Isu stablecoin berbasis yuan kembali mencuat di pasar kripto setelah pernyataan lama CEO Circle, Jeremy Allaire, kembali beredar dan dikaitkan dengan kondisi regulasi terbaru di Asia.
Dalam wawancara yang pertama kali dipublikasikan pada Juli 2023, Allaire menyebut bahwa China berpotensi lebih sukses mendorong adopsi global yuan melalui stablecoin dibandingkan melalui central bank digital currency (CBDC).
“Jika pada akhirnya pemerintah China ingin melihat yuan digunakan lebih bebas dalam perdagangan dan aktivitas ekonomi global, maka stablecoin bisa menjadi jalur yang lebih efektif untuk mencapainya dibandingkan mata uang digital bank sentral (CBDC),” ujarnya.
Pernyataan ini kini kembali relevan seiring hadirnya regulasi baru terkait stablecoin di Hong Kong.
Pernyataan Lama, Dampak Baru
Allaire menilai stablecoin menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam transaksi lintas negara dibandingkan CBDC yang cenderung berada di bawah kontrol ketat pemerintah.
Menurutnya, jika China ingin memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan global, maka stablecoin berbasis CNY bisa menjadi jalur yang lebih efektif.
Meski pernyataan ini bukan hal baru, kemunculannya kembali di 2026 memicu spekulasi baru di pasar, terutama terkait potensi munculnya alternatif terhadap stablecoin berbasis dolar.
Baca juga berita terkait: 3 Alasan Kenapa XRP Masuk Wacana Pengganti Dolar Saat Krisis Hormuz Memanas
Regulasi Hong Kong Ubah Peta Permainan
Perubahan utama datang dari Hong Kong. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) resmi memberlakukan kerangka regulasi untuk penerbit stablecoin mulai 1 Agustus 2025.
Langkah ini menciptakan jalur legal bagi penerbit stablecoin di wilayah dengan koneksi kuat ke China. Artinya, diskusi soal stablecoin yuan kini tidak lagi sepenuhnya hipotetis seperti pada 2023.
Namun, kebijakan China daratan masih menjadi faktor penentu. Sejak 2021, pemerintah tetap mempertahankan larangan terhadap aktivitas kripto dan belum menunjukkan dukungan terhadap stablecoin swasta.
Potensi Ganggu Dominasi Dolar
Saat ini, pasar stablecoin masih didominasi oleh aset berbasis dolar seperti USDT dan USDC.
Data terbaru menunjukkan:
- USDC diperdagangkan di kisaran $0,999
- Kapitalisasi pasar mencapai sekitar $78,6 miliar
- Volume harian berada di sekitar $16,6 miliar
Dominasi ini membuat dolar tetap menjadi tulang punggung likuiditas di pasar kripto global.
Jika stablecoin berbasis yuan benar-benar diluncurkan, maka pasar berpotensi memiliki jalur likuiditas baru di luar sistem dolar. Hal ini dapat membuka pasangan perdagangan baru serta alternatif settlement lintas negara.
Baca selanjutnya: Lawan Dominasi Dolar, Negara di Asia Kompak Kembangkan Stablecoin Lokal
Sentimen Pasar Masih Lemah
Di tengah wacana ini, kondisi pasar kripto masih menunjukkan tekanan. Crypto Fear & Greed Index berada di angka 23 atau kategori extreme fear.
Dalam situasi seperti ini, stablecoin justru menjadi aset yang banyak digunakan untuk mengamankan nilai. Penerbit besar seperti Tether juga terus memperluas cadangan mereka di tengah meningkatnya permintaan.
Kesimpulan
Kembalinya pernyataan Jeremy Allaire tentang stablecoin yuan bukan menandakan adanya kebijakan baru dari China, tetapi mencerminkan perubahan konteks pasar dan regulasi yang membuat ide lama menjadi lebih relevan.
Jika didukung kebijakan, stablecoin yuan berpotensi menjadi pesaing baru dalam ekosistem yang selama ini didominasi oleh dolar. Namun hingga saat ini, arah kebijakan China tetap menjadi faktor kunci yang belum berubah.
FAQ
- Kenapa isu stablecoin yuan tiba-tiba ramai lagi?
Karena adanya regulasi stablecoin di Hong Kong sejak 2025, yang membuka peluang penerbitan aset digital berbasis fiat di kawasan tersebut. - Apakah pernyataan CEO Circle ini baru?
Tidak. Pernyataan tersebut berasal dari wawancara tahun 2023 dan kembali beredar di 2026 karena konteksnya kini lebih relevan. - Apa dampak stablecoin yuan terhadap USDT?
Jika terealisasi, stablecoin yuan bisa menjadi pesaing baru yang mengurangi dominasi USDT dalam transaksi global. - Apakah China sudah mendukung stablecoin?
Belum. China masih melarang aktivitas kripto sejak 2021 dan belum memberikan izin untuk stablecoin swasta. - Kenapa stablecoin penting di pasar kripto?
Karena digunakan sebagai alat transaksi, lindung nilai, dan sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinLineUp – Circle CEO Jeremy Allaire Sees Opportunity for a Yuan-Backed Stablecoin, diakses pada 17 April 2026
- CoinDesk – China Should Consider Yuan-Backed Stablecoins Instead of CBDCs, Circle’s Allaire Says, diakses pada 17 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin, #Berita Kripto Asia, #Berita Kripto Hong kong






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


