Rangkuman: ChatGPT
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menembus $105 per barel, mencapai level tertinggi dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
Kenaikan ini memicu kewaspadaan di pasar kripto karena dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan serupa diikuti koreksi harga Bitcoin (BTC) dalam waktu relatif singkat.
Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, yang selama ini menjadi pendorong utama lonjakan harga energi global. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengantisipasi dampaknya terhadap aset berisiko.
Lonjakan Minyak Perkuat Tekanan Makro
Harga minyak di atas $105 mencerminkan tekanan yang lebih luas di ekonomi global. Kenaikan energi sering berkaitan dengan inflasi dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dalam situasi seperti ini, pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Bitcoin, sebagai bagian dari kategori tersebut, biasanya merespons perubahan sentimen ini melalui tekanan jual jangka pendek.
Baca selanjutnya: Skenario Terburuk Bitcoin Jika Minyak Naik ke $200 karena Perang Iran-AS
Rekam Jejak: Bitcoin Pernah Terkoreksi Signifikan
Beberapa peristiwa sebelumnya menunjukkan pola yang konsisten saat harga minyak menembus level tersebut.

Data 2014: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Pada Juni 2014, Bitcoin turun sekitar 21% dalam kurang dari 10 minggu, dari $600 ke $468, setelah lonjakan minyak dipicu konflik di Irak.

Data 2022: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Pada Maret 2022, harga Bitcoin terkoreksi 14% dalam tujuh hari seiring kenaikan minyak akibat perang Rusia-Ukraina, sebelum kembali pulih dalam waktu singkat.
Tekanan terbesar terjadi pada Mei 2022. Saat Uni Eropa mengusulkan embargo minyak Rusia, Bitcoin anjlok 27% dalam satu minggu dan memasuki fase penurunan panjang. Level $105 kemudian sering dipandang sebagai titik sensitif di pasar.

Data Mei 2022: Bitcoin (Garis Biru), WTI (Garis Merah) | Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Baca juga berita serupa: Trump Janji Harga Minyak Turun Drastis Usai Perang, Bagaimana Nasib Kripto?
Faktor Penentu Tidak Hanya Minyak
Meski pola tersebut terlihat, hubungan antara harga minyak dan Bitcoin belum cukup kuat untuk dijadikan indikator utama.
Penurunan tajam pada periode sebelumnya juga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kasus Mt. Gox pada 2014 dan runtuhnya Terra-Luna pada 2022. Kedua peristiwa ini berperan besar dalam memperdalam tekanan pasar.
Dengan demikian, lonjakan minyak lebih mencerminkan perubahan sentimen global dibandingkan penyebab langsung penurunan harga Bitcoin.
Kondisi saat ini menunjukkan peningkatan kewaspadaan, bukan kepanikan. Investor memantau perkembangan makro sambil menilai apakah tekanan global akan berlanjut atau mereda.
Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan dinamika internal pasar kripto.
Kesimpulan
Kenaikan harga minyak ke $105 kembali mengangkat risiko koreksi di pasar kripto, didukung oleh pola historis yang pernah terjadi.
Namun, data yang terbatas dan pengaruh faktor lain membuat sinyal ini belum cukup kuat untuk dijadikan acuan tunggal.
Pasar saat ini berada dalam fase antisipatif, dengan fokus pada perkembangan global yang berpotensi mengubah arah sentimen secara cepat.
FAQ
- Apa arti kenaikan harga minyak terhadap pasar crypto?
Kenaikan harga minyak biasanya mencerminkan tekanan ekonomi global, yang dapat memicu perubahan sentimen dan berdampak pada aset berisiko seperti Bitcoin. - Apakah ada hubungan langsung antara minyak dan Bitcoin?
Tidak ada hubungan langsung yang konsisten. Keduanya lebih terhubung melalui sentimen pasar dan kondisi makro. - Kenapa level $105 sering diperhatikan?
Level ini beberapa kali muncul bersamaan dengan koreksi Bitcoin, sehingga dianggap sebagai level psikologis oleh pelaku pasar. - Apakah Bitcoin pasti turun setelah minyak naik?
Tidak. Pergerakan Bitcoin dipengaruhi banyak faktor lain, termasuk kondisi internal pasar kripto. - Faktor apa yang paling berpengaruh pada harga Bitcoin?
Peristiwa besar di industri kripto, kebijakan ekonomi global, dan arus likuiditas pasar menjadi faktor utama.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Oil hits three-year high above $105: Will Bitcoin crash again?, diakses pada 31 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
