Harga Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar setelah sempat menyentuh level US$81.500 pada Rabu (6/5). Kenaikan ini memperpanjang performa positif BTC dalam 30 hari terakhir dengan lonjakan lebih dari 21%.
Data terbaru turut menunjukkan investor institusi dan holder jangka panjang mulai kembali agresif mengakumulasi Bitcoin dalam jumlah besar. Situasi ini membuat banyak analis mulai membuka peluang kenaikan menuju area US$90.000 hingga US$95.000.
Holder Jangka Panjang Tambah 331.000 BTC
Salah satu sinyal paling diperhatikan pasar datang dari data CryptoQuant. Dalam 30 hari terakhir, long-term holder Bitcoin tercatat menambah sekitar 331.000 BTC ke dalam kepemilikan mereka.

Sumber Gambar: CryptoQuant
Sebagai informasi, long-term holder merupakan wallet yang menyimpan Bitcoin minimal enam bulan tanpa melakukan penjualan. Kelompok ini sering dianggap sebagai “smart money” karena cenderung membeli saat harga dinilai masih memiliki potensi naik lebih tinggi.
Dengan harga Bitcoin saat ini, total akumulasi tersebut bernilai sekitar US$26,7 miliar atau setara ratusan triliun rupiah.
Peningkatan akumulasi ini juga menunjukkan bahwa sebagian investor besar belum melihat fase bull market selesai. Ketika supply terus disimpan dan tidak masuk ke pasar, tekanan jual biasanya ikut menurun.
Baca juga berita terbaru: Sinyal Altseason Mulai Muncul Usai Bitcoin Naik Lagi di Atas $81.000
ETF Bitcoin Kembali Dibanjiri Dana Besar
Selain akumulasi whale dan holder lama, arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat juga kembali melonjak.
Dalam tiga hari terakhir, ETF Bitcoin mencatat total net inflow sebesar US$1,18 miliar. Pada Senin saja, dana masuk mencapai sekitar US$532 juta.
Data ini memperlihatkan bahwa minat institusi terhadap Bitcoin mulai meningkat lagi setelah beberapa pekan pasar bergerak tidak menentu.
Analis MN Capital, Michael van de Poppe, mengatakan bahwa arus dana ETF menjadi salah satu pemicu utama penguatan Bitcoin saat ini.
“Bitcoin terlihat jelas bertahan di atas level US$80.000 sejak kemarin, dan saya memperkirakan kekuatan pasar masih akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan karena permintaan ETF saat ini sangat besar,” tulis van de Poppe.
Menurutnya, permintaan dari ETF berpotensi terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan apabila sentimen pasar tetap positif.
Situasi ini juga memunculkan kembali narasi supply shock, yaitu kondisi ketika permintaan Bitcoin jauh lebih besar dibanding jumlah BTC baru yang diproduksi miner setiap hari.
Area US$84.000 Jadi Perhatian Trader
Meski Bitcoin sudah berhasil kembali ke area US$81.000, pasar masih memantau satu level penting berikutnya, yakni US$84.000.
Area tersebut dianggap krusial karena menjadi lokasi CME gap yang terbentuk sejak Februari lalu. Dalam market crypto, CME gap sering menjadi area yang kembali dikunjungi harga sebelum menentukan arah selanjutnya.
Selain itu, data liquidation heatmap juga menunjukkan banyak order dan likuidasi short seller menumpuk di sekitar area tersebut.

Sumber Gambar: X.com/AlphaBTC
Analis crypto AlphaBTC menyebut Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase “liquidity hunt”, yaitu kondisi ketika harga bergerak mencari area dengan likuiditas terbesar.
“Bitcoin sedang memburu area likuiditas. Target menuju kisaran US$84.000 terlihat sangat menarik!” tulis AlphaBTC.
Jika BTC mampu menembus US$84.000 dengan kuat, peluang kenaikan lanjutan diperkirakan semakin terbuka.
Baca berita selanjutnya: Sinyal Bahaya dari Jepang, Crypto dan Saham Terancam Crash Berjamaah
Pola Bull Flag Buka Peluang ke US$95.000
Dari sisi analisis teknikal, sejumlah trader mulai melihat terbentuknya pola bull flag pada chart harian Bitcoin.

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Bull flag merupakan pola lanjutan bullish yang biasanya muncul setelah kenaikan tajam, lalu diikuti fase konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
Bitcoin sebelumnya berhasil breakout dari area US$77.500 yang menjadi batas atas pola tersebut. Karena itu, sebagian analis mulai memasang target kenaikan menuju sekitar US$94.800.
Namun, untuk mengonfirmasi tren bullish lebih kuat, BTC masih perlu bertahan di atas area EMA 200 harian yang berada di sekitar US$82.000.
Apabila level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, peluang menuju US$90.000 hingga US$95.000 diperkirakan semakin besar.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin kali ini juga mulai memengaruhi sentimen pasar crypto secara keseluruhan. Beberapa altcoin besar ikut bergerak naik seiring meningkatnya optimisme investor.
Meski begitu, volatilitas masih tinggi dan trader tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek apabila Bitcoin gagal mempertahankan area support US$80.000.
Saat ini, pasar sedang menunggu apakah BTC mampu melanjutkan breakout menuju US$84.000 atau justru kembali mengalami penolakan harga dalam jangka pendek.
FAQ
- Kenapa harga Bitcoin naik ke US$81.000?
Kenaikan Bitcoin dipicu kombinasi beberapa faktor, mulai dari akumulasi besar long-term holder, derasnya dana masuk ke ETF Bitcoin spot, hingga sentimen teknikal bullish di pasar crypto. - Apa itu long-term holder Bitcoin?
Long-term holder adalah investor atau wallet yang menyimpan Bitcoin minimal enam bulan tanpa menjual asetnya. Kelompok ini sering dianggap sebagai investor dengan keyakinan tinggi terhadap pergerakan harga BTC jangka panjang. - Apa pengaruh ETF Bitcoin terhadap harga BTC?
ETF Bitcoin spot mempermudah institusi membeli eksposur Bitcoin. Ketika dana besar masuk ke ETF, permintaan BTC ikut meningkat sehingga bisa mendorong harga naik. - Apa arti bull flag dalam analisis Bitcoin?
Bull flag adalah pola teknikal yang menandakan potensi lanjutan tren bullish. Pola ini biasanya muncul setelah kenaikan tajam yang diikuti konsolidasi sebelum harga kembali naik. - Apakah Bitcoin bisa naik ke US$95.000?
Sejumlah analis melihat peluang Bitcoin menuju area US$95.000 jika berhasil breakout dari resistance penting di sekitar US$84.000 dan mempertahankan momentum bullish. - Apa risiko jika Bitcoin gagal bertahan di atas US$80.000?
Jika BTC gagal menjaga support US$80.000, pasar berpotensi mengalami koreksi jangka pendek karena tekanan jual dan aksi profit taking dari trader.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Bitcoin taps $81K as long-term holders add 330K BTC: How high can price go, diakses pada 6 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


