Empat tahun setelah menghentikan proyek Libra, Meta kembali menjajaki peluncuran stablecoin berbasis dolar AS untuk mendukung sistem pembayaran digitalnya. Proyek baru ini ditargetkan mulai diintegrasikan pada paruh kedua tahun ini, dengan arah implementasi menuju 2026.
Langkah tersebut menandai kembalinya Meta ke sektor stablecoin setelah menghentikan Libra dan versi rebrand-nya, Diem, pada 2022 akibat tekanan regulator global.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Meta tidak akan menerbitkan stablecoin secara langsung. Perusahaan memilih menggandeng penyedia pihak ketiga untuk mengintegrasikan stablecoin dan dompet digital ke dalam ekosistemnya.
Gandeng Stripe, Meta Ubah Strategi
Meta telah mengajukan Request for Proposal kepada sejumlah vendor eksternal. Stripe disebut sebagai salah satu kandidat potensial.
Perusahaan pembayaran itu memperluas ekspansi kriptonya setelah mengakuisisi spesialis stablecoin Bridge pada 2025. CEO Stripe, Patrick Collison, juga telah bergabung sebagai anggota dewan direksi Meta sejak April 2025.
Salah satu sumber menyebut Meta ingin menjalankan proyek ini dengan model “at arm’s length”, atau menjaga jarak operasional dari penerbit stablecoin. Pendekatan ini berbeda dari Libra yang sebelumnya dikembangkan secara langsung oleh Meta.
Strategi baru tersebut dinilai sebagai upaya meminimalkan risiko regulasi dan reputasi yang sempat menggagalkan proyek sebelumnya.
Baca juga berita lainnya: Vitalik Anggap DeFi Menyimpang, Ethereum (ETH) Siap Tetapkan Standar Baru
Fokus ke Pembayaran Digital untuk 3 Miliar Pengguna
Stablecoin baru ini dirancang untuk mendukung sistem pembayaran digital di dalam aplikasi Meta.
Dengan lebih dari 3 miliar pengguna di seluruh platformnya, integrasi stablecoin berpotensi memperluas transaksi langsung di dalam media sosial, termasuk pembayaran lintas negara dan remitansi.
Jika terealisasi, Meta dapat memfasilitasi transfer dana lintas batas tanpa perantara perbankan tradisional, sekaligus membuka potensi pendapatan baru melalui biaya transaksi.

Sumber Gambar: Meta via CoinPedia
Secara kinerja keuangan, Meta melaporkan pendapatan kuartal IV 2025 sebesar US$59,89 miliar, naik 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi ke sistem pembayaran digital dapat menjadi diversifikasi tambahan di luar bisnis iklan.
Mengingat Kegagalan Libra dan Diem
Meta pertama kali memasuki sektor stablecoin pada 2019 melalui proyek Libra, yang dirancang sebagai stablecoin berbasis fiat untuk sistem pembayaran global.
Proyek tersebut segera menghadapi resistensi regulator karena kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan, perlindungan data, dan potensi dominasi perusahaan teknologi dalam sektor moneter.
Pada 2020, Libra berganti nama menjadi Diem dalam upaya memperoleh persetujuan regulator. Namun tekanan tetap berlanjut hingga akhirnya proyek dihentikan pada 2022. Hak kekayaan intelektualnya dijual ke Silvergate Bank senilai US$182 juta.
Dompet digital Novi yang terkait dengan proyek tersebut juga ditutup pada tahun yang sama.
Baca selanjutnya: Hong Kong Jadi Negara Pertama Sahkan RUU Stablecoin, Kalahkah AS!
Momentum Regulasi Stablecoin di AS
Rencana terbaru Meta muncul di tengah pembahasan kerangka regulasi stablecoin di Amerika Serikat, termasuk melalui rancangan GENIUS Act. Regulasi yang lebih jelas dinilai membuka ruang bagi perusahaan teknologi besar untuk kembali masuk ke sektor pembayaran berbasis aset digital.
Belum ada pengumuman resmi mengenai nama stablecoin, struktur penerbitan, maupun jadwal peluncuran final.
Namun kembalinya Meta ke sektor ini menunjukkan stablecoin semakin dipandang sebagai infrastruktur pembayaran, bukan sekadar instrumen perdagangan kripto.
Dengan basis pengguna miliaran orang, setiap langkah Meta di sektor ini berpotensi memberi dampak luas terhadap adopsi stablecoin secara global.
Kesimpulan
Meta kembali mencoba masuk ke sektor stablecoin setelah kegagalan Libra dan Diem pada 2022. Kali ini, perusahaan memilih pendekatan berbeda dengan menggandeng pihak ketiga dan menjaga jarak operasional untuk mengurangi risiko regulasi.
Dengan basis lebih dari 3 miliar pengguna, integrasi stablecoin ke dalam ekosistem Meta berpotensi memperluas penggunaan pembayaran digital berbasis dolar AS di dalam platform media sosial.
Namun realisasi proyek ini tetap akan ditentukan oleh perkembangan regulasi di Amerika Serikat serta respons pasar terhadap model bisnis yang ditawarkan.
FAQ
- Apa itu stablecoin berbasis dolar AS?
Stablecoin berbasis dolar AS adalah aset kripto yang nilainya dipatok 1:1 terhadap dolar. Tujuannya menjaga stabilitas harga sehingga cocok digunakan untuk transaksi dan pembayaran digital. - Apakah stablecoin Meta akan menggantikan Libra atau Diem?
Tidak. Libra dan Diem telah dihentikan pada 2022. Rencana terbaru disebut melibatkan penerbit pihak ketiga, bukan dikembangkan langsung oleh Meta seperti sebelumnya. - Mengapa Meta kembali ke proyek stablecoin?
Stablecoin memungkinkan integrasi pembayaran lintas negara di dalam aplikasi. Dengan miliaran pengguna, Meta berpotensi mengembangkan sistem pembayaran digital internal berbasis aset kripto. - Kapan stablecoin Meta akan dirilis?
Belum ada tanggal resmi. Laporan menyebut integrasi awal bisa dimulai pada paruh kedua tahun ini, dengan target implementasi menuju 2026. - Apa itu GENIUS Act dalam regulasi stablecoin AS?
GENIUS Act adalah rancangan regulasi di Amerika Serikat yang membahas kerangka hukum stablecoin. Regulasi ini bertujuan memberi kepastian aturan bagi penerbit stablecoin dan pelaku industri. - Apakah langkah Meta bisa memengaruhi pasar kripto?
Belum tentu berdampak langsung pada harga aset kripto. Namun keterlibatan perusahaan besar dalam stablecoin dapat meningkatkan legitimasi dan adopsi sektor pembayaran berbasis kripto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinPedia – Meta Plans Another Stablecoin Launch in 2026 for Its Digital Payment Systems, diakses pada 25 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Stablecoin






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


