Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih bergerak dalam fase konsolidasi yang membuat banyak investor bertanya-tanya apakah pasar sudah mencapai titik terendah atau justru masih berpotensi turun lebih dalam.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis memperingatkan bahwa membeli kedua aset kripto ini saat ini bisa menjadi keputusan yang berisiko.
Meski harga terlihat stabil dalam beberapa hari terakhir, sebagian analis menilai ketenangan pasar saat ini justru berpotensi menjadi bull trap, yaitu kenaikan sementara yang memancing investor masuk sebelum harga kembali terkoreksi.
Analis Nilai Bitcoin Berpotensi Naik Sebelum Turun Lebih Dalam
Selama sekitar delapan hari terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran US$58.000 hingga US$60.000. Pergerakan yang relatif datar ini sering dianggap sebagai fase sebelum muncul pergerakan besar.
Namun, analis kripto Shelpid memperkirakan Bitcoin masih berpeluang naik menuju area US$70.000 terlebih dahulu. Menurutnya, level tersebut dapat memicu optimisme pasar sehingga semakin banyak investor membeli BTC.
? I’M WARNING YOU NOW. REMEMBER THIS.
Everyone’s getting excited about the bounce. That bounce is the bait.$BTC still has an unfilled gap at $70K, and price almost always goes back to close it.
So expect the rally expect the euphoria, the “we’re so back” posts, the crowd… https://t.co/OtrTKQaMzS pic.twitter.com/5lVuEaKpNh
— Shelpid.WI3M (@Shelpid_WI3M) July 1, 2026
Setelah itu, ia memperkirakan investor besar atau whale mulai melakukan distribusi, sehingga harga berpotensi kembali turun di bawah US$59.000.
Dalam skenario jangka panjangnya, Shelpid bahkan memproyeksikan Bitcoin bisa membentuk titik terendah baru di kisaran US$38.000 hingga US$44.000 sebelum memulai tren naik berikutnya.
Pandangan serupa juga disampaikan analis lain yang dikenal sebagai Philanthrop. Bedanya, ia memperkirakan Bitcoin lebih dulu menguji area US$66.000 sebelum akhirnya terkoreksi menuju kisaran US$44.000.
MOST PEOPLE ARE PREPARING FOR A RALLY.
I’m preparing for one more shakeout.
My current $BTC roadmap:
1. Rally toward $66K
2. A few days of consolidation
3. Breakdown below $58K
4. Final move into the $44K region
5. Long-term accumulation startsThis isn’t the accumulation… pic.twitter.com/M2kEc2VHn6
— Philanthrop (@0xPhilanthrop) July 1, 2026
Menurut Philanthrop, area tersebut menawarkan peluang akumulasi yang lebih menarik dibandingkan level harga saat ini.
Baca juga berita terkait: Crypto Winter Datang Lagi? Tom Lee Klaim BitMine Siap Bertahan Meski ETH Lesu
Data On-Chain Justru Menunjukkan Akumulasi Bitcoin Meningkat
Di sisi lain, tidak semua analis memiliki pandangan bearish.
IS IT TIME TO BUY BITCOIN?
The data shows a major shift in investor behavior over the last 30 days. After months of selling during the recent price drop, the market is actively flipping back to buy mode.
What makes this shift notable accumulation is happening across almost… https://t.co/9je9IKJPJB pic.twitter.com/GYXf03hZf8
— Ali Charts (@alicharts) July 2, 2026
Analis on-chain Ali Charts menyoroti adanya peningkatan aktivitas pembelian Bitcoin di hampir seluruh kategori investor selama satu bulan terakhir.
Investor ritel dilaporkan mulai menambah kepemilikan BTC, sementara kelompok whale dengan kepemilikan antara 1.000 hingga 100.000 BTC juga kembali menjadi pembeli bersih setelah sebelumnya lebih banyak melakukan aksi jual.
Menurut Ali Charts, pola akumulasi seperti ini beberapa kali muncul menjelang terbentuknya dasar harga pada siklus sebelumnya.
Apabila tren pembelian tersebut terus berlanjut dan mampu mempertahankan area support saat ini, Bitcoin dinilai memiliki fondasi yang lebih kuat untuk memulai pemulihan.
Ethereum Dinilai Masih Memiliki Area Beli yang Lebih Menarik
Pandangan serupa juga berlaku untuk Ethereum.
Ali Charts menilai support historis terkuat ETH masih berada di sekitar US$1.100. Level tersebut telah beberapa kali menjadi titik pantulan penting sejak 2021 dan menjadi batas bawah kanal harga jangka panjang Ethereum.
Jika ETH kembali menguji area tersebut dan mampu bertahan, Ali Charts memperkirakan harga berpotensi pulih menuju US$3.000 sebagai target awal.
Apabila siklus bullish berikutnya berkembang lebih kuat, Ethereum bahkan berpeluang melanjutkan kenaikan hingga mendekati US$5.000 sesuai batas atas kanal harga jangka panjangnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyeksi tersebut bukan berarti Ethereum pasti turun ke US$1.100. Area tersebut hanya dianggap sebagai zona dengan peluang akumulasi yang lebih menarik berdasarkan pola historis.
Baca berita lainnya: Roadmap Bitcoin Q3 2026: Juli Bullish, Agustus Merah, Target US$39.000
Level Penting Bitcoin dan Ethereum yang Perlu Dicermati
Dalam jangka pendek, arah pergerakan kedua aset masih sangat bergantung pada kemampuan menembus level resistance terdekat.
Untuk Bitcoin, resistance utama berada di sekitar US$61.050. Jika berhasil ditembus, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$62.000.
Sebaliknya, apabila gagal bertahan di atas resistance tersebut, Bitcoin berisiko kembali bergerak di bawah US$61.000. Bahkan jika tekanan jual meningkat hingga menembus US$58.000, peluang koreksi yang lebih dalam akan semakin besar.
Sementara itu, Ethereum sedang berupaya mempertahankan posisi di atas resistance US$1.620.
Apabila level tersebut berhasil berubah menjadi support, ETH berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$1.660 dalam waktu dekat. Namun jika gagal bertahan, Ethereum berisiko kembali berada di bawah tekanan jual dan turun ke bawah US$1.600.
Kesimpulan
Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini masih menghadirkan dua skenario yang sama-sama masuk akal. Di satu sisi, data on-chain menunjukkan akumulasi mulai meningkat dan berpotensi menjadi sinyal awal pembentukan dasar harga.
Di sisi lain, sejumlah analis masih memperkirakan adanya satu gelombang koreksi lagi sebelum pasar benar-benar memasuki fase pemulihan.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga jangka pendek. Memperhatikan level teknikal, data on-chain, serta manajemen risiko tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan membeli Bitcoin maupun Ethereum.
FAQ
- Apa yang dimaksud bull trap pada Bitcoin dan Ethereum?
Bull trap adalah kondisi ketika harga aset tampak mulai naik sehingga banyak investor mengira tren bullish telah dimulai. Namun setelah itu harga justru kembali turun tajam sehingga pembeli baru mengalami kerugian. - Mengapa sebagian analis menyarankan menunda membeli Bitcoin?
Beberapa analis memperkirakan Bitcoin masih berpotensi mengalami koreksi sebelum benar-benar membentuk dasar harga. Karena itu, mereka menilai peluang membeli di harga yang lebih rendah masih terbuka. - Apa arti akumulasi Bitcoin oleh whale?
Akumulasi whale berarti investor dengan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar kembali menambah asetnya. Aktivitas ini sering dipantau karena dapat menjadi indikator perubahan sentimen pasar. - Apakah Ethereum masih berpotensi turun ke US$1.100?
Belum tentu. Level US$1.100 merupakan area support historis menurut beberapa analis, bukan target harga yang pasti akan tercapai. Pergerakan ETH tetap bergantung pada kondisi pasar dan sentimen global. - Faktor apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli Bitcoin atau Ethereum?
Selain harga, investor sebaiknya memperhatikan tren on-chain, level support dan resistance, sentimen makroekonomi, kebijakan bank sentral, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan agar keputusan investasi lebih terukur.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CaptainAltcoin – Buying Bitcoin (BTC) and Ethereum (ETH) Right Now Could Be a Costly Mistake, Analysts Warn
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Altcoin, #Berita Ethereum, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

