XRP disebut menjadi aset kripto yang paling berpotensi mencetak kenaikan 10x lebih cepat dibanding Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).
Melansir 247WallSt, kesimpulan itu muncul dalam analisis berbasis AI di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap regulasi crypto AS dan upgrade besar beberapa blockchain utama.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38 setelah gagal bertahan di atas level US$1,50 usai perkembangan terbaru CLARITY Act di Amerika Serikat.
Di saat yang sama, Ethereum turun ke area US$2.119, sementara Solana melemah ke sekitar US$84 setelah kehilangan support US$90.
XRP Dinilai Unggul karena Faktor Regulasi
Dalam laporan itu, ChatGPT menilai XRP memiliki “jalur historis” paling kuat menuju kenaikan besar.
XRP tercatat pernah mencetak kenaikan lebih dari 1.000% sebanyak dua kali sepanjang 2017, tepatnya pada kuartal kedua dan kuartal keempat. Kenaikan tersebut dipicu euforia altcoin, ekspansi exchange crypto, dan momentum bull market global.
Sebagai pembanding:
- Ethereum pernah naik sekitar 1.121% pada Q1 2016.
- Solana mencatat kenaikan sekitar 1.191% pada Q1 2021.
Meski Solana memiliki lonjakan terbesar secara persentase, XRP dianggap lebih konsisten karena berhasil mencetak dua fase rally besar dalam satu siklus.
Fokus pasar terhadap XRP juga meningkat setelah CLARITY Act lolos dari Senate Banking Committee dengan hasil voting 15 banding 9 pada 14 Mei lalu.
Jika regulasi itu mendapat persetujuan penuh Senat AS, pasar menilai XRP bisa memperoleh dorongan sentimen baru dari sisi kepastian hukum aset digital.
Laporan tersebut menyebut area US$1,44 hingga US$1,45 menjadi resistance penting bagi XRP. Jika level itu berhasil ditembus, peluang menuju US$2 dinilai semakin terbuka.
Baca juga berita terkait: XRP Cetak Lonjakan Gila di RWA, Ethereum dan Solana Langsung Kalah
Ethereum Bertaruh pada Upgrade Glamsterdam
Berbeda dengan XRP yang didorong isu regulasi, Ethereum mengandalkan pengembangan jaringan sebagai katalis utama.
Ethereum dijadwalkan meluncurkan upgrade besar bertajuk Glamsterdam pada paruh pertama 2026. Pembaruan ini menargetkan peningkatan efisiensi layer utama, termasuk kenaikan gas limit dari 60 juta menjadi 200 juta per block.
Selain itu, Ethereum juga menargetkan throughput hingga 10.000 transaksi per detik.
Jika upgrade berjalan sesuai rencana, ETH diproyeksikan mampu kembali ke area US$2.300 hingga US$2.500 dalam jangka pendek sebelum mencoba melanjutkan tren bullish lebih besar.
Namun, analis menilai tantangan Ethereum lebih berat karena kapitalisasi pasarnya sudah jauh lebih besar dibanding XRP maupun Solana.
Solana Andalkan Upgrade Alpenglow
Sementara itu, Solana mencoba mempertahankan daya tariknya lewat upgrade Alpenglow yang disebut sebagai perubahan konsensus terbesar dalam sejarah jaringan tersebut.
Upgrade itu mulai memasuki tahap pengujian komunitas sejak Mei 2026 dengan target memangkas finalitas transaksi menjadi sekitar 100 hingga 150 milidetik.
Jika implementasi berjalan lancar, Solana diperkirakan mampu kembali menembus area US$100 sebelum mencoba bergerak menuju US$150 hingga US$200.
Pasar juga melihat Solana masih memiliki daya tarik kuat di sektor DeFi, meme coin, dan aktivitas trading berkecepatan tinggi karena biaya transaksi yang rendah.
Meski begitu, laporan tersebut mengingatkan bahwa Solana membutuhkan permintaan pasar yang stabil agar kenaikannya tidak hanya bersifat sementara.
Baca juga: Top Crypto Layer 2 Paling Aktif Bulan Ini, Siapa Juaranya?
Faktor Eksternal Kini Lebih Dominan
Laporan itu juga menyoroti perubahan karakter pasar crypto dibanding beberapa tahun lalu.
Jika sebelumnya kenaikan harga banyak dipicu hype komunitas dan tren altseason, pergerakan pasar 2026 dinilai lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti:
- Regulasi crypto AS
- Arus dana institusi
- Kondisi geopolitik
- Kebijakan suku bunga global
Kesimpulan
XRP dinilai punya peluang paling cepat mencetak kenaikan besar dibanding Ethereum dan Solana karena didukung momentum regulasi dan histori rally yang kuat.
Sementara itu, Ethereum dan Solana tetap menjadi pesaing utama lewat upgrade jaringan yang bisa mendorong adopsi lebih luas.
Meski begitu, arah pasar crypto 2026 tetap akan sangat dipengaruhi regulasi, arus dana institusi, dan kondisi ekonomi global.
FAQ
- Kenapa XRP dianggap lebih unggul dibanding Ethereum dan Solana?
XRP dinilai memiliki kombinasi histori rally besar dan katalis regulasi yang lebih dekat dibanding Ethereum maupun Solana. - Apa itu CLARITY Act?
CLARITY Act adalah rancangan regulasi crypto di Amerika Serikat yang bertujuan memberi kepastian hukum terhadap aset digital dan aktivitas industri crypto. - Apa dampak upgrade Glamsterdam untuk Ethereum?
Upgrade Glamsterdam dirancang untuk meningkatkan kapasitas transaksi Ethereum sekaligus membuat jaringan lebih efisien dan scalable. - Mengapa upgrade Alpenglow penting untuk Solana?
Alpenglow bertujuan mempercepat finalitas transaksi Solana sehingga jaringan menjadi lebih cepat untuk kebutuhan DeFi dan trading. - Apakah crypto seperti XRP, ETH, dan SOL benar-benar bisa naik 10x?
Kenaikan 10x pernah terjadi di siklus sebelumnya, tetapi kondisi pasar saat ini jauh lebih dipengaruhi regulasi, institusi, dan ekonomi global sehingga tetap berisiko tinggi. - Mana yang paling banyak dipantau investor saat ini?
XRP menjadi salah satu aset yang paling dipantau karena perkembangan regulasi AS, sementara Ethereum dan Solana tetap menjadi fokus utama sektor smart contract dan blockchain berkecepatan tinggi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Ethereum, #Berita Solana





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


