AI agent kini tidak lagi sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan atau membantu mencari informasi.
Teknologi ini mulai masuk ke fase baru dengan kemampuan melakukan transaksi, menjalankan pembayaran, hingga mengeksekusi trading otomatis tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Perkembangan tersebut mulai mendorong perusahaan teknologi, industri pembayaran, hingga regulator global membangun sistem identitas baru untuk AI agent. Tiger Research menyebut konsep tersebut sebagai KYA atau Know Your Agent.
Kehadiran KYA dinilai penting karena AI agent mulai bertindak layaknya entitas ekonomi digital yang dapat bergerak sendiri di sistem pembayaran maupun blockchain.
AI Agent Mulai Masuk ke Sistem Finansial
Dalam laporannya, Tiger Research menjelaskan AI agent kini sudah mampu:
- menjalankan smart contract,
- melakukan pembayaran,
- melakukan trading otomatis,
- hingga berinteraksi dengan AI lain dalam sistem Agent-to-Agent (A2A).
Namun, perkembangan teknologi tersebut belum diikuti standar identitas global yang mampu memverifikasi aktivitas AI agent secara universal.
Tiger Research menilai kondisi ini mirip dengan sistem keuangan global sebelum era KYC dan FATF pada akhir 1980-an, ketika transaksi lintas negara berkembang cepat tetapi belum memiliki standar identitas yang jelas.
Kini, AI agent mulai memasuki fase yang serupa. Mereka dapat menjalankan aktivitas ekonomi digital, tetapi belum memiliki sistem verifikasi identitas yang terstandarisasi.
Baca juga berita terkait: Bos Cardano Prediksi AI Agent Gantikan Manusia di Internet pada 2035
KYA Mulai Disebut Sebagai “KYC untuk AI”
KYA atau Know Your Agent merupakan sistem verifikasi identitas yang dirancang khusus untuk AI agent.
Jika KYC digunakan untuk memverifikasi manusia, KYA bertugas memastikan:
- siapa developer AI agent,
- siapa pengguna atau delegatornya,
- izin apa yang dimiliki agent,
- serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas agent tersebut.

Sumber Gambar: Tiger Research
Tiger Research menyebut setidaknya ada tiga risiko besar jika AI agent berkembang tanpa sistem identitas yang jelas.
Pertama, transaksi tidak sah ketika AI menjalankan aktivitas di luar izin pengguna.
Kedua, penipuan identitas melalui AI agent palsu yang menyamar sebagai layanan resmi untuk mencuri dana atau reputasi.
Ketiga, kekosongan akuntabilitas ketika terjadi kerugian atau penyalahgunaan sistem. Karena itu, KYA mulai dipandang sebagai lapisan keamanan baru dalam ekonomi AI.
Ethereum Mulai Dorong ERC-8004
Ethereum (ETH) menjadi salah satu pemain yang mulai serius membangun infrastruktur identitas AI melalui ERC-8004.
Standar tersebut dirancang untuk menciptakan identitas AI agent berbasis NFT. Setiap AI agent nantinya dapat memiliki AgentID unik yang tersimpan secara on-chain.

Sumber Gambar: Tiger Research
Tiger Research menjelaskan ERC-8004 akan memiliki tiga komponen utama:
- Identity Registry,
- Reputation Registry,
- dan Validation Registry.
Lewat sistem ini, AI agent dapat memiliki identitas digital, reputasi on-chain, dan histori aktivitas yang bisa diverifikasi publik. Pendekatan tersebut dinilai mirip dengan evolusi standar Ethereum sebelumnya.
ERC-20 melahirkan pasar token kripto, sementara ERC-721 membentuk industri NFT. Kini ERC-8004 diproyeksikan menjadi fondasi identitas AI agent di blockchain.
Visa Siapkan Sistem Verifikasi AI Agent
Selain Ethereum, Visa juga mulai membangun sistem identitas AI untuk sektor pembayaran. Perusahaan tersebut memperkenalkan Trusted Agent Protocol (TAP) melalui inisiatif Visa Intelligent Commerce.
Dalam sistem ini, AI agent harus memperoleh kredensial identitas sebelum dapat menjalankan transaksi pembayaran.
Visa kemudian melakukan verifikasi melalui tiga komponen:
- legitimasi AI agent,
- identitas delegator atau pengguna,
- dan metode pembayaran.
Merchant nantinya tidak hanya menerima instruksi pembayaran, tetapi juga validasi bahwa AI agent tersebut sah dan memiliki izin transaksi.
Langkah ini memperlihatkan bahwa perusahaan pembayaran besar mulai mempersiapkan era ketika AI dapat melakukan pembayaran secara mandiri.
Baca selanjutnya: Pembayaran Bukan Lagi untuk Manusia: AI Agent Siap Transaksi Pakai Crypto?
Regulasi AI Agent Mulai Bergerak

Sumber Gambar: Tiger Research
Pergerakan industri juga mulai diikuti regulator global. Uni Eropa melalui EU AI Act mulai mewajibkan identitas operator dicatat dalam log perilaku sistem AI berisiko tinggi.
Sementara itu, NIST di Amerika Serikat mulai memasukkan manajemen identitas AI agent sebagai prioritas standardisasi.
Singapura bahkan telah merilis kerangka tata kelola nasional pertama untuk agentic AI.
Tiger Research membandingkan kondisi ini dengan FATF Travel Rule pada 2019 yang mengubah lanskap industri crypto secara besar-besaran.
Saat itu, banyak platform crypto kecil kesulitan memenuhi biaya infrastruktur KYC dan AML, sementara pemain besar mampu bertahan.
Situasi serupa diperkirakan dapat terjadi dalam era AI agent ketika regulasi identitas mulai diterapkan secara luas.
Industri Diprediksi Terbagi Berdasarkan Segmen
Tiger Research menilai pasar KYA kemungkinan tidak akan dikuasai satu pemain saja. Sebaliknya, pasar diperkirakan terbagi berdasarkan segmen:
- Ethereum untuk transaksi on-chain,
- Visa untuk pembayaran,
- Trulioo untuk compliance industri finansial,
- dan Sumsub untuk deteksi fraud serta anomali transaksi.
Persaingan berikutnya dinilai bukan hanya soal teknologi AI paling canggih, tetapi juga soal infrastruktur identitas dan jaringan kepercayaan.
Kesimpulan
AI agent kini berkembang jauh melampaui fungsi chatbot biasa. Teknologi ini mulai masuk ke sistem pembayaran, trading otomatis, hingga aktivitas ekonomi digital yang berjalan secara mandiri.
Perkembangan tersebut mendorong munculnya kebutuhan terhadap sistem identitas baru yang mampu memastikan keamanan, izin, serta akuntabilitas AI agent.
Ethereum mulai membangun identitas AI berbasis blockchain melalui ERC-8004, sementara Visa menyiapkan sistem verifikasi pembayaran AI lewat TAP.
Di saat yang sama, regulator global juga mulai menyusun kerangka aturan untuk mengawasi aktivitas AI agent di masa depan.

Artikel ini hasil Kolaborasi antara INDODAX x Tiger Research
FAQ
- Apa itu AI agent?
AI agent adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas secara mandiri berdasarkan instruksi tertentu. Dalam perkembangan terbaru, AI agent mulai mampu melakukan transaksi, trading, hingga pembayaran otomatis. - Apa perbedaan KYC dan KYA?
KYC (Know Your Customer) digunakan untuk memverifikasi identitas manusia dalam layanan keuangan. Sementara KYA (Know Your Agent) digunakan untuk memverifikasi identitas AI agent beserta izin dan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitasnya. - Apa fungsi ERC-8004 di Ethereum?
ERC-8004 merupakan proposal standar Ethereum untuk identitas AI agent berbasis blockchain. Standar ini memungkinkan AI agent memiliki identitas digital, reputasi on-chain, dan histori aktivitas yang dapat diverifikasi. - Kenapa Visa mulai membangun sistem AI agent?
Visa melihat potensi AI agent dalam sistem pembayaran masa depan. Melalui Trusted Agent Protocol (TAP), Visa mencoba memastikan transaksi AI tetap aman dan terhubung ke jaringan pembayaran mereka. - Apakah AI agent sudah bisa melakukan transaksi crypto?
Beberapa AI agent saat ini sudah mampu melakukan transaksi crypto otomatis seperti trading, swap token, hingga pembayaran berbasis smart contract. - Apa risiko terbesar dari AI agent tanpa identitas?
Risiko utamanya meliputi penipuan identitas, transaksi ilegal, penyalahgunaan izin, dan sulitnya menentukan pihak yang bertanggung jawab saat terjadi kerugian. - Kenapa regulasi AI agent mulai dibahas banyak negara?
Karena AI agent diperkirakan akan semakin terlibat dalam aktivitas ekonomi digital. Pemerintah dan regulator mulai menyiapkan aturan untuk memastikan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas teknologi tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Artificial intelligence (AI), #Ai Crypto, #Berita Blockchain





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


