Pernyataan kontroversial datang dari salah satu eksekutif senior Vanguard, manajer aset terbesar kedua di dunia.
John Ameriks, Global Head of Quantitative Equity Vanguard, menyebut Bitcoin sebagai “Labubu digital”, menyiratkan bahwa aset tersebut lebih mirip koleksi spekulatif ketimbang instrumen bernilai ekonomi.
Komentar ini muncul tak lama setelah Vanguard membuka akses perdagangan ETF Bitcoin di platformnya pada awal Desember, menimbulkan kontras antara kebijakan bisnis dan pandangan fundamental perusahaan.
Vanguard Tetap Skeptis Meski Izinkan ETF Bitcoin
? VANGUARD CALLS BITCOIN A DIGITAL TOY
A senior Vanguard quant likened #BTC to a “digital Labubu,” saying it lacks the financial traits needed for long-term investment. pic.twitter.com/GvbU54j6qP
— Coin Bureau (@coinbureau) December 13, 2025
Menurut laporan Bloomberg, Ameriks menegaskan bahwa pandangan Vanguard terhadap kripto tidak berubah. Ia menilai Bitcoin tidak memenuhi kriteria investasi jangka panjang karena tidak menghasilkan pendapatan, tidak memiliki arus kas, dan tidak memberikan efek compounding.
Dalam bahasa sederhana, Vanguard menilai Bitcoin tidak “bekerja” menghasilkan nilai seperti saham atau obligasi. Karena itu, Bitcoin diposisikan lebih sebagai aset spekulatif, bukan aset produktif.
Ameriks membandingkan Bitcoin dengan Labubu, boneka koleksi populer yang nilainya bergantung pada minat pasar, bukan kegunaan ekonomi.
Analogi ini menegaskan bahwa nilai Bitcoin, menurut Vanguard, masih berbasis kepercayaan kolektif, bukan fundamental yang teruji waktu.
Baca juga: 5 Berita Besar Kripto Minggu Ini: Pasar Masih Berfluktuasi
Akses ETF Bersifat Netral, Tanpa Rekomendasi
Meski skeptis, Vanguard tetap mengizinkan investor mengakses ETF Bitcoin di platformnya. Ameriks menegaskan keputusan ini murni akomodasi permintaan pasar, bukan bentuk dukungan investasi.
Vanguard tidak memberikan rekomendasi beli atau jual, serta tidak menyarankan token tertentu kepada klien. Investor diberi kebebasan penuh, namun tanpa panduan resmi dari perusahaan.
Sikap ini menjelaskan mengapa Vanguard belum meluncurkan ETF kripto miliknya sendiri, berbeda dengan pendekatan manajer aset lain. Perusahaan memilih posisi netral sambil menunggu bukti ekonomi yang lebih kuat.
Bitcoin Diakui Punya Potensi Konteks Tertentu
Meski kritis, Ameriks mengakui Bitcoin mungkin memiliki nilai non-spekulatif dalam kondisi tertentu. Ia menyebut lingkungan inflasi tinggi dan ketidakstabilan politik sebagai skenario di mana Bitcoin bisa berfungsi sebagai alternatif penyimpan nilai.
Namun, ia menilai rekam jejak Bitcoin masih terlalu pendek untuk menyusun tesis investasi yang solid. Tanpa data panjang yang konsisten, Vanguard belum melihat dasar kuat untuk peran Bitcoin dalam portofolio jangka panjang.
Di sisi pasar, harga Bitcoin saat ini berada di sekitar $90.380, turun lebih dari 30% dari rekor tertinggi $126.080. Pergerakan ini memperkuat kehati-hatian Vanguard terhadap volatilitas aset kripto.
Kesimpulan
Pernyataan “Labubu digital” dari bos Vanguard menegaskan jurang pandangan antara adopsi pasar dan keyakinan fundamental institusi besar.
Meski ETF Bitcoin kini tersedia di platform Vanguard, perusahaan tetap memandang Bitcoin sebagai aset spekulatif dengan nilai ekonomi yang belum terbukti.
Kontroversi ini menunjukkan bahwa legitimasi kripto di dunia keuangan belum sepenuhnya soal akses, tetapi soal kepercayaan jangka panjang.
FAQ
- Siapa John Ameriks di Vanguard?
John Ameriks adalah Global Head of Quantitative Equity Vanguard, bertanggung jawab atas strategi investasi berbasis data dan model kuantitatif. - Apa maksud Bitcoin disebut “Labubu digital”?
Istilah ini menggambarkan Bitcoin sebagai koleksi spekulatif, yang nilainya bergantung pada minat pasar, bukan kegunaan ekonomi langsung. - Kenapa Vanguard izinkan ETF Bitcoin tapi tetap skeptis?
Karena keputusan tersebut bersifat bisnis dan permintaan klien, bukan perubahan keyakinan investasi perusahaan. - Apakah Vanguard meluncurkan ETF Bitcoin sendiri?
Tidak. Vanguard hanya mengizinkan akses ETF Bitcoin, tanpa menerbitkan produk kripto internal. - Apakah Vanguard sepenuhnya menolak Bitcoin?
Tidak sepenuhnya. Vanguard mengakui Bitcoin bisa relevan dalam kondisi ekstrem, tetapi belum layak sebagai investasi jangka panjang utama.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Bitcoinist – Bitcoin Is A ‘Digital Labubu’ With No Economic Value: Vanguard Quant Head, diakses pada 15 Desember 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
