Pasar aset kripto mengalami gelombang likuidasi dalam 24 jam terakhir dengan total mencapai $217,24 juta.
Data SoSoValue pada Senin (27/7) menunjukkan Ethereum (ETH) menjadi aset dengan nilai likuidasi terbesar, sementara kontrak minyak Brent mencatat likuidasi tunggal terbesar di antara seluruh instrumen yang diperdagangkan.
Secara keseluruhan, lebih dari 56.452 trader mengalami likuidasi. Kondisi ini terjadi ketika pergerakan harga membuat posisi dengan leverage tidak lagi memiliki margin yang cukup sehingga ditutup secara otomatis.
1. Ethereum Pimpin Likuidasi, Bitcoin Menyusul

Sumber: SoSoValue
Berdasarkan data terbaru, Ethereum mencatat total likuidasi sekitar $92,14 juta, tertinggi di antara seluruh aset kripto.
Di posisi kedua terdapat Bitcoin (BTC) dengan likuidasi sekitar $37,48 juta. Besarnya nilai tersebut menunjukkan kedua aset masih menjadi pusat aktivitas perdagangan derivatif.
Baca juga: Bukan Cuma Bitcoin, 12 Altcoin Ini Diprediksi Raup Manfaat dari CLARITY Act
2. Short Seller Paling Banyak Terkena Dampak
Dari total $217,24 juta likuidasi, sekitar $159,37 juta berasal dari posisi short, sedangkan $57,87 juta berasal dari posisi long.
Posisi short adalah strategi yang digunakan trader ketika memperkirakan harga akan turun. Ketika harga justru bergerak naik, posisi tersebut dapat terkena short liquidation, yaitu penutupan paksa akibat kerugian yang melebihi batas margin.
3. Lebih dari 56 Ribu Trader Terlikuidasi
Data juga menunjukkan sebanyak 56.452 trader kehilangan posisinya dalam 24 jam terakhir.
Jumlah ini menggambarkan tingginya volatilitas pasar. Saat harga bergerak cepat, terutama pada perdagangan dengan leverage, risiko likuidasi juga meningkat.
4. Kontrak Minyak Brent Catat Likuidasi Tunggal Terbesar
Menariknya, likuidasi tunggal terbesar pada periode ini bukan berasal dari Bitcoin maupun Ethereum.
Posisi tersebut terjadi pada kontrak Brent Oil dengan nilai sekitar $9,35 juta. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi pada aset kripto, tetapi juga merambah instrumen derivatif lainnya.
5. Likuidasi Menunjukkan Tingginya Volatilitas Pasar
Likuidasi sering dijadikan indikator untuk melihat besarnya tekanan di pasar derivatif, meski tidak selalu menentukan arah harga berikutnya.
Dominasi likuidasi posisi short pada periode ini mengindikasikan lebih banyak trader yang sebelumnya bertaruh harga akan turun justru terkena penutupan paksa ketika pasar bergerak berlawanan dari ekspektasi mereka.
Kesimpulan
Gelombang likuidasi senilai $217,24 juta menunjukkan pasar masih bergerak dengan volatilitas tinggi.
Ethereum menjadi aset dengan likuidasi terbesar, sementara kontrak minyak Brent mencatat likuidasi tunggal paling besar.
Meski data likuidasi dapat memberikan gambaran mengenai tekanan yang dialami pelaku pasar, indikator ini sebaiknya dibaca bersama faktor lain seperti volume perdagangan, sentimen pasar, dan pergerakan harga agar menghasilkan analisis yang lebih menyeluruh.
FAQ
1. Apa itu likuidasi dalam trading kripto?
Likuidasi adalah penutupan posisi secara otomatis oleh sistem ketika margin trader tidak lagi cukup menutupi kerugian, terutama pada perdagangan dengan leverage.
2. Mengapa Ethereum mencatat likuidasi terbesar?
Ethereum memiliki aktivitas perdagangan derivatif yang tinggi. Ketika harga bergerak tajam, nilai posisi yang terkena likuidasi juga cenderung lebih besar.
3. Apa arti short liquidation?
Short liquidation terjadi ketika trader yang bertaruh harga akan turun justru terkena penutupan paksa karena harga bergerak naik dan kerugiannya melebihi batas margin.
4. Apakah data likuidasi bisa memprediksi arah harga?
Tidak secara langsung. Data likuidasi hanya menunjukkan posisi trader yang ditutup paksa dan sebaiknya dianalisis bersama indikator lain seperti volume perdagangan, open interest, serta sentimen pasar.
5. Mengapa kontrak minyak Brent ikut muncul dalam data likuidasi?
Platform perdagangan derivatif juga menyediakan kontrak untuk berbagai aset selain kripto, termasuk komoditas seperti minyak Brent. Karena itu, data likuidasi dapat mencakup berbagai instrumen yang diperdagangkan di platform tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Ethereum, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.30%
Solana 4.19%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
