulator tanpa kepastian hukum baru.
Kesimpulan
CLARITY Act menjadi salah satu regulasi yang paling dinantikan industri kripto karena berpotensi memberikan kepastian hukum bagi aset digital, khususnya XRP.
Jika berhasil disahkan, regulasi ini dapat membuka jalan bagi masuknya modal institusi yang lebih besar melalui ETF dan memperkuat kepercayaan pasar.
Sebaliknya, jika kembali tertunda, pasar kemungkinan tidak langsung anjlok. Namun, sentimen positif yang selama ini menjadi pendorong harga XRP dan aset kripto lainnya berpotensi melemah hingga ada kepastian baru dari proses legislasi.
FAQ
1. Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memberikan kepastian regulasi bagi aset kripto.
2. Mengapa XRP paling diuntungkan?
Karena CLARITY Act berpotensi memberikan kepastian hukum terhadap status XRP dan meningkatkan peluang masuknya investor institusi.
3. Apa itu passage premium?
Passage premium adalah optimisme pasar yang sudah tercermin pada harga aset karena investor berharap regulasi akan disahkan.
4. Apakah Bitcoin juga terdampak?
Ya. Kepastian regulasi dapat memengaruhi sentimen terhadap Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.
5. Apakah CLARITY Act sudah disahkan?
Belum. Saat ini CLARITY Act masih berada dalam proses pembahasan legislasi di Amerika Serikat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CCN – What Happens to Bitcoin and Crypto If the CLARITY Act Misses Its Deadline, diakses pada 26 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
