Bitcoin (BTC) dan emas kompak mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.
Bitcoin tercatat turun sekitar 50% dari rekor tertingginya (ATH), sementara harga emas merosot hingga di bawah $4.000.
Fenomena ini bukan kebetulan. Menurut analisis CoinDesk, keduanya sama-sama terdampak oleh berakhirnya strategi investasi debasement trade.
Harga Bitcoin dan Emas Saat Ini

Harga Bitcoin pada Selasa (30/6) | Sumber: TradingView
Tekanan jual masih membayangi dua aset ini. Hingga akhir Juni 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $59.000 dan telah terkoreksi sekitar 50% dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.

Harga emas ada Selasa (30/6) | Sumber: tradingeconomics
Di sisi lain, harga emas turun ke sekitar $3.900 per ons, sekaligus menembus level $4.000 untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu. Dari puncaknya yang berada di sekitar $5.600 pada Januari 2025, emas telah melemah sekitar 28%.
Perak juga mengalami tekanan yang lebih besar. Logam mulia tersebut telah kehilangan lebih dari 50% nilainya dibandingkan level tertinggi sebelumnya, menandakan pelemahan terjadi secara luas pada kelompok aset langka.
Baca juga: Bitcoin Stagnan di Bawah US$70.000, Layak Dibeli atau Wait and See?
Mengapa Bitcoin dan Emas Turun Bersamaan?
Selama dua tahun terakhir, Bitcoin, emas, dan perak banyak dipandang sebagai aset lindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan meningkatnya utang pemerintah.
Dilansir dari CoinDesk, ketika dolar AS dianggap berpotensi melemah, dana investor mengalir ke ketiga aset tersebut.
Namun, situasinya berubah setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh, menyampaikan nada kebijakan yang lebih hawkish yang cenderung mendukung suku bunga tetap tinggi untuk menekan inflasi.
Pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi dua kali, masing-masing 0,25% hingga Maret 2027.
Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat sekitar 0,8% hanya dalam sepekan. Kombinasi suku bunga tinggi dan dolar yang lebih kuat membuat aset seperti emas maupun Bitcoin menjadi kurang menarik karena keduanya tidak menghasilkan imbal hasil seperti obligasi.
Apa Itu Debasement Trade?
Debasement trade adalah strategi investasi yang muncul ketika investor khawatir nilai mata uang fiat terus tergerus akibat tingginya belanja pemerintah dan utang negara.
Dalam kondisi tersebut, investor biasanya mengalihkan dana ke aset yang pasokannya terbatas, seperti emas, perak, maupun Bitcoin. Bitcoin sering dijuluki sebagai emas digital karena jumlah pasokannya dibatasi maksimal 21 juta koin.
Namun, ketika ekspektasi pasar berubah akibat kebijakan moneter yang lebih ketat, strategi tersebut mulai dibongkar. Akibatnya, ketiga aset tersebut mengalami tekanan jual secara bersamaan.
Kesimpulan
Pelemahan Bitcoin, emas, dan perak saat ini mencerminkan perubahan besar pada sentimen makro global. Kenaikan ekspektasi suku bunga dan penguatan dolar AS membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset langka yang sebelumnya diuntungkan oleh narasi debasement trade.
Meski Bitcoin telah mulai mengungguli emas dan perak sejak Februari, arah pergerakannya dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi kebijakan The Fed.
Selama suku bunga tetap tinggi dan dolar AS menguat, volatilitas pada aset-aset tersebut diperkirakan masih akan berlanjut.
FAQ
1. Mengapa Bitcoin dan emas turun bersamaan?
Karena keduanya sama-sama terdampak oleh berakhirnya debasement trade, ditambah ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi serta penguatan dolar AS.
2. Apa itu debasement trade?
Debasement trade adalah strategi investasi yang mengandalkan aset langka seperti Bitcoin, emas, dan perak sebagai pelindung nilai ketika mata uang diperkirakan melemah akibat inflasi atau tingginya utang pemerintah.
3. Mengapa suku bunga tinggi menekan harga Bitcoin dan emas?
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan imbal hasil aset berbunga seperti obligasi, sehingga aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti Bitcoin dan emas, menjadi kurang menarik.
4. Apakah Bitcoin masih dianggap sebagai emas digital?
Ya. Bitcoin masih sering disebut sebagai emas digital karena pasokannya terbatas hingga 21 juta koin. Namun, pergerakannya juga dipengaruhi sentimen pasar sebagai aset berisiko.
5. Apakah Bitcoin kini lebih kuat dibanding emas?
Menurut data yang dikutip CoinDesk, sejak Februari Bitcoin telah mengungguli emas sekitar 30% dan perak lebih dari 55%. Namun, keduanya masih sama-sama dipengaruhi kondisi makro ekonomi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
