Penerimaan pajak dari perdagangan aset kripto di Indonesia meningkat signifikan meski nilai transaksi secara keseluruhan mengalami penurunan sepanjang 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerimaan pajak kripto mencapai Rp719,61 miliar hingga November 2025.
Angka tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya, saat transaksi kripto lebih besar namun kontribusi pajaknya lebih rendah. Data ini menyoroti perubahan struktur kepatuhan di industri aset keuangan digital nasional.
Pajak Naik Meski Transaksi Menurun
Dikutip dari Coinvestasi, kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyebut total nilai transaksi kripto sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp482,23 triliun.
Nilai transaksi ini turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun.
Kontribusi pajak justru bergerak berlawanan arah. Pada 2024, pajak kripto tercatat Rp620,4 miliar, sementara pada 2025 melonjak meski volume transaksi lebih kecil.
Hasan menilai kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepatuhan pelaku industri setelah pengawasan aset kripto resmi berada di bawah OJK. Struktur pengenaan pajak yang konsisten membuat penerimaan negara tetap terjaga.
Baca juga: Kasus Langka! Bitcoin (BTC) Sitaan Pemerintah Korea Selatan Dicuri Penipu
Tarif Pajak Jadi Tekanan bagi Pelaku Usaha
Di sisi lain, OJK mengakui industri kripto masih menghadapi tekanan, terutama dari tarif pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,21%. Menurut Hasan, margin usaha pedagang aset kripto relatif tipis.
Ia menjelaskan bahwa komponen biaya pedagang hanya berada di kisaran 2 – 3 angka di belakang koma secara persentase, sehingga beban pajak dinilai cukup berat.
Selain itu, tarif PPh tersebut juga lebih tinggi dibandingkan skema pajak di beberapa negara lain.
OJK mencatat sekitar 72% dari 25 – 29 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin masih mengalami kerugian usaha.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa industri masih membutuhkan penyesuaian kebijakan agar dapat tumbuh berkelanjutan.
Baca juga: Jepang Tahan Suku Bunga di 0,75%, Masalah baru untuk Kripto?
Transaksi Lokal Masih Lari ke Luar Negeri
Temuan OJK juga menunjukkan sebagian besar transaksi kripto konsumen domestik masih mengalir ke platform asing. Aktivitas perdagangan belum sepenuhnya terserap ke dalam ekosistem nasional.
Hasan menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat industri kripto dalam negeri.
Dukungan kebijakan dan insentif dinilai krusial agar pelaku lokal lebih kompetitif dan mampu menarik kembali arus transaksi ke Indonesia.
Kesimpulan
Penurunan transaksi kripto nasional tidak serta-merta menekan kontribusi fiskal.
Sebaliknya, lonjakan pajak menunjukkan perubahan perilaku industri yang semakin patuh, meski tantangan struktural seperti beban pajak dan daya saing pelaku lokal masih perlu dibenahi.
FAQ
1. Berapa penerimaan pajak kripto Indonesia pada 2025?
OJK mencatat penerimaan pajak perdagangan aset kripto mencapai Rp719,61 miliar hingga November 2025.
2. Mengapa pajak kripto naik meski transaksi menurun?
Kenaikan pajak dinilai berasal dari meningkatnya kepatuhan pelaku industri setelah pengawasan kripto berada di bawah OJK, meski nilai transaksi turun.
3. Berapa total nilai transaksi kripto Indonesia sepanjang 2025?
Total nilai transaksi kripto pada 2025 tercatat Rp482,23 triliun, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun.
4. Apa tantangan utama pelaku usaha kripto saat ini?
Salah satu tantangan utama adalah tarif PPh 0,21% yang dinilai cukup memberatkan di tengah margin usaha yang tipis.
5. Mengapa banyak transaksi kripto Indonesia masih dilakukan di luar negeri?
OJK menemukan bahwa daya saing dan insentif ekosistem domestik masih kalah dibandingkan platform regional dan global, sehingga transaksi lokal belum sepenuhnya terserap di dalam negeri.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- Coinomedia – Indonesia’s Crypto Market Hits $32B in 2025, diakses pada 23 Januari 2026
- Coinvestasi – Pajak Kripto RI Tembus Rp719,61 Miliar hingga November 2025, diakses pada 23 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Kripto Asia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
