Peluang altseason 2026 kembali menjadi perhatian setelah sejumlah indikator pasar mulai menunjukkan perubahan.
Analis menilai pergerakan Ethereum (ETH) terhadap Bitcoin (BTC), inflasi Amerika Serikat, likuiditas global, hingga penguatan altcoin dapat menjadi faktor yang menentukan apakah pasar akhirnya memasuki musim reli altcoin.
Dikutip dari CoinPedia, berikut empat skenario yang dinilai dapat membuka jalan bagi altseason pada 2026.
1. Ethereum Berhasil Breakout terhadap Bitcoin
Skenario pertama adalah Ethereum berhasil menguat terhadap Bitcoin. Saat ini, pasangan ETH/BTC sedang menguji resistance jangka panjang di sekitar 0,028, yang dinilai menjadi level penting bagi arah pasar.
Analis mencatat Ethereum telah membentuk titik terendah terhadap Bitcoin sejak April 2025 atau sekitar 15 bulan lalu. Pola serupa pernah terjadi pada 2019 sebelum Ethereum memimpin reli altcoin pada awal 2021.
Analis Michaël van de Poppe juga menilai Ethereum baru saja mencatat kenaikan berarti terhadap Bitcoin untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Meski masih berpotensi mengalami konsolidasi, breakout ETH/BTC dinilai dapat menjadi pemicu awal altseason.
Baca juga: Harga XRP Berpotensi Meroket? Ini 3 Hal yang Bisa Jadi Katalis Besar
2. Inflasi AS Terus Melandai
Skenario berikutnya berasal dari kondisi makroekonomi. Data terbaru menunjukkan core inflation Amerika Serikat mencatat penurunan terbesar dalam lebih dari empat tahun.
Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed menurun.
Dampaknya, Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak sama-sama menguat karena investor melihat peluang kebijakan moneter yang lebih longgar.
3. Likuiditas Global Kembali Mengalir
Analis juga melihat peluang altseason jika likuiditas global kembali meningkat. Secara historis, pertumbuhan M2 Jepang sering mendahului pergerakan Bitcoin sekitar 84 hari.
Selain itu, US Dollar Index (DXY) sedang menguji area resistance. Jika dolar AS melemah, dana yang beredar di pasar berpotensi meningkat sehingga dapat memberikan dorongan tambahan bagi aset kripto pada paruh kedua 2026.
4. Altcoin Mulai Mengejar Bitcoin
Skenario terakhir adalah mulai pulihnya performa altcoin dibandingkan Bitcoin. Sejak Desember, altcoin terhadap Bitcoin telah naik sekitar 23%, sementara kelompok altcoin di luar 10 aset kripto terbesar rebound sekitar 17% sejak Februari.
Menurut analis, Bitcoin kemungkinan masih memimpin kenaikan harga terlebih dahulu. Namun, apabila Ethereum berhasil mempertahankan penguatannya terhadap Bitcoin, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa reli mulai menyebar ke pasar altcoin secara lebih luas.
Kesimpulan
Meski peluang altseason 2026 mulai terlihat, kemunculannya masih bergantung pada kombinasi beberapa faktor utama.
Breakout Ethereum terhadap Bitcoin, inflasi Amerika Serikat yang terus melandai, membaiknya likuiditas global, serta mulai pulihnya performa altcoin menjadi empat indikator yang saat ini paling banyak dipantau analis.
Apabila keempat skenario tersebut berkembang sesuai harapan, pasar berpotensi memasuki fase ketika reli tidak lagi hanya didorong oleh Bitcoin, tetapi juga diikuti oleh berbagai altcoin.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan altseason?
Altseason adalah periode ketika sebagian besar altcoin mencatat kenaikan harga yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin.
2. Mengapa Ethereum dianggap penting bagi altseason?
Karena pergerakan ETH/BTC sering dijadikan indikator apakah dana investor mulai beralih dari Bitcoin ke altcoin.
3. Apa hubungan inflasi dengan pasar kripto?
Inflasi yang melambat dapat mengurangi peluang kenaikan suku bunga, sehingga aset berisiko seperti kripto berpotensi lebih diminati.
4. Apa itu likuiditas global dalam pasar kripto?
Likuiditas global menggambarkan banyaknya dana yang beredar di sistem keuangan. Semakin tinggi likuiditas, semakin besar peluang dana mengalir ke aset seperti kripto.
5. Apakah breakout Ethereum menjamin altseason akan terjadi?
Tidak. Breakout ETH terhadap Bitcoin hanya menjadi salah satu indikator. Altseason tetap bergantung pada kondisi pasar, sentimen investor, dan faktor ekonomi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
Stealth EX – What Will Ethereum Be Worth By End of 2026?, diakses pada 17 Juli 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Pergerakan Harga Crypto, #Berita Altcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Altseason





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
