Harga Bitcoin (BTC) naik menyentuh level US$63.000 setelah pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).
Perubahan sentimen ini dipicu oleh kombinasi komentar terbaru Ketua The Fed Kevin Warsh dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Tak hanya Bitcoin, aset safe haven seperti emas dan perak juga mencatat kenaikan.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Mulai Berubah
Sentimen positif muncul setelah Kevin Warsh menyampaikan bahwa risiko inflasi di AS mulai berkurang saat berbicara dalam forum tahunan European Central Bank (ECB) di Sintra, Portugal.
Meski demikian, Warsh tidak memberikan petunjuk mengenai kapan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga maupun kemungkinan pemangkasan suku bunga.
Ia hanya menegaskan bahwa bank sentral tetap berkomitmen menjaga inflasi menuju target 2%.
Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC) Diprediksi Masih Tertekan di Q3 2026, Q4 Jadi Titik Balik?
Data Tenaga Kerja AS Perkuat Optimisme Pasar
Optimisme investor semakin menguat setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Juni menunjukkan hanya 57.000 lapangan kerja baru, jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan sekitar 110.000.
Data tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS mulai melambat. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi sehingga kebutuhan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga menjadi tidak terlalu mendesak.
Dampaknya langsung terlihat pada ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September turun menjadi sekitar 54%, dibandingkan 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Bitcoin dan Emas Kompak Menguat
Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga mendorong pergerakan positif di berbagai kelas aset.
Bitcoin berhasil kembali diperdagangkan di atas US$63.000, sementara harga emas spot naik menjadi US$4.179,94 per ounce, level tertinggi sejak 23 Juni. Kontrak berjangka emas AS juga menguat ke US$4.193,20.
Tak hanya emas, logam mulia lainnya turut mencatat kenaikan. Harga perak naik 2,3% menjadi US$62,43 per ounce, platinum menguat 2,7% menjadi US$1.660,05, sedangkan palladium bertambah 1,3% ke US$1.284,40.
Menurut analis senior OANDA, Kelvin Wong, pergerakan tersebut terutama dipicu oleh berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed hingga awal tahun depan, seiring melemahnya data ekonomi AS.
“Yang kami lihat saat ini adalah berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve AS hingga sisa tahun ini maupun kuartal pertama tahun depan. Perubahan tersebut terutama dipicu oleh data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan,” jelas Wong dikutip dari TheCryptonomist.
Sikap The Fed Masih Belum Berubah
Meski pasar merespons positif, bukan berarti The Fed telah mengubah arah kebijakannya.
Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan Juni lalu, suku bunga tetap dipertahankan di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Namun, proyeksi median suku bunga akhir tahun justru dinaikkan menjadi 3,8%, dari sebelumnya 3,4%.
Selain itu, 9 dari 18 pejabat FOMC masih memperkirakan setidaknya akan ada satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026.
Artinya, komentar Warsh lebih mencerminkan bahwa The Fed akan bersikap bergantung pada data ekonomi terbaru, bukan menandakan siklus kenaikan suku bunga telah berakhir.
Baca selanjutnya: Analis Peringatkan Jangan Beli Bitcoin dan Ethereum Dulu, Ini Alasannya
Bitcoin Kini Semakin Sensitif terhadap Data Makro
Pergerakan terbaru menunjukkan hubungan Bitcoin dengan kondisi makroekonomi semakin kuat.
Jika sebelumnya harga Bitcoin lebih banyak dipengaruhi sentimen industri kripto, kini data inflasi, laporan tenaga kerja, hingga pernyataan pejabat bank sentral AS semakin berperan dalam membentuk arah pasar.
Selama investor masih menantikan kepastian mengenai langkah The Fed berikutnya, volatilitas Bitcoin diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh setiap rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin ke kisaran US$63.000 menunjukkan pasar mulai optimistis setelah ekspektasi kenaikan suku bunga AS mereda.
Kombinasi data tenaga kerja yang melemah dan komentar Ketua The Fed yang tidak seagresif sebelumnya membuat investor kembali berani mengambil risiko. Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang.
The Fed masih mempertahankan proyeksi suku bunga yang lebih tinggi hingga akhir tahun, sehingga arah Bitcoin ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan keputusan bank sentral AS dalam beberapa bulan mendatang.
FAQ
- Apa hubungan suku bunga The Fed dengan harga Bitcoin?
Suku bunga memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko. Ketika peluang kenaikan suku bunga menurun, Bitcoin cenderung lebih menarik karena biaya pinjaman dan imbal hasil aset berbunga menjadi relatif lebih rendah. - Apa itu Nonfarm Payrolls (NFP)?
Nonfarm Payrolls adalah laporan bulanan yang menunjukkan jumlah lapangan kerja baru di Amerika Serikat di luar sektor pertanian. Data ini menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga. - Mengapa data tenaga kerja AS bisa memengaruhi pasar kripto?
Data tenaga kerja mencerminkan kekuatan ekonomi AS. Jika pertumbuhan lapangan kerja melambat, tekanan inflasi biasanya ikut berkurang sehingga peluang kenaikan suku bunga mengecil. Kondisi tersebut sering kali memberikan sentimen positif bagi pasar kripto. - Apakah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga berarti The Fed akan memangkas suku bunga?
Belum tentu. Meredanya ekspektasi hanya menunjukkan pasar memperkirakan The Fed tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Keputusan akhir tetap bergantung pada perkembangan inflasi dan data ekonomi berikutnya. - Faktor apa saja yang perlu diperhatikan investor Bitcoin setelah ini?
Selain keputusan FOMC, investor perlu mencermati data inflasi AS, laporan Nonfarm Payrolls, tingkat pengangguran, serta pernyataan pejabat The Fed karena faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek maupun menengah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita The Fed, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


