Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan kekuatan setelah berhasil naik dari area $63.000 ke atas $80.000 dalam tiga bulan terakhir. Kini, sejumlah indikator utama mulai memberi sinyal bahwa rally BTC kemungkinan belum selesai.
Melansir dari CoinDesk, ada tiga faktor besar yang sedang diperhatikan trader dan analis pasar. Ketiganya berasal dari data on-chain, futures market, hingga options market yang sama-sama mengarah ke potensi kenaikan Bitcoin menuju area $85.000.
Kondisi ini membuat market mulai kembali optimistis setelah sempat dibayangi tekanan jual dan ketidakpastian sejak awal 2026.
1. Bitcoin Berhasil Lewati Dua Level Penting On-Chain
Sinyal pertama datang dari data on-chain yang dianggap menjadi salah satu fondasi utama dalam membaca arah market Bitcoin.

Sumber Gambar: Glassnode
Menurut Glassnode, Bitcoin kini berhasil bertahan di atas dua level penting:
- True Market Mean di sekitar $78.200
- Short-Term Holder Cost Basis di sekitar $79.100
Dua level ini dianggap penting karena merepresentasikan rata-rata harga beli investor aktif dan holder jangka pendek.
Saat harga BTC berada di atas area tersebut, artinya sebagian besar pelaku pasar sedang berada dalam posisi profit. Kondisi seperti ini biasanya memperkuat sentimen bullish karena tekanan jual cenderung berkurang.
Glassnode menyebut perhatian market sekarang mulai mengarah ke level berikutnya di sekitar $85.200 yang dikenal sebagai Active Realized Price. Level ini dianggap sebagai area resistance besar berikutnya yang harus diuji Bitcoin.
“Perhatian market kini mulai beralih ke resistance besar berikutnya di area Active Realized Price sekitar $85.200. Level ini melacak rata-rata harga beli seluruh pasokan Bitcoin aktif dan menjadi ambang struktural berikutnya yang harus dihadapi market,” tulis analis Glassnode.
Di sisi lain, bertahannya BTC di atas area $79.000 juga dinilai menjadi tanda bahwa fase undervalued yang terjadi sejak Februari 2026 mulai berakhir lebih cepat dari perkiraan.
Baca juga berita terkait: Harga Bitcoin Sentuh $81.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Naik?
2. Tekanan Short di Futures Mulai Menghilang
Selain data on-chain, perubahan besar juga mulai terlihat di futures market. Selama beberapa bulan terakhir, funding rate Bitcoin sempat berada di zona negatif. Kondisi ini menunjukkan banyak trader membuka posisi short atau bertaruh harga BTC akan turun.
Namun situasinya kini mulai berubah. Funding rate perlahan kembali netral bahkan sedikit positif. Artinya, tekanan short mulai berkurang dan sebagian trader kemungkinan sudah menutup posisi bearish mereka.
Analis Bitfinex menilai kondisi ini penting karena market tidak lagi dibebani tekanan jual besar dari futures market. Bahkan, jika harga Bitcoin terus naik, potensi short squeeze bisa muncul sewaktu-waktu.
“Perubahan funding rate ke area netral tidak berarti strategi carry trade menjadi gagal. Ini justru menunjukkan bahwa posisi short yang sebelumnya membayar biaya funding besar kini sudah tidak lagi mendominasi market. Ada dua kemungkinan berikutnya: funding rate kembali negatif jika arus dana baru dari ETF memunculkan carry trade lagi, atau short squeeze masih berpotensi berlanjut,” ujar analis Bitfinex.
Short squeeze terjadi ketika trader short terpaksa membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi rugi mereka. Situasi seperti ini sering memicu kenaikan harga yang lebih agresif dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat market melihat peluang rally lanjutan semakin terbuka.
3. Options Market Disebut Bisa Mempercepat Kenaikan Bitcoin
Sinyal ketiga datang dari options market yang saat ini juga mulai mendukung skenario bullish.
Menurut data Glassnode, market maker saat ini berada dalam posisi short gamma di sekitar level $82.000 dengan eksposur mendekati $2 miliar.
Dalam kondisi short gamma, market maker biasanya harus melakukan hedging mengikuti arah pergerakan harga agar posisi mereka tetap netral.
“Short gamma berarti market maker berada dalam posisi yang memaksa mereka melakukan hedging mengikuti arah pergerakan harga, yakni membeli saat harga naik dan menjual saat harga turun. Kondisi ini menciptakan efek feedback loop yang bisa mempercepat pergerakan harga, dan itu membantu menjelaskan dorongan Bitcoin baru-baru ini menuju area $83.000,” jelas Glassnode.
Artinya, ketika harga Bitcoin naik, mereka cenderung ikut membeli BTC. Tekanan beli tambahan inilah yang dinilai bisa mempercepat kenaikan harga.
Glassnode menyebut kondisi tersebut dapat menciptakan efek feedback loop, di mana harga naik, market maker membeli lebih banyak BTC, lalu harga kembali terdorong naik.
Fenomena serupa sebelumnya juga beberapa kali muncul saat Bitcoin mengalami rally cepat dalam waktu singkat.
Meski begitu, kondisi ini juga memiliki risiko. Jika harga tiba-tiba berbalik turun, market maker berpotensi melakukan aksi jual tambahan yang bisa mempercepat koreksi.
Baca berita lainnya: Bitcoin (BTC) Ternyata Paling Sering Naik di Hari Ini, Trader Sudah Sadar?
Bitcoin Masih Sangat Dipengaruhi Market AS
Walaupun tiga indikator utama mulai terlihat bullish, analis tetap mengingatkan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya lepas dari pengaruh market tradisional.
Pergerakan saham teknologi AS masih menjadi faktor penting yang memengaruhi arah BTC dalam jangka pendek.
Jika market AS kembali mengalami tekanan risk-off, momentum kenaikan Bitcoin bisa melambat atau bahkan tertahan sementara.
Kesimpulan
Tiga indikator utama mulai menunjukkan arah yang sama untuk Bitcoin. Data on-chain memperlihatkan investor aktif kembali berada di zona profit, tekanan short di futures market mulai melemah, dan posisi short gamma di options market berpotensi menambah tekanan beli saat harga naik.
Kombinasi ketiga faktor ini membuat peluang Bitcoin menuju area $85.000 mulai kembali dibicarakan analis dan trader. Meski begitu, market masih tetap sensitif terhadap kondisi ekonomi global dan pergerakan saham teknologi AS.
FAQ
- Apa arti sinyal bullish pada Bitcoin?
Sinyal bullish adalah indikator yang menunjukkan peluang harga Bitcoin naik lebih tinggi. Sinyal ini bisa berasal dari data on-chain, futures market, volume perdagangan, hingga sentimen investor. - Apa itu funding rate Bitcoin?
Funding rate adalah biaya yang dibayar trader di futures market untuk mempertahankan posisi mereka. Funding rate negatif biasanya menunjukkan banyak trader membuka posisi short, sedangkan funding rate positif menandakan dominasi posisi long. - Apa yang dimaksud short squeeze di Bitcoin?
Short squeeze terjadi ketika trader yang memasang posisi short dipaksa membeli kembali Bitcoin karena harga terus naik. Kondisi ini sering memicu lonjakan harga yang lebih cepat. - Kenapa level $85.000 penting untuk Bitcoin?
Level $85.000 dianggap sebagai resistance penting berdasarkan data on-chain Glassnode. Area ini menjadi target berikutnya setelah Bitcoin berhasil bertahan di atas level rata-rata harga beli investor aktif. - Apa itu data on-chain Bitcoin?
Data on-chain adalah informasi yang berasal langsung dari blockchain Bitcoin, seperti transaksi, pergerakan wallet, harga beli holder, dan aktivitas investor. Data ini sering digunakan untuk membaca kondisi market secara lebih dalam. - Apakah Bitcoin masih dipengaruhi saham AS?
Ya. Saat ini Bitcoin masih memiliki korelasi cukup kuat dengan saham teknologi AS, terutama Nasdaq. Jika market saham mengalami tekanan besar, harga BTC juga berpotensi ikut terdampak. - Apa arti short gamma di options market?
Short gamma adalah kondisi ketika market maker harus melakukan hedging mengikuti arah harga. Jika harga Bitcoin naik, mereka biasanya ikut membeli BTC sehingga kenaikan harga bisa semakin cepat.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

