Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP kembali dibayangi tekanan pasar setelah CEO Canary Capital, Steven McClurg, memperingatkan potensi fase sulit bagi aset crypto akibat inflasi tinggi dan ketidakpastian politik di Amerika Serikat.
Dalam wawancara terbarunya, McClurg menyebut Bitcoin masih berpotensi turun hingga area US$65.000 pada musim panas tahun ini. Meski terdengar bearish, ia menilai kondisi tersebut masih tergolong normal di tengah tekanan ekonomi global yang sedang berlangsung.
“Bitcoin kembali ke US$65.000 tidak terlalu mengejutkan bagi saya,” ujar McClurg.
Pernyataan itu muncul saat investor mulai khawatir terhadap kombinasi inflasi tinggi, kenaikan yield obligasi pemerintah AS, dan mendekatnya pemilu paruh waktu atau midterm election di Amerika Serikat.
Inflasi dan Pemilu AS Dinilai Jadi Tekanan Besar untuk Crypto
Menurut McClurg, kondisi makro saat ini tidak mendukung aset berisiko seperti crypto. Investor institusi cenderung menahan diri ketika ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat secara bersamaan.
Yield obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun AS yang terus naik membuat banyak investor mulai memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Di sisi lain, ancaman resesi juga mulai kembali diperbincangkan pasar.
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Bitcoin dan altcoin semakin besar dalam jangka pendek.
McClurg bahkan menyebut musim panas tahun ini bisa menjadi periode yang berat bagi market crypto.
“Saya masih percaya musim panas akan sulit karena ketidakpastian terkait midterm election,” katanya di akun YouTube Paul Barron Podcast.
Narasi ini bukan hanya berdampak pada Bitcoin. Ethereum dan XRP juga dinilai rentan mengalami volatilitas tinggi jika sentimen ekonomi global terus memburuk.
Baca juga berita terkait: Bisa Diuntungkan Usai Pemilu AS? CEO Canary Prediksi Kenaikan XRP 2x Lipat
Bitcoin Diprediksi Bisa Rebound ke US$90.000
Meski memperingatkan potensi penurunan, McClurg tetap optimistis terhadap arah pasar crypto dalam jangka menengah hingga akhir tahun.
Ia memperkirakan Bitcoin bisa kembali naik ke area US$80.000 hingga US$90.000 setelah tekanan politik mereda dan arus modal kembali masuk ke aset berisiko.
Menurutnya, fase pesimistis justru sering menjadi momen akumulasi terbesar bagi investor besar.
“Kekayaan terbesar biasanya tercipta tepat saat semua orang sudah kehilangan harapan,” ujar McClurg.
Dengan kata lain, ketika pasar mulai panik dan kehilangan harapan, sebagian investor justru melihatnya sebagai peluang masuk sebelum tren bullish berikutnya dimulai.
Ethereum dan XRP Masih Dinilai Punya Momentum

Sumber Gambar: YouTube.com/Paul Barron Podcast
Di tengah tekanan market, McClurg tetap melihat Ethereum dan XRP sebagai dua aset yang memiliki peluang bertahan lebih baik dibanding sebagian altcoin lain.
Ethereum dinilai masih unggul dari sisi utilitas dan adopsi institusi. Sementara XRP disebut memiliki momentum tambahan dari potensi ETF XRP dan perkembangan regulasi crypto di Amerika Serikat.
McClurg juga memprediksi harga XRP bisa naik hingga dua kali lipat dari level saat ini apabila aliran dana ETF terus meningkat hingga akhir tahun.
Selain itu, ia menyoroti potensi CLARITY Act dan tren tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA) sebagai katalis tambahan untuk pasar crypto.
Baca juga: Bukan Bitcoin dan Emas! Aset Ini Jadi Investasi Paling Profit di 2026
Altcoin Lain Dinilai Masih Kesulitan Adopsi
Dalam wawancara yang sama, McClurg juga menyinggung beberapa proyek crypto lain seperti Solana dan SUI.
Ia mengakui sebagian jaringan memiliki teknologi yang kuat, tetapi belum memiliki jalur distribusi dan adopsi institusi yang matang.
Menurutnya, teknologi saja tidak cukup jika sebuah jaringan belum mampu menarik penggunaan dalam skala besar.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa investor institusi kini mulai lebih selektif dalam memilih aset crypto, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan.
Pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan XRP saat ini semakin dipengaruhi kondisi ekonomi global dibanding beberapa tahun lalu.
Data inflasi AS, kebijakan suku bunga The Fed, hingga perkembangan politik Amerika Serikat kini menjadi faktor utama yang diperhatikan investor.
Kesimpulan
Inflasi tinggi dan ketidakpastian pemilu AS diprediksi bisa menjadi tekanan besar bagi pasar crypto dalam jangka pendek. Bitcoin bahkan disebut berpotensi turun ke area US$65.000 sebelum kembali pulih menuju akhir tahun.
Meski market dibayangi sentimen negatif, Ethereum dan XRP masih dianggap memiliki prospek kuat berkat dukungan adopsi institusi dan perkembangan regulasi crypto di AS.
Investor kini mulai fokus pada data inflasi, kebijakan The Fed, dan perkembangan politik Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah Bitcoin, Ethereum, dan XRP dalam beberapa bulan mendatang.
FAQ
- Kenapa inflasi AS bisa memengaruhi harga Bitcoin dan crypto?
Inflasi tinggi membuat bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi ini biasanya membuat investor mengurangi investasi pada aset berisiko seperti Bitcoin, Ethereum, dan altcoin. - Apa itu midterm election AS dan kenapa berdampak ke market crypto?
Midterm election adalah pemilu paruh waktu di Amerika Serikat yang sering memicu ketidakpastian politik dan ekonomi. Investor biasanya lebih berhati-hati selama periode tersebut, termasuk di pasar crypto. - Apakah Bitcoin benar-benar bisa turun ke US$65.000?
Prediksi tersebut berasal dari CEO Canary Capital, Steven McClurg. Namun itu bukan kepastian, melainkan skenario yang menurutnya masih realistis jika tekanan ekonomi global berlanjut. - Kenapa Ethereum dan XRP dianggap lebih kuat?
Ethereum masih mendominasi sektor smart contract dan ekosistem DeFi, sedangkan XRP dinilai memiliki peluang dari sisi regulasi dan potensi ETF XRP di masa depan. - Apa yang dimaksud fase akumulasi di pasar crypto?
Fase akumulasi adalah periode ketika investor mulai membeli aset secara bertahap saat harga turun dan sentimen pasar sedang lemah. - Faktor apa saja yang paling memengaruhi harga crypto saat ini?
Beberapa faktor utama meliputi inflasi AS, suku bunga The Fed, kondisi ekonomi global, arus dana institusi, regulasi crypto, dan sentimen politik Amerika Serikat. - Apakah kondisi krisis selalu buruk untuk pasar crypto?
Tidak selalu. Dalam sejarah market crypto, periode ketidakpastian sering menjadi awal dari fase pemulihan besar setelah tekanan pasar mereda.
Referensi:
- CoinPedia – Expert Says High Inflation and Midterms Could Push Bitcoin, Ethereum and XRP Prices Lower, diakses pada 22 Mei 2026
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Expert Says High Inflation and Midterms Could Push Bitcoin, Ethereum and XRP Prices Lower, diakses pada 22 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


