Rancangan regulasi crypto terbaru di Amerika Serikat kembali jadi sorotan pasar setelah CLARITY Act lolos dari Senate Banking Committee pada Kamis (14/5). Perkembangan ini memicu optimisme baru di pasar altcoin, terutama untuk aset yang dinilai paling siap mendapatkan kejelasan status hukum di AS.
Altcoin XRP, Solana (SOL), dan Hyperliquid (HYPE) dianggap berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar jika regulasi tersebut benar-benar disahkan dalam tahap berikutnya.
CLARITY Act sendiri merupakan rancangan undang-undang yang bertujuan memperjelas klasifikasi aset crypto di Amerika Serikat, terutama untuk membedakan mana aset yang masuk kategori commodity dan mana yang dianggap security.
1. XRP Disebut Bisa Keluar dari Bayang-Bayang SEC
XRP menjadi salah satu altcoin yang paling disorot dalam pembahasan CLARITY Act. Hal ini tidak lepas dari konflik panjang Ripple dengan SEC yang sudah berlangsung sejak 2020.
Dalam rancangan tersebut, terdapat mekanisme yang memungkinkan aset crypto tertentu memperoleh jalur lebih cepat menuju status commodity, terutama untuk token yang sudah memiliki pengajuan ETF atau memenuhi syarat tertentu.
Jika XRP nantinya masuk kategori tersebut, tekanan hukum terhadap perdagangan XRP di pasar sekunder berpotensi berkurang drastis.
Sentimen itu langsung tercermin di pasar. Harga XRP naik hampir 7% dalam 24 jam terakhir dan sempat diperdagangkan di atas level US$1,50.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Optimisme pasar juga meningkat setelah Senator Mark Warner mengonfirmasi adanya perkembangan positif dalam pembahasan regulasi crypto di AS.
Banyak pelaku pasar melihat perkembangan ini sebagai sinyal bahwa regulasi mulai bergerak ke arah yang lebih ramah terhadap aset digital.
Baca berikutnya: Bitcoin dan XRP Langsung Melonjak Usai CLARITY Act Maju di Senat AS
2. Solana Dinilai Paling Siap dari Sisi Ekosistem
Selain XRP, Solana juga masuk dalam daftar altcoin yang dinilai paling diuntungkan dari CLARITY Act.

Sumber Gambar: X.com
Salah satu alasannya karena Solana dianggap memenuhi karakteristik blockchain yang lebih terdesentralisasi sesuai parameter dalam rancangan aturan tersebut.
Tidak hanya itu, CLARITY Act juga memuat konsep DeFi safe harbor yang memberi perlindungan terhadap developer non-custodial, validator, hingga liquidity provider agar tidak otomatis dianggap sebagai broker ilegal.
Poin ini penting bagi Solana karena jaringan tersebut saat ini menjadi salah satu ekosistem DeFi terbesar di luar Ethereum, termasuk untuk sektor staking, perpetual futures, hingga tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
Meski kenaikannya tidak sebesar XRP, harga SOL tetap mencatat penguatan sekitar 1,68% dan diperdagangkan di area US$92,70.
Pasar menilai kejelasan regulasi bisa membuka jalan lebih besar bagi investor institusi untuk masuk ke ekosistem Solana, terutama melalui produk ETF dan layanan staking.
Baca juga: DeFi Sudah Tidak Menguntungkan? Investor Crypto Kini Lirik RWA
3. Hyperliquid Jadi Altcoin dengan Reaksi Harga Terbesar
Nama lain yang ikut mencuri perhatian adalah Hyperliquid (HYPE). Berbeda dari XRP dan Solana, Hyperliquid beroperasi sebagai decentralized perpetual exchange yang sepenuhnya berjalan secara on-chain di jaringan layer-1 miliknya sendiri.
Model seperti ini dianggap sangat cocok dengan konsep perlindungan DeFi dalam CLARITY Act karena platform non-custodial berpotensi mendapatkan perlindungan lebih jelas dari kewajiban registrasi broker dan dealer.
Sentimen tersebut mendorong harga HYPE naik paling agresif dibanding dua altcoin lainnya.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Token HYPE saat ini tercatat melonjak hampir 20% dalam 24 jam terakhir hingga diperdagangkan di level US$46,25.
Selain faktor regulasi, dukungan layanan kustodian dari BitGo juga disebut membantu memperluas akses investor institusi terhadap Hyperliquid.

Sumber Gambar: X.com
Kondisi itu membuat sebagian pelaku pasar mulai melihat HYPE sebagai salah satu proyek DeFi yang berpotensi mendapatkan momentum besar jika regulasi crypto AS semakin jelas.
Baca juga: EIGEN, KAIA, HYPE Disebut Jadi Altcoin yang Patut Dipantau Saat Ini
CLARITY Act Belum Resmi Disahkan
Meski pasar merespons positif perkembangan ini, CLARITY Act masih belum resmi menjadi undang-undang.
Rancangan tersebut masih harus melewati voting penuh di Senat AS serta proses penyelarasan dengan versi House of Representatives.
Selain itu, lebih dari 100 amendemen juga telah diajukan dalam proses pembahasan. Artinya, isi akhir regulasi masih bisa berubah, termasuk terkait aturan stablecoin, DeFi, maupun perlakuan terhadap aset crypto tertentu.
Kesimpulan
CLARITY Act mulai mengubah sentimen pasar terhadap altcoin yang dinilai punya posisi regulasi lebih aman di AS.
XRP, Solana, dan Hyperliquid menjadi tiga aset yang paling disorot karena dianggap paling cocok dengan arah aturan baru tersebut.
Meski RUU ini belum resmi disahkan, pasar mulai mengantisipasi potensi masuknya modal institusi dan berkurangnya tekanan regulasi terhadap proyek crypto tertentu.
FAQ
- Apa itu CLARITY Act dalam crypto?
CLARITY Act adalah rancangan undang-undang di Amerika Serikat yang bertujuan memperjelas aturan aset crypto, termasuk membedakan aset yang dianggap commodity dan security. - Kenapa CLARITY Act penting untuk pasar crypto?
Karena regulasi yang lebih jelas dinilai bisa mengurangi ketidakpastian hukum bagi proyek crypto, investor, hingga perusahaan blockchain di AS. - Mengapa XRP dianggap paling diuntungkan dari CLARITY Act?
XRP dinilai berpotensi mendapatkan status commodity lebih cepat dan keluar dari tekanan hukum SEC yang selama ini membayangi Ripple. - Apa hubungan Solana dengan aturan DeFi di CLARITY Act?
CLARITY Act memiliki konsep DeFi safe harbor yang bisa melindungi developer dan validator non-custodial. Hal ini dianggap menguntungkan ekosistem Solana yang kuat di sektor DeFi. - Apa itu Hyperliquid (HYPE)?
Hyperliquid adalah decentralized perpetual exchange berbasis layer-1 yang beroperasi sepenuhnya secara on-chain dan fokus pada perdagangan derivatif crypto. - Apakah CLARITY Act sudah resmi berlaku?
Belum. RUU tersebut baru lolos tahap Senate Banking Committee dan masih harus melewati voting penuh di Senat AS serta proses legislasi lainnya. - Apakah regulasi crypto AS bisa memengaruhi harga altcoin?
Bisa. Regulasi yang lebih jelas biasanya meningkatkan kepercayaan investor dan membuka peluang masuknya modal institusi ke pasar crypto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – 3 Altcoins That Benefit Most From the CLARITY Act and Why, diakses pada 15 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Solana, #Berita Regulasi Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
