Bitcoin (BTC) kembali mendekati area harga yang selama lebih dari satu dekade kerap menjadi titik balik dalam setiap siklus pasar.
Melansir dari CoinDesk, berdasarkan analisis terbaru Fidelity Investments, aset kripto terbesar di dunia itu kini semakin dekat dengan zona akumulasi menurut model Power Law yang telah digunakan sejak 2015.
Meski demikian, Fidelity mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menjadi sinyal rebound dalam waktu dekat. Perusahaan menilai pasar masih kekurangan katalis yang mampu mendorong harga Bitcoin kembali memasuki tren naik.
Bitcoin Dekati Garis Support Jangka Panjang

Sumber Gambar: X.com
Jurrien Timmer, Director of Global Macro Fidelity, menjelaskan bahwa Bitcoin saat ini bergerak menuju batas bawah model Power Law, sebuah metode yang memetakan seluruh riwayat harga Bitcoin menggunakan kurva pertumbuhan jangka panjang pada grafik logaritmik.
“Bitcoin saat ini kemungkinan sedang memasuki fase akumulasi. Pada kisaran harga US$60.000, aset ini semakin mendekati garis support dari model Power Law,” tulisnya.
Model tersebut terdiri dari tiga bagian utama, yaitu garis resistance di bagian atas, garis tren utama di tengah, serta garis support di bagian bawah yang selama ini menjadi area terbentuknya dasar harga pada setiap siklus besar sejak 2015.
Dalam pembaruan grafik terbarunya, garis support tersebut berada di sekitar US$58.000, sementara harga Bitcoin saat analisis dipublikasikan masih berada di kisaran US$62.700.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Bersiap Reli? Ini Level Krusial yang Harus Segera Ditembus
Zona Akumulasi Kembali Muncul
Selain posisi harga yang mendekati support, Fidelity juga melihat indikator lain yang mulai menunjukkan kondisi serupa dengan siklus-siklus sebelumnya.
Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 56% di bawah garis tren utama (Power Law Trendline). Berdasarkan data historis Fidelity, kondisi seperti ini pernah terjadi pada akhir bear market tahun 2018 dan 2022, sebelum pasar akhirnya memasuki fase pemulihan.
Karena itu, area tersebut kembali dikategorikan sebagai accumulation zone, yaitu fase ketika investor jangka panjang mulai melakukan pembelian secara bertahap karena valuasi dinilai lebih menarik dibandingkan periode euforia pasar.
Fidelity juga mencatat bahwa rasio Bitcoin terhadap emas (Bitcoin-to-Gold Ratio) dalam periode 52 minggu telah turun hingga sekitar -100%, menunjukkan pelemahan yang sejalan dengan fase akumulasi pada siklus sebelumnya.
Belum Ada Katalis untuk Rebound
Meski mulai mendekati area akumulasi, Timmer menegaskan bahwa dirinya belum menyimpulkan Bitcoin telah mencapai titik terendah.
Menurutnya, premi spekulatif yang sempat mendorong harga Bitcoin melampaui US$120.000 pada tahun lalu kini sebagian besar telah menghilang.
Di sisi lain, pertumbuhan likuiditas global juga mulai melambat sehingga belum memberikan dorongan baru bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Ia memperkirakan Bitcoin masih berpotensi bergerak di sekitar area support tersebut selama beberapa bulan sebelum menunjukkan pembalikan tren yang lebih jelas.
Dengan kata lain, zona akumulasi bukan berarti harga akan langsung melonjak, melainkan menunjukkan bahwa Bitcoin mulai memasuki wilayah yang secara historis sering menarik perhatian investor jangka panjang.
Baca berikutnya: CEO Strategy Sebut Bitcoin adalah ‘United States of Money’, Apa Maksudnya?
Kesimpulan
Analisis Fidelity menunjukkan Bitcoin semakin dekat dengan area yang selama ini dikenal sebagai zona akumulasi bersejarah berdasarkan model Power Law.
Meskipun kondisi tersebut sering menjadi awal pemulihan pada siklus sebelumnya, perusahaan menilai pasar masih belum memiliki katalis yang cukup kuat untuk memicu rebound dalam waktu dekat.
Bagi investor, kondisi ini dapat menjadi sinyal untuk mencermati perkembangan pasar lebih dekat, sekaligus mengingat bahwa proses pembentukan dasar harga sering berlangsung dalam waktu yang tidak singkat.
FAQ
- Apa itu zona akumulasi Bitcoin?
Zona akumulasi adalah area harga yang dianggap menarik oleh investor jangka panjang untuk mulai membeli Bitcoin secara bertahap. Secara historis, area ini sering muncul menjelang berakhirnya bear market. - Apa yang dimaksud Power Law Bitcoin?
Power Law adalah model matematis yang memetakan pertumbuhan harga Bitcoin dalam jangka panjang menggunakan grafik logaritmik. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi area support, tren utama, dan resistance berdasarkan data historis sejak 2015. - Mengapa Fidelity menyebut Bitcoin mendekati area akumulasi?
Menurut Fidelity, harga Bitcoin saat ini semakin dekat dengan garis support bawah pada model Power Law. Selain itu, posisi harga juga berada sekitar 56% di bawah garis tren utama, level yang sebelumnya pernah muncul pada dasar siklus tahun 2018 dan 2022. - Apakah zona akumulasi berarti harga Bitcoin pasti akan naik?
Tidak. Zona akumulasi hanya menunjukkan bahwa harga mulai memasuki area yang secara historis menarik bagi investor jangka panjang. Pergerakan harga selanjutnya tetap dipengaruhi faktor lain seperti likuiditas global, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar. - Faktor apa yang dapat memicu rebound harga Bitcoin?
Beberapa katalis yang sering diperhatikan investor antara lain peningkatan likuiditas global, penurunan suku bunga oleh bank sentral, masuknya dana institusi, arus masuk ETF Bitcoin, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko. - Mengapa likuiditas global penting bagi harga Bitcoin?
Bitcoin termasuk aset yang sensitif terhadap kondisi likuiditas. Ketika jumlah uang yang beredar di pasar meningkat, investor cenderung lebih berani mengambil risiko sehingga permintaan terhadap aset seperti Bitcoin berpotensi ikut naik. Sebaliknya, likuiditas yang mengetat dapat membatasi kenaikan harga.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


