Seorang trader senior dengan pengalaman puluhan tahun, Peter Brandt, memproyeksikan harga Bitcoin (BTC) bisa mencapai $250.000 pada 2029.
Namun, proyeksi ini tidak datang tanpa catatan penting. Ia menilai pasar masih berpotensi mengalami tekanan sebelum benar-benar memasuki fase kenaikan besar berikutnya.
Brandt menegaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan tidak akan langsung bullish, melainkan melalui fase koreksi dan konsolidasi yang cukup panjang.
Bitcoin Berpotensi Turun Sebelum Naik
Dalam analisis terbarunya, Brandt memperingatkan bahwa harga Bitcoin masih bisa turun signifikan sebelum mencapai titik terendah siklus saat ini.
Ia menyebut skenario terburuk di mana BTC bisa menyentuh kisaran $50.000, meskipun tidak harus menembus level terendah sebelumnya. Setelah itu, pasar diperkirakan akan bergerak sideways dalam periode yang cukup lama.
“Dalam skenario terburuk, harga bisa turun hingga sekitar $50.000, namun setelah itu reli kuat berpotensi terjadi, mendorong Bitcoin hingga $250.000 pada akhir 2029,” kata Brandt.
Menurutnya, fase ini merupakan bagian alami dari siklus pasar kripto, di mana harga cenderung stagnan sebelum memulai tren baru yang lebih kuat.
Baca juga berita terkait: Bitcoin vs Ethereum, Siapa Raja Crypto yang Sebenarnya di 2026?
Peran Siklus Halving dalam Prediksi
Proyeksi Brandt sangat bergantung pada pola historis Bitcoin, khususnya siklus halving yang terjadi setiap empat tahun.
Secara historis:
- Puncak harga Bitcoin biasanya terjadi 16–18 bulan setelah halving
- Tren naik baru sering dimulai 12–18 bulan sebelum halving berikutnya
Setelah halving terakhir pada April 2024, Bitcoin tercatat mencapai puncaknya sekitar Oktober 2025, atau sekitar 18 bulan kemudian. Pola ini dinilai masih konsisten dengan siklus sebelumnya.
Dengan asumsi pola tersebut berlanjut, halving berikutnya pada 2028 berpotensi menjadi katalis utama yang mendorong harga Bitcoin menuju level baru, termasuk target $250.000 pada akhir dekade ini.
“Selama pasar masih mengikuti skenario yang saya paparkan, saya akan terus membuat proyeksi berdasarkan itu. Jika pergerakan harga menyimpang dari ekspektasi saya atau jika siklusnya berubah, maka saya akan menyesuaikan pandangan saya. Saya tidak kaku atau bersikeras dengan prediksi ini,” jelas Brandt.
Bottom Diperkirakan Terjadi di 2026
Brandt memperkirakan titik terendah pasar baru akan terbentuk pada September atau Oktober 2026. Ia menilai fase saat ini belum sepenuhnya menyentuh bottom, meskipun sebagian analis lain beranggapan sebaliknya.
“Saya tidak memperkirakan akan ada titik terendah pasar sebelum September atau Oktober 2026. Harga tidak harus turun di bawah level terendah besar sebelumnya. Setelah kenaikan singkat, pasar kemungkinan akan bergerak sideways atau perlahan melemah untuk sementara waktu,” lanjutnya.
Sebagai perbandingan, sejumlah pelaku pasar melihat penurunan ke kisaran $60.000 pada awal 2026 sebagai titik terendah, terutama setelah harga Bitcoin sempat mencapai sekitar $126.000 pada Oktober 2025.
Namun, Brandt memiliki pandangan berbeda. Ia menilai pergerakan naik setelah Februari belum cukup kuat untuk mengonfirmasi dimulainya bull run baru.
Pergerakan Harga Masih Penuh Ketidakpastian
Data pasar menunjukkan bahwa sejak Februari, harga Bitcoin telah naik lebih dari 25 persen dan sempat diperdagangkan di kisaran $80.300. Kenaikan ini memicu optimisme bahwa tren bullish sudah kembali.
Meski begitu, Brandt tetap berhati-hati. Ia menilai pergerakan tersebut bisa saja hanya bagian dari reli sementara dalam fase konsolidasi yang lebih panjang.
Ia juga menekankan bahwa proyeksi yang ia buat bersifat dinamis dan bisa berubah jika kondisi pasar tidak lagi mengikuti pola historis yang selama ini menjadi acuan.
Baca berita berikutnya: Bitcoin (BTC) Akan Masuk Neraca Bank AS? Ini Kata Morgan Stanley Terbaru
Tidak Semua Analis Sepakat
Pandangan Brandt menambah variasi opini di tengah pasar yang saat ini terbelah. Di satu sisi, ada analis yang menilai pasar sudah memasuki fase bullish baru.
Di sisi lain, Brandt melihat bahwa pasar masih membutuhkan waktu untuk benar-benar pulih dan membentuk tren naik yang solid.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan kondisi pasar kripto yang masih sangat bergantung pada sentimen, siklus, dan faktor eksternal yang terus berkembang.
Kesimpulan
Proyeksi Bitcoin ke $250.000 pada 2029 menjadi salah satu prediksi jangka panjang yang menarik perhatian. Namun, skenario tersebut tidak terjadi dalam waktu dekat.
Brandt melihat bahwa pasar masih berpotensi mengalami fase turun dan bergerak datar sebelum akhirnya memasuki siklus bullish berikutnya. Dengan kata lain, perjalanan menuju target tersebut kemungkinan tidak akan mulus.
Bagi pelaku pasar, perbedaan pandangan ini menjadi pengingat bahwa analisis, seberapa kuat pun dasarnya, tetap perlu disikapi dengan manajemen risiko dan perspektif yang realistis.
FAQ
- Apakah prediksi Bitcoin $250.000 di 2029 realistis?
Prediksi tersebut didasarkan pada pola historis siklus halving Bitcoin. Secara teori memungkinkan, tetapi tetap bergantung pada kondisi pasar, adopsi, dan faktor makro ekonomi ke depan. - Kenapa Bitcoin bisa turun dulu sebelum naik?
Dalam siklus pasar kripto, fase penurunan dan konsolidasi sering terjadi sebelum tren naik baru dimulai. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan jual, sentimen, dan kondisi likuiditas pasar. - Apa itu siklus halving Bitcoin dan pengaruhnya ke harga?
Halving adalah peristiwa pengurangan reward penambangan Bitcoin setiap empat tahun. Dampaknya, suplai baru berkurang, yang secara historis sering diikuti kenaikan harga dalam jangka menengah. - Kapan Bitcoin diperkirakan mencapai titik terendah berikutnya?
Menurut analisis Peter Brandt, potensi bottom bisa terjadi sekitar September hingga Oktober 2026, meskipun tidak ada jaminan pasti. - Apakah sekarang sudah masuk bull run Bitcoin?
Sebagian analis melihat tanda awal bull run, tetapi ada juga yang menilai pergerakan saat ini masih bagian dari fase konsolidasi. Konfirmasi tren biasanya membutuhkan waktu dan validasi dari pergerakan harga selanjutnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


