K33 Research menilai harga Bitcoin (BTC) kemungkinan besar tidak akan kembali jatuh jauh di bawah level US$60.000 pada siklus market saat ini. Prediksi itu muncul karena struktur pasar crypto dinilai sudah berubah drastis dibanding bear market sebelumnya.
Dalam laporan terbarunya, divisi riset dari perusahaan broker aset digital K33 menyebut meningkatnya adopsi institusi menjadi faktor utama yang memperkuat harga Bitcoin.
Berbeda dengan siklus 2018 atau 2022 yang didominasi investor retail, market saat ini mulai dipenuhi pemain institusional seperti BlackRock, perusahaan publik, hedge fund, hingga penerbit ETF Bitcoin Spot.
K33 menilai keberadaan institusi besar tersebut membuat peluang Bitcoin mengalami crash ekstrem hingga 80% semakin kecil.
ETF dan Institusi Dinilai Jadi Benteng Harga Bitcoin
K33 menyoroti bahwa kepemilikan Bitcoin oleh institusi terus meningkat signifikan sejak ETF Bitcoin Spot disetujui di Amerika Serikat pada awal 2024.
Berdasarkan data CryptoQuant, pertumbuhan kepemilikan BTC oleh institusi terlihat semakin agresif dalam dua tahun terakhir.
Salah satu sorotan utama datang dari BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT). ETF tersebut kini tercatat memegang lebih dari 817 ribu BTC.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Angka itu cukup mengejutkan mengingat BlackRock sebelumnya tidak memiliki Bitcoin sebelum ETF Spot resmi diluncurkan Januari 2024.
Selain BlackRock, perusahaan publik Strategy juga masih menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar dengan total sekitar 843 ribu BTC setelah terus melakukan akumulasi sejak 2020.
K33 menilai kombinasi antara ETF, perusahaan publik, dan dana investasi besar menciptakan lapisan permintaan baru yang membuat harga Bitcoin lebih stabil dibanding siklus sebelumnya.
Baca juga: Bitcoin Tinggal 100 Ribu Block Lagi ke Halving, Tapi Siklusnya Berubah
Bitcoin Diprediksi Konsolidasi di Area $60K sampai $75K
Head of Research K33, Vetle Lunde, mengatakan Bitcoin kemungkinan besar akan bergerak di area konsolidasi US$60 ribu hingga US$75 ribu tanpa mengalami capitulation besar.
Capitulation sendiri merupakan kondisi ketika investor menjual aset secara massal akibat kepanikan pasar.
Menurutnya, tekanan jual besar memang masih bisa terjadi akibat faktor geopolitik atau ekonomi global. Namun, keberadaan institusi membuat market memiliki “bantalan” likuiditas yang lebih kuat.
Meski begitu, arus dana ETF Bitcoin sempat mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin ETF mencatat arus keluar hingga US$982 juta pada pekan yang berakhir 15 Mei.
Walaupun terjadi outflow, posisi kepemilikan institusi dinilai masih jauh lebih besar dibanding cycle sebelumnya.
Arthur Hayes: Likuiditas Global Bisa Dorong Bitcoin ke $125 Ribu
Pandangan bullish terhadap Bitcoin juga datang dari mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes. Dalam analisanya, Hayes mengatakan harga Bitcoin berpotensi mencapai US$125 ribu karena kondisi likuiditas global yang terus meningkat.
Ia menggunakan istilah “liquidity is king” untuk menggambarkan bagaimana pencetakan uang oleh pemerintah dapat mendorong kenaikan aset langka seperti Bitcoin.
Menurut Hayes, kebutuhan negara-negara besar untuk membiayai perang, membayar utang, dan menopang ekonomi bisa membuat suplai uang terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Kondisi itu dinilai dapat memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Baca selanjutnya: Trader Bitcoin Bersiap Hadapi Koreksi Dalam, BTC Bisa Sentuh $70.000
Struktur Pasar Bitcoin Dinilai Sudah Berubah
Narasi terbesar dari laporan K33 sebenarnya bukan sekadar soal angka US$60 ribu, tetapi perubahan struktur pasar Bitcoin itu sendiri.
Pada siklus lama, harga Bitcoin sangat dipengaruhi sentimen retail dan leverage tinggi. Ketika panic selling terjadi, penurunan harga bisa berlangsung sangat dalam.
Sekarang situasinya berbeda. ETF Spot membuka akses Bitcoin ke institusi besar yang cenderung memiliki horizon investasi jangka panjang. Akibatnya, volatilitas ekstrem mulai berkurang dan area support Bitcoin dinilai semakin kuat.
Meski begitu, analis tetap mengingatkan bahwa market crypto masih sangat sensitif terhadap faktor makro seperti suku bunga The Fed, konflik geopolitik, hingga pergerakan inflasi global.
Kesimpulan
K33 Research menilai Bitcoin kini memiliki fondasi yang lebih kuat berkat masuknya institusi besar dan ETF Bitcoin Spot.
Karena itu, area US$60 ribu dianggap sebagai support penting yang sulit ditembus seperti pada siklus bear market sebelumnya.
Meski volatilitas masih bisa terjadi, dominasi institusi dinilai membuat peluang crash ekstrem Bitcoin semakin kecil.
FAQ
- Apa maksud Bitcoin memiliki “floor” di US$60 ribu?
Istilah floor berarti batas support kuat yang diperkirakan sulit ditembus harga Bitcoin. K33 Research menilai area US$60 ribu menjadi titik pertahanan utama karena banyak institusi masuk di area tersebut. - Kenapa ETF Bitcoin Spot dianggap penting untuk harga BTC?
ETF Bitcoin Spot memungkinkan institusi besar membeli eksposur Bitcoin secara legal dan lebih mudah. Kehadiran ETF juga meningkatkan permintaan BTC dalam jumlah besar sehingga membantu menopang harga. - Apakah Bitcoin masih bisa turun di bawah US$60 ribu?
Secara teknikal kemungkinan tetap ada, terutama jika terjadi krisis ekonomi global atau panic selling besar. Namun, K33 menilai peluang crash ekstrem seperti tahun 2018 dan 2022 semakin kecil. - Siapa institusi terbesar pemegang Bitcoin saat ini?
Beberapa institusi terbesar pemegang Bitcoin saat ini antara lain BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust dan perusahaan publik Strategy yang terus melakukan akumulasi BTC. - Apa hubungan likuiditas global dengan harga Bitcoin?
Saat bank sentral dan pemerintah mencetak lebih banyak uang, sebagian investor mencari aset yang dianggap langka seperti Bitcoin. Kondisi itu sering mendorong kenaikan harga BTC dalam jangka panjang. - Kenapa investor memperhatikan level support Bitcoin?
Level support penting karena sering menjadi area psikologis tempat investor kembali membeli Bitcoin. Jika support kuat bertahan, market biasanya dianggap masih bullish. - Apakah institusi bisa membuat harga Bitcoin lebih stabil?
Masuknya institusi besar dinilai membuat market lebih matang karena mereka cenderung berinvestasi jangka panjang, tidak mudah panic selling, dan memiliki modal jauh lebih besar dibanding investor retail.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Why $60K Is the Ultimate Bitcoin Floor: K33 Research, diakses pada 21 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


