Pasar kripto memasuki fase penuh ketidakpastian setelah kinerja Bitcoin dan Ethereum melemah tajam sejak awal tahun.
Di tengah tekanan tersebut, analis terbelah antara yang melihat peluang rebound dan yang memperkirakan crypto winter masih panjang.
Bitcoin saat ini turun sekitar 25% year-to-date, sementara Ethereum terkoreksi lebih dari 50% dari puncaknya Agustus 2025 dan kini diperdagangkan di kisaran $1,900.
Penurunan ini terjadi setelah reli besar pada 2025 yang sempat mendorong sejumlah aset kripto mencetak rekor tertinggi baru.
Kubu Optimistis: Fundamental Masih Kuat
Danny Nelson dari Bitwise menyebut bahwa meskipun pasar “jelas berada dalam crypto winter”, kelas aset ini justru semakin matang secara struktural.
Tom Lee, co-founder Fundstrat, bahkan memprediksi crypto winter bisa berakhir secepat April. Setelah Bitcoin sempat menyentuh $60,000 sebelum memantul, Lee menyatakan harga kemungkinan sudah sangat dekat dengan dasar.
Michael Saylor juga tetap agresif terhadap Bitcoin, sementara Bitmine, perusahaan yang diketuai Tom Lee terus menambah kepemilikan Ethereum meskipun mencatat sekitar $8 miliar unrealised losses.
Neil Patel dari The Motley Fool menegaskan bahwa penurunan lebih dari 50% bukan hal asing dalam sejarah Bitcoin. Menurutnya, faktor fundamental seperti suplai maksimum 21 juta koin dan adopsi institusional tetap utuh.
Baca juga: 3 Altcoin Ini Terancam Short Squeeze Besar di Akhir Februari 2026
Kubu Pesimis: Arus Dana Keluar dan Safe Haven Dipertanyakan
Di sisi lain, analis seperti Michael Field dari Morningstar menilai Bitcoin belum menunjukkan karakter sebagai aset lindung nilai.
Ia menyoroti korelasi BTC dengan saham dan obligasi yang ternyata lebih tinggi dari perkiraan awal investor.
Stephen Dover dari Franklin Templeton juga menyebut bahwa ketidakpastian global masih membebani aset berisiko, termasuk kripto.
Data menunjukkan ETF Bitcoin di AS mencatat lima pekan outflow berturut-turut sejak akhir Januari, dengan total mencapai sekitar $4.5 miliar year-to-date. Arus dana keluar ini menjadi tekanan nyata terhadap harga.
Bloomberg’s Joe Weisenthal bahkan mempertanyakan relevansi Bitcoin sebagai aset lindung nilai. Ia menilai jika BTC tidak mampu menguat saat banyak mata uang fiat dan pemerintah berada dalam tekanan, maka narasi safe haven menjadi lemah.
Arah Selanjutnya: Rebound atau Fase Panjang?
Pandangan analis kini terbelah tajam. Skenario optimistis memperkirakan stabilisasi arus ETF, kembalinya akumulasi institusional, serta pemulihan sentimen bisa memicu reli baru.
Sebaliknya, skenario pesimistis melihat risiko likuiditas menipis dan minat investor retail yang melemah sebagai faktor yang dapat memperpanjang tekanan harga.
Untuk saat ini, pasar menunjukkan karakter defensif. Tidak terlihat kepanikan ekstrem, tetapi juga belum ada katalis kuat yang mendorong perubahan tren.
Kesimpulan
Perang opini analis mencerminkan kondisi pasar yang benar-benar berada di persimpangan. Di satu sisi, fundamental jangka panjang Bitcoin dan Ethereum masih dianggap solid. Di sisi lain, data arus dana dan korelasi dengan aset berisiko menunjukkan tekanan belum sepenuhnya mereda.
Masa depan BTC dan ETH dalam jangka pendek sangat bergantung pada arus likuiditas dan sentimen global. Sampai ada perubahan signifikan di dua faktor tersebut, volatilitas tinggi kemungkinan tetap menjadi karakter utama pasar kripto.
FAQ
1. Apa yang dimaksud crypto winter?
Crypto winter adalah periode penurunan harga kripto yang panjang, biasanya ditandai pelemahan minat investor dan koreksi besar di pasar.
2. Mengapa ETF Bitcoin outflow penting?
Arus keluar ETF menunjukkan investor institusi menarik dana. Ini bisa menekan harga karena berkurangnya permintaan besar dari pasar.
3. Apakah Bitcoin masih dianggap safe haven?
Data terbaru menunjukkan BTC masih bergerak searah dengan saham teknologi, sehingga narasi safe haven masih diperdebatkan.
4. Mengapa Ethereum turun lebih dalam dibanding Bitcoin?
Ethereum lebih sensitif terhadap sentimen risiko dan aktivitas ekosistem DeFi, sehingga koreksinya bisa lebih besar saat pasar melemah.
5. Apakah ini waktu yang tepat membeli BTC atau ETH?
Keputusan investasi tergantung profil risiko masing-masing. Saat ini analis masih terbelah, sehingga volatilitas tinggi perlu diperhitungkan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi
deVere – Is The Crypto Winter Almost Over? What’s Next For BTC and ETH, diakses pada 24 Februari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, #Berita Bitcoin, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
