Bitcoin kembali mencetak tonggak penting dalam sejarahnya. Pada block height 940.000, jaringan Bitcoin berhasil menambang BTC ke-20 juta, yang berarti sekitar 95,2% dari total pasokan Bitcoin kini sudah beredar.
Artinya, hanya sekitar 1 juta BTC yang tersisa untuk ditambang, dan proses tersebut akan berlangsung sangat lambat hingga sekitar tahun 2140.
20 Juta Bitcoin Telah Ditambang
20M Bitcoin is about to be mined.
Block height: 940,000
Estimated date: ~March 9, 2026After that:
Only 1,000,000 BTC remain
to be mined over the next 114 years.95% of supply is already issued.
The market is about to experience something new:
A global asset
with almost no… pic.twitter.com/aCNa83WE49— David (@david_eng_mba) March 8, 2026
Data dari CloverPool menunjukkan bahwa Bitcoin resmi melewati angka 20 juta BTC yang ditambang, sebuah milestone besar sejak jaringan ini diluncurkan pada 2009. Melalui data tersebut, butuh sekitar 17 tahun untuk menambang 20 juta BTC pertama, sementara 1 juta BTC terakhir akan tersebar selama lebih dari 114 tahun ke depan.
Menariknya, butuh sekitar 17 tahun untuk menambang 20 juta BTC pertama. Namun setelah titik ini, 1 juta BTC terakhir akan tersebar selama lebih dari 114 tahun ke depan.
Hal tersebut terjadi karena mekanisme halving, yaitu pengurangan hadiah blok setiap 210.000 blok.
Baca juga: Arthur Hayes Ogah Beli Bitcoin Sekarang, Tunggu The Fed Cetak Uang
Produksi Bitcoin Kini Jauh Lebih Lambat
Setelah halving 2024, hadiah blok turun menjadi 3.125 BTC per blok. Akibatnya, jumlah Bitcoin baru yang masuk ke pasar kini jauh lebih kecil dibandingkan beberapa tahun lalu.
Saat ini hanya sekitar 450 BTC yang ditambang setiap hari, atau sekitar 164.000 BTC per tahun.
Dengan jumlah tersebut, tingkat inflasi Bitcoin kini sudah turun di bawah 1% per tahun. Oleh karena itu, banyak analis menilai Bitcoin semakin mendekati karakteristik aset langka seperti emas. Baca juga: Arthur Hayes Ogah Beli Bitcoin Sekarang, Tunggu The Fed Cetak Uang
Harga Tidak Selalu Ikut Kelangkaan
Meski kelangkaan Bitcoin semakin kuat, harga tidak selalu langsung bereaksi. Beberapa analis menilai faktor makro seperti suku bunga global, kondisi ekonomi, dan geopolitik kini memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga kripto.
Di pasar derivatif, posisi trader saat ini terlihat relatif netral hingga defensif, menandakan bahwa sebagian investor masih berhati-hati.
Data prediksi dari Polymarket juga menunjukkan pasar belum sepenuhnya yakin dengan reli besar Bitcoin.
Artinya, meski fundamental kelangkaan Bitcoin semakin kuat, pelaku pasar tetap mempertimbangkan faktor risiko global sebelum mengambil posisi besar.
Kesimpulan
Milestone 20 juta Bitcoin yang telah ditambang menandai fase baru bagi aset kripto terbesar ini. Dengan 95% pasokan sudah beredar dan inflasi yang kini di bawah 1%, Bitcoin semakin mendekati karakteristik aset langka seperti emas.
Namun, kelangkaan saja tidak selalu cukup untuk mendorong harga dalam jangka pendek. Pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi oleh sentimen pasar, kebijakan suku bunga, serta kondisi ekonomi global.
Yang jelas, setiap blok baru yang ditambang kini membawa lebih sedikit BTC ke pasar, memperkuat narasi bahwa Bitcoin semakin langka seiring waktu.
FAQ
1. Apa arti 95% pasokan Bitcoin sudah ditambang?
Artinya sekitar 20 juta dari total 21 juta BTC sudah berhasil ditambang oleh miner. Hanya sekitar 1 juta BTC yang tersisa, yang akan dirilis secara bertahap hingga sekitar tahun 2140.
2. Mengapa Bitcoin memiliki batas maksimal 21 juta koin?
Batas ini ditentukan langsung oleh kode protokol Bitcoin yang dibuat oleh Satoshi Nakamoto. Tujuannya adalah menciptakan sistem uang digital dengan kelangkaan yang tetap dan tidak bisa diubah.
3. Berapa banyak Bitcoin yang ditambang setiap hari?
Setelah halving 2024, hadiah blok menjadi 3.125 BTC, sehingga sekitar 450 BTC baru diproduksi setiap hari oleh miner.
4. Apakah kelangkaan Bitcoin otomatis membuat harganya naik?
Tidak selalu. Walaupun kelangkaan dapat mendukung kenaikan harga dalam jangka panjang, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, suku bunga, serta sentimen investor.
5. Berapa banyak Bitcoin yang kemungkinan hilang selamanya?
Beberapa penelitian memperkirakan sekitar 2,3 hingga 3,7 juta BTC tidak bisa diakses lagi karena private key hilang atau dompet yang tidak dapat dipulihkan.
6. Kapan Bitcoin terakhir akan ditambang?
Bitcoin terakhir diperkirakan akan ditambang sekitar tahun 2140, ketika total pasokan mencapai 21 juta BTC sesuai dengan aturan protokol jaringan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CCN – Bitcoin Hits 20 Million Supply Milestone as Scarcity Tightens — What It Means for BTC Price?, diakses pada 11 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
