Harga Bitcoin (BTC) hari ini (26/2) bangkit tajam mendekati US$69.000 setelah sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir.
Dari titik terendah pada Selasa (24/2), BTC melonjak lebih dari 10% hanya dalam waktu singkat, memicu reli luas di pasar kripto dan saham perusahaan aset digital.

Sumber Gambar: TradingView
Kenaikan ini langsung mengangkat sentimen pasar yang sebelumnya dibayangi pesimisme. Namun, di tengah euforia tersebut, sejumlah analis memperingatkan bahwa reli ini belum tentu menandai awal bull run baru.
Rebound Tajam Dipicu Short Squeeze
Lonjakan harga Bitcoin kali ini banyak dikaitkan dengan efek short squeeze. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan jual membuat banyak trader membuka posisi short atau bertaruh harga akan turun lebih lanjut.
Ketika harga justru berbalik naik, mereka terpaksa membeli kembali BTC untuk menutup posisi, sehingga mempercepat kenaikan harga.
Dampaknya terasa luas. Ethereum (ETH), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Cardano (ADA) mencatat kenaikan dua digit.
Saham terkait kripto juga ikut melonjak. Circle naik 34% setelah laporan kinerja keuangan, Coinbase menguat 14%, Strategy—pemegang korporasi Bitcoin terbesar—naik 9%, sementara BitMine bertambah 12%.
Reli ini menjadi pelepas tekanan setelah periode panjang aksi jual. Meski begitu, karakter kenaikannya yang cepat dan agresif memunculkan pertanyaan baru soal daya tahannya.
Baja juga berita lainnya: Ternyata Ini Penyebab Bitcoin (BTC) dan Altcoin Kompak Terbang
Analis: Belum Ada Katalis Fundamental
Menurut market strategist di LMAX Group, Joel Kruger, pasar kripto memang sudah terlalu lama berada dalam tekanan sehingga secara teknikal rentan memantul.
“Aset kripto telah berada di bawah tekanan berat dalam beberapa bulan terakhir dan memang sudah waktunya mengalami pantulan teknikal,” tulisnya.
Posisi short yang menumpuk menciptakan kondisi ideal untuk lonjakan tajam, terutama dalam situasi likuiditas yang relatif tipis.
Namun ia menegaskan bahwa reli ini tidak didorong oleh katalis fundamental yang kuat. Tidak ada perubahan kebijakan besar, arus dana institusional signifikan, atau pergeseran makroekonomi yang menjadi pemicu utama.
“Mengingat sifat reli yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak adanya pemicu yang jelas — terutama dalam kondisi likuiditas yang lebih tipis — kenaikan ini sebaiknya disikapi dengan hati-hati,” ujarnya.
Artinya, kenaikan ini lebih tepat disebut sebagai technical bounce ketimbang awal tren naik struktural yang solid.
Dana Mulai Kejar Reli, Risiko Volatilitas Meningkat
Joshua Lim dari FalconX turut melihat peningkatan permintaan opsi bullish, terutama untuk Ethereum di kisaran strike price US$2.000–US$2.200 dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Beberapa dana juga terlihat beralih ke altcoin dengan volatilitas lebih tinggi dan memanfaatkan strategi opsi untuk memperbesar potensi imbal hasil.
Perubahan sentimen yang cepat ini menunjukkan selera risiko kembali muncul. Namun, ketika optimisme meningkat terlalu cepat tanpa fondasi kuat, volatilitas juga cenderung ikut naik.
Pasar juga menghadapi faktor tambahan berupa 115.000 kontrak opsi Bitcoin senilai sekitar US$7,49 miliar yang akan kedaluwarsa pada akhir bulan.
Level “max pain” saat ini berada di sekitar US$75.000, yaitu harga di mana opsi paling banyak berakhir tidak bernilai.
Dalam beberapa situasi, harga dapat bergerak mendekati level tersebut menjelang expiry, meskipun tidak selalu terjadi secara konsisten.
Baca juga berita terbaru: Harga Ethereum (ETH) Naik 8%, Bakal Tembus US$2.200 atau Turun Lagi?
Level Kunci: US$72.000 dan US$78.000
Secara teknikal, Bitcoin menghadapi resistance penting di area US$70.000 hingga US$72.000. Beberapa reli sebelumnya tertahan di zona ini karena tekanan jual kembali muncul.
Analis Bitfinex juga menyoroti level US$78.000, yang berdekatan dengan indikator on-chain “True Market Mean”, metrik untuk memperkirakan nilai wajar Bitcoin berdasarkan arus modal aktual ke jaringan.
Untuk memperbaiki struktur pasar jangka menengah, Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut secara mingguan. Selama resistance ini belum ditembus secara meyakinkan, risiko bull trap tetap terbuka, di mana harga tampak memulai tren naik, tetapi kemudian berbalik turun dan menjebak pembeli baru.
Kesimpulan
Harga Bitcoin (BTC) hari ini memang menunjukkan pemulihan kuat dengan lonjakan lebih dari 10% hingga mendekati $69.000. Short squeeze, sentimen ekstrem negatif, serta likuiditas tipis menjadi kombinasi yang mendorong reli cepat di pasar kripto dan saham terkait.
Namun tanpa dukungan fundamental yang jelas dan dengan resistance krusial di $72.000 serta $78.000 yang belum tertembus, struktur kenaikan ini masih rapuh. Pasar belum memberikan konfirmasi bahwa fase penurunan benar-benar berakhir.
Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga sangat sensitif terhadap sentimen, arus dana spekulatif, dan dinamika derivatif seperti opsi yang segera kedaluwarsa.
FAQ
- Apa itu bull trap dalam pergerakan harga Bitcoin?
Bull trap adalah kondisi ketika harga Bitcoin terlihat menembus ke atas dan memicu optimisme pasar, tetapi kemudian gagal bertahan dan kembali turun tajam. Kondisi ini sering menjebak trader yang masuk saat reli awal tanpa konfirmasi tren. - Mengapa short squeeze bisa membuat harga BTC naik drastis?
Short squeeze terjadi ketika banyak trader memasang posisi short dan harga justru naik. Mereka terpaksa membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi, sehingga menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan harga. - Apa arti resistance $72.000 dan $78.000 bagi Bitcoin?
Resistance adalah level harga di mana tekanan jual biasanya meningkat. Area $72.000 menjadi hambatan jangka pendek, sedangkan $78.000 berkaitan dengan indikator on-chain yang mencerminkan nilai rata-rata pasar berdasarkan arus modal. - Apakah technical bounce sama dengan awal bull run?
Tidak. Technical bounce umumnya terjadi karena kondisi jenuh jual atau posisi pasar yang terlalu bearish. Bull run memerlukan konfirmasi tren jangka panjang, dukungan volume kuat, serta katalis fundamental yang jelas. - Bagaimana pengaruh opsi Bitcoin yang akan expired terhadap harga?
Menjelang kedaluwarsa opsi, volatilitas pasar cenderung meningkat. Level “max pain” dapat memengaruhi pergerakan harga jangka pendek karena pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka untuk meminimalkan kerugian. - Apakah kenaikan Bitcoin hari ini menandakan tren naik jangka panjang?
Belum tentu. Analis menilai kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi dengan penembusan dan penutupan harga yang kuat di atas resistance utama sebelum dapat dianggap sebagai tren naik berkelanjutan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Coindesk – Bitcoin snaps back near $69,000 but analysts warn the market may not be out of the woods yet, diakses pada 26 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


