Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset kripto utama menguat pada Senin (8/6) meski ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan militer.
Bitcoin naik sekitar 2,3% dalam 24 jam terakhir ke level US$63.078. Ethereum (ETH) memimpin penguatan dengan kenaikan 5,5% ke US$1.681, sementara XRP menguat 3,8% ke US$1,15. Dogecoin turut naik sekitar 2,5%.
Kenaikan tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat menembus US$64.000, didukung lonjakan volume perdagangan sekitar 15% yang menandakan meningkatnya aktivitas beli di pasar.
Pasar Kripto Mengabaikan Eskalasi Konflik Timur Tengah
Penguatan aset kripto terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Sumber Gambar: X.com
Media pemerintah Iran melaporkan peluncuran rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara Ramat David di Israel. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon.
Sebagai balasan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran.
Di pasar tradisional, meningkatnya risiko geopolitik biasanya mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Namun pasar kripto justru bergerak berlawanan dengan mencatat kenaikan di sejumlah aset utama.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Bisa ATH di 2027? Analis Temukan Pola yang Terus Berulang
Short Squeeze Hapus Lebih dari US$660 Juta
Melansir dari Benzinga, data Coinglass menunjukkan lebih dari US$660 juta posisi perdagangan kripto terlikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Sebagian besar likuidasi berasal dari trader yang sebelumnya membuka posisi short selling atau bertaruh harga akan turun.
Pada saat yang sama, open interest Bitcoin turun 0,61%. Kombinasi harga yang naik dan open interest yang menurun sering dikaitkan dengan short covering, yakni ketika trader bearish terpaksa membeli kembali aset untuk menutup posisi mereka.
Fenomena ini dapat mempercepat kenaikan harga karena menciptakan tekanan beli tambahan dalam waktu singkat.
Analis Melihat Sinyal Bottom Bitcoin Mulai Muncul
Analis on-chain Ali Martinez menyoroti bahwa saat ini sekitar 10,46 juta BTC berada dalam kondisi rugi.

Sumber Gambar: X.com/alicharts
Menurutnya, angka tersebut penting karena dalam beberapa siklus sebelumnya Bitcoin cenderung membentuk titik terendah pasar ketika lebih dari 10 juta BTC berada di bawah harga beli pemiliknya.
Martinez menilai kondisi tersebut biasanya menandakan tekanan jual mulai berkurang karena semakin sedikit investor yang bersedia menjual aset mereka dalam keadaan merugi.
“Menurut saya, ini merupakan sinyal penting karena tekanan jual biasanya mulai mereda ketika semakin sedikit investor yang bersedia merealisasikan kerugian. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terbentuknya dasar pasar (market bottom),” tulis Martinez.
Selain itu, ia juga menyoroti indikator MVRV melalui MVRV Pricing Bands yang saat ini menempatkan level US$53.900 dan US$43.130 sebagai area yang secara historis menawarkan rasio risiko dan potensi imbal hasil yang menarik bagi investor jangka panjang.
Baca berita selanjutnya: Peter Schiff Sebut Bitcoin Bisa Crash ke $20.000, Reaksi Komunitas Panas!
Bitcoin Masih Dekat dengan Area Bottom Historis
Pandangan serupa datang dari analis kripto Rekt Capital. Ia mencatat Bitcoin sempat turun sekitar 4,5% di bawah indikator 200-week Simple Moving Average (SMA) yang saat ini berada di kisaran US$60.680.

Sumber Gambar: X.com/rektcapital
“Secara historis, Bitcoin biasanya bergerak 14% hingga 31% di bawah level 200-week SMA sebelum akhirnya membentuk titik terendah absolut dalam siklus bear market,” tulis rekt.
Dengan kata lain, pergerakan saat ini menunjukkan Bitcoin mulai memasuki area yang secara historis kerap muncul menjelang berakhirnya fase bear market, meski arah pasar selanjutnya masih perlu dikonfirmasi.
Kesimpulan
Meski konflik Iran-Israel kembali memanas, Bitcoin, Ethereum, dan XRP justru mencatat penguatan.
Kenaikan ini didorong oleh short covering serta munculnya sejumlah sinyal on-chain yang mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang.
Sejumlah analis pun melihat peluang terbentuknya bottom Bitcoin semakin besar, meski pasar masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin naik meski konflik Iran-Israel memanas?
Kenaikan Bitcoin didorong oleh meningkatnya aktivitas beli dan gelombang short covering yang memaksa trader bearish menutup posisi mereka. - Apa yang dimaksud dengan bottom Bitcoin?
Bottom Bitcoin adalah area harga terendah dalam suatu siklus pasar sebelum terjadi pemulihan atau tren naik yang lebih kuat. - Apa arti 10,46 juta BTC berada dalam kondisi rugi?
Angka tersebut menunjukkan jumlah Bitcoin yang saat ini diperdagangkan di bawah harga beli pemiliknya. Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul menjelang terbentuknya dasar pasar. - Apa itu short covering?
Short covering terjadi ketika trader yang bertaruh harga turun membeli kembali aset karena pasar bergerak berlawanan dengan prediksi mereka. - Mengapa indikator 200-week SMA sering diperhatikan investor?
Indikator ini dianggap sebagai salah satu acuan utama untuk mengidentifikasi area undervalued Bitcoin berdasarkan data historis jangka panjang. - Apakah kenaikan Bitcoin saat ini menandakan bull market baru?
Belum tentu. Analis melihat adanya sinyal yang mendukung pembentukan bottom, tetapi pasar masih dipengaruhi berbagai faktor seperti kondisi makroekonomi, arus dana institusional, dan perkembangan geopolitik global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


