AI Agent semakin banyak digunakan di industri kripto untuk memantau pasar, mengelola portofolio, dan menjalankan transaksi secara otomatis.
Robinhood, Coinbase, dan Base menjadi beberapa perusahaan yang telah mengadopsi teknologi ini.
Seiring meningkatnya peran AI dalam aktivitas keuangan, isu mengenai keamanan dan kendali aset pengguna kembali menjadi sorotan.
DeFi Dinilai Menjadi Arena Uji Coba Terbaik bagi AI
Chief Operating Officer Neyro, Andrew Isaacs, menilai decentralized finance (DeFi) merupakan salah satu lingkungan terbaik untuk menguji kemampuan AI Agent dalam kondisi nyata.
Menurutnya, trading memberikan konsekuensi finansial langsung terhadap setiap keputusan yang diambil AI. Berbeda dengan penggunaan AI di sektor lain, kesalahan dalam trading dapat langsung terlihat dalam bentuk kerugian.
“Trading adalah tempat di mana keterlambatan kecil dan keputusan yang buruk langsung terlihat dampaknya,” kata Isaacs dikutip dari crypto.news.
Ia menjelaskan bahwa pasar DeFi yang beroperasi selama 24 jam, tersebar di berbagai blockchain, dan memiliki ribuan aset digital membuat trader individu sulit memantau seluruh peluang yang tersedia.
Dalam kondisi tersebut, AI Agent dinilai memiliki keunggulan karena mampu mengawasi pasar secara terus-menerus dan memproses data dalam jumlah besar secara bersamaan.
Baca juga berita terkait: AI Agent Kini Bisa Trading Hingga Bayar Sendiri, Ethereum dan Visa Mulai Waspada
Robinhood dan Coinbase Mulai Mendorong Agentic Trading
Sejumlah perusahaan besar telah mulai mengintegrasikan AI Agent ke dalam layanan mereka.
Robinhood meluncurkan Agentic Trading dan Agentic Credit Card yang memungkinkan AI melakukan transaksi dan pembelian melalui akun dengan batas yang telah ditentukan pengguna.
Sementara itu, Base yang didukung Coinbase memperkenalkan Base MCP, sistem yang menghubungkan asisten AI seperti ChatGPT, Claude, Codex, dan Cursor dengan wallet kripto untuk berbagai aktivitas, mulai dari pemantauan portofolio hingga swap token.
Coinbase juga memperluas infrastruktur pembayaran x402 yang ditujukan untuk mendukung transaksi antarmesin dan aktivitas ekonomi berbasis AI.
Dalam laporan perusahaan, Coinbase mengungkapkan bahwa AI Agent menggunakan USDC dalam 99% transaksi yang mereka pantau, sementara lebih dari 90% transaksi tersebut berlangsung di jaringan Base.
Infrastruktur x402 sendiri telah mencatat volume lebih dari 75 juta transaksi per bulan.
Kendali Aset Tetap Menjadi Sorotan
Meski menawarkan efisiensi, penggunaan AI dalam sektor keuangan juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan dan kontrol aset.
Menurut Isaacs, industri tidak boleh mengorbankan prinsip utama Web3 demi kenyamanan otomatisasi.
“AI cukup kuat untuk membuat sentralisasi terlihat nyaman lagi, dan itulah bahayanya. Tujuan Web3 bukan hanya membuat produk keuangan menjadi digital, tetapi mengubah model kepercayaan,” ujarnya.
Kekhawatiran tersebut semakin relevan karena transaksi di DeFi umumnya bersifat non-kustodian dan tidak dapat dibatalkan setelah dieksekusi.
Kesalahan instruksi, salah membaca kondisi pasar, atau celah keamanan berpotensi menyebabkan kehilangan aset secara permanen.
Karena itu, sejumlah platform menerapkan pembatasan tambahan. Base, misalnya, menegaskan bahwa AI tidak memiliki akses ke private key pengguna dan seluruh transaksi tetap memerlukan persetujuan sebelum dijalankan.
Baca selanjutnya: Bos Cardano Prediksi AI Agent Gantikan Manusia di Internet pada 2035
Kesimpulan
AI Agent semakin menunjukkan potensinya dalam membantu aktivitas trading kripto, terutama di pasar DeFi yang bergerak cepat dan beroperasi tanpa henti.
Namun, seiring meningkatnya kemampuan otomatisasi, industri tetap menekankan bahwa kendali atas aset, wallet, dan keputusan transaksi harus tetap berada di tangan pengguna.
Keseimbangan antara efisiensi AI dan kontrol pengguna menjadi faktor penting dalam perkembangan teknologi ini ke depan.
FAQ
- Apa itu AI Agent dalam kripto?
AI Agent adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas tertentu secara otomatis, seperti memantau pasar, mengelola portofolio, atau mengeksekusi transaksi berdasarkan aturan yang ditetapkan pengguna. - Apa perbedaan AI Agent dan trading bot?
Trading bot biasanya menjalankan strategi yang sudah diprogram sebelumnya. AI Agent memiliki kemampuan menganalisis informasi, memahami instruksi, dan menyesuaikan tindakan berdasarkan kondisi yang berubah. - Apakah AI Agent bisa mengakses wallet kripto pengguna?
Tergantung platform yang digunakan. Beberapa layanan seperti Base MCP menyatakan AI tidak memiliki akses ke private key dan tetap memerlukan persetujuan pengguna sebelum transaksi dilakukan. - Mengapa DeFi dianggap cocok untuk AI Agent?
Pasar DeFi berjalan 24 jam, memiliki ribuan aset dan likuiditas yang tersebar di banyak jaringan blockchain. Kompleksitas ini membuat otomatisasi berbasis AI menjadi lebih relevan dibandingkan pasar tradisional. - Apa risiko menggunakan AI Agent untuk trading kripto?
Risikonya meliputi kesalahan analisis pasar, instruksi yang keliru, celah keamanan, hingga transaksi yang tidak dapat dibatalkan setelah tercatat di blockchain. - Apakah AI Agent akan menggantikan trader manusia?
Belum tentu. Banyak pelaku industri melihat AI Agent sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan, bukan sebagai pengganti penuh bagi manusia dalam mengelola investasi dan risiko.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


