Harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah trader veteran Peter Brandt memperingatkan potensi koreksi besar pada aset kripto tersebut.
Dalam analisis terbarunya, Brandt menilai SOL sedang membentuk pola teknikal bearish yang berpotensi menyeret harga turun hingga 50% dari level saat ini.
Peter Brandt Soroti Pola Bearish di Chart Solana
Melalui unggahan di platform X, Peter Brandt mengungkap bahwa chart mingguan Solana saat ini membentuk pola rectangle selama 14 minggu. Dalam analisis teknikal, pola tersebut biasanya dianggap sebagai area konsolidasi sebelum harga menentukan arah berikutnya.

Sumber Gambar: X.com/PeterLBrandt
“Chart mingguan SOL saat ini membentuk pola rectangle selama 14 minggu. Jika pola tersebut menjadi continuation rectangle dengan breakout ke bawah, maka target US$43,70 dari pola Head and Shoulders besar akan terkonfirmasi,” tulisnya.
Namun menurut Brandt, situasi mulai berbahaya jika support rectangle tersebut ditembus ke bawah.
Ia menilai pola itu dapat menjadi bagian dari formasi Head and Shoulders, salah satu pola bearish paling dikenal dalam analisis teknikal. Jika skenario itu terkonfirmasi, Brandt menyebut target penurunan SOL berpotensi menuju area US$43,70.
Dengan harga SOL yang saat ini berada di kisaran US$86, target tersebut berarti potensi penurunan hampir 50%.
Meski begitu, Brandt menegaskan bahwa analisis tersebut bukan prediksi mutlak, melainkan kemungkinan skenario berdasarkan struktur chart yang sedang terbentuk.
Baca berita lainnya: Perusahaan Pemegang Solana Terbesar Rugi Rp17 Triliun, Apa yang Terjadi?
Area Support Jadi Penentu Arah SOL
Saat ini perhatian trader tertuju pada area support rectangle yang disebut Peter Brandt. Jika level tersebut berhasil dipertahankan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika breakdown terjadi, tekanan jual berpotensi meningkat lebih agresif.
Situasi ini membuat banyak trader mulai memperhatikan struktur teknikal Solana secara lebih serius, terutama karena pola Head and Shoulders sering dikaitkan dengan perubahan tren dari bullish menjadi bearish.
Di sisi lain, sebagian investor masih percaya fundamental Solana belum sepenuhnya melemah. Ekosistem blockchain ini masih menjadi salah satu jaringan dengan aktivitas transaksi tinggi dan komunitas yang besar di sektor kripto.
Kesimpulan
Prediksi bearish dari Peter Brandt membuat level support Solana kini menjadi perhatian utama trader. Jika support tersebut jebol, tekanan jual berpotensi semakin besar dan membuka peluang koreksi lebih dalam bagi SOL.
Meski begitu, arah pergerakan Solana masih akan sangat dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta kemampuan buyer mempertahankan momentum dalam beberapa pekan ke depan.
FAQ
- Siapa Peter Brandt dan kenapa analisanya diperhatikan?
Peter Brandt adalah trader veteran yang sudah aktif di pasar finansial selama puluhan tahun. Ia dikenal luas karena analisis chart dan pola teknikalnya, terutama di pasar komoditas dan kripto. - Apa itu pola Head and Shoulders di crypto?
Head and Shoulders adalah pola bearish dalam analisis teknikal yang sering menandakan potensi perubahan tren dari naik menjadi turun. Pola ini biasanya muncul setelah kenaikan harga yang cukup panjang. - Kenapa harga Solana bisa turun drastis?
Harga Solana bisa tertekan karena kombinasi faktor teknikal, sentimen pasar, aktivitas on-chain yang melemah, hingga kondisi pasar kripto secara keseluruhan yang sedang tidak stabil. - Apakah Solana benar-benar bisa turun 50%?
Belum tentu. Prediksi tersebut merupakan skenario analisis teknikal jika support penting berhasil ditembus. Pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi banyak faktor dan bisa berubah cepat. - Apa yang dimaksud rectangle pattern pada chart crypto?
Rectangle pattern adalah fase konsolidasi ketika harga bergerak dalam area support dan resistance tertentu sebelum menentukan arah breakout atau breakdown. - Apakah Solana masih bagus untuk jangka panjang?
Sebagian investor masih melihat Solana memiliki fundamental kuat karena ekosistem dan aktivitas jaringannya cukup besar. Namun dalam jangka pendek, volatilitas harga SOL masih tergolong tinggi. - Kenapa altcoin seperti Solana lebih volatil dibanding Bitcoin?
Altcoin umumnya memiliki kapitalisasi pasar lebih kecil dibanding Bitcoin sehingga pergerakan harga bisa lebih agresif, baik saat naik maupun turun.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- ZyCrypto – Veteran Trader Peter Brandt Spots Ominous Pattern on Solana, Predicts Possible 50% Drop, diakses pada 18 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita Solana, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


