Analisis KillaXBT tentang kapan Bitcoin (BTC) mencetak all-time high (ATH) baru kembali jadi topik populer di media sosial.
Berdasarkan analis yang diunggah di X, peluang terbesar ATH berikutnya diperkirakan muncul pada akhir 2027 hingga awal 2028.
Prediksi tersebut didasarkan pada pola waktu antar ATH yang terus memendek di setiap siklus Bitcoin.
Meski perlu diingat bahwa perhitungan ini merupakan analisis pendekatan historis, bukan sebuah jaminan harga akan bergerak sesuai skenario tersebut.
Pola Siklus Bitcoin Jadi Dasar Prediksi

Sumber: x.com/@KillaXBT
Melalui unggahan di platform X pada Senin (30/6), KillaXBT membandingkan durasi yang dibutuhkan Bitcoin untuk mencetak ATH baru pada setiap siklus.
Menurut data tersebut, siklus pertama membutuhkan sekitar 1.190 hari dari satu ATH ke ATH berikutnya.
Pada siklus kedua, waktunya berkurang menjadi 1.085 hari, sedangkan siklus ketiga hanya memerlukan sekitar 854 hari.
Berdasarkan pola tersebut, analis menilai siklus Bitcoin cenderung semakin singkat atau dikenal sebagai diminishing cycle effect.
Jika pola ini kembali terjadi, Bitcoin diperkirakan berpeluang mencetak ATH baru pada Januari 2028. Bahkan, apabila efek tersebut terus berlanjut, ATH baru bisa saja muncul lebih cepat pada Q4 2027.
Baca juga: Roadmap Bitcoin Q3 2026: Juli Bullish, Agustus Merah, Target US$39.000
Potensi Kenaikan Lebih dari 110%
Dalam analisanya, KillaXBT menggunakan harga Bitcoin saat ini yang berada di kisaran $59.200 sebagai titik acuan.
Apabila Bitcoin mampu kembali menyentuh level $126.000, maka kenaikannya diperkirakan mencapai lebih dari 110% dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
“That means a move from the current price of $59.2K back to $126K would be a gain of over 110% in roughly 1.5 years,” tulisnya.
Menurut Killa, potensi tersebut membuat Bitcoin tetap menarik dibanding banyak aset lain. Namun, proyeksi tersebut sepenuhnya bergantung pada apakah pola historis masih akan terulang pada siklus kali ini.
Apakah Siklus Historis Selalu Terulang?
Meski pola historis sering dijadikan acuan dalam analisis teknikal, tidak ada jaminan bahwa pasar akan bergerak dengan cara yang sama pada setiap siklus.
Perubahan kondisi makroekonomi, meningkatnya partisipasi investor institusi, hingga perkembangan regulasi dapat membuat karakter pergerakan Bitcoin berbeda dibanding siklus sebelumnya.
Karena itu, pola historis lebih tepat digunakan sebagai salah satu referensi dalam membaca peluang pasar, bukan sebagai kepastian bahwa harga akan mencapai target tertentu.
Kesimpulan
Analisis KillaXBT menunjukkan bahwa Bitcoin berpotensi mencetak ATH baru pada akhir 2027 hingga awal 2028 apabila pola siklus historis kembali terulang.
Meski potensi kenaikan di atas $126.000 di ATH berikutnya terlihat menarik, proyeksi tersebut tetap bergantung pada banyak faktor di luar pola harga masa lalu.
Investor sebaiknya menggunakan analisis siklus sebagai salah satu pertimbangan, namun tetap tetap memperhatikan perkembangan kondisi pasar dan ekonomi global.
FAQ
1. Apa itu ATH Bitcoin?
ATH atau All-Time High adalah harga tertinggi yang pernah dicapai Bitcoin sejak pertama kali diperdagangkan.
2. Mengapa analis memprediksi ATH baru pada akhir 2027?
Prediksi tersebut didasarkan pada pola historis yang menunjukkan jarak waktu antar-ATH Bitcoin cenderung semakin pendek di setiap siklus.
3. Apa yang dimaksud diminishing cycle effect?
Diminishing cycle effect adalah teori yang menyebut durasi dan besarnya siklus pergerakan harga Bitcoin berubah seiring semakin matangnya pasar.
4. Apakah target harga $126.000 pasti tercapai?
Tidak. Target tersebut merupakan hasil analisis berdasarkan pola historis dan bukan jaminan bahwa harga Bitcoin akan mencapai level tersebut.
5. Faktor apa saja yang dapat memengaruhi harga Bitcoin selain siklus historis?
Beberapa faktor penting meliputi kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, regulasi aset kripto, sentimen investor, serta permintaan dan penawaran di pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga media sosial INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Coinomedia – Spot ETF Flows Show SOL and XRP Outperform BTC, ETH, diakses 1 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
