Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat tajam dan menembus level US$71.000 pada Rabu sore (4/3), mencatat kenaikan lebih dari 7% dalam 24 jam terakhir.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sekaligus munculnya kembali arus dana ke Bitcoin spot ETF, yang sebelumnya sempat mengalami tekanan besar.
Kenaikan ini juga mendorong reli di pasar kripto secara luas, dengan sejumlah aset utama ikut menguat. Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL) tercatat naik sekitar 4% hingga 6%, sementara CoinDesk 20 Index, yang mengukur kinerja pasar kripto secara keseluruhan, meningkat lebih dari 5% hingga mencapai 2.025 poin.
Bitcoin Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Kenaikan harga Bitcoin terjadi saat pasar global menghadapi ketidakpastian akibat meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Iran memblokir jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz, salah satu rute energi paling vital di dunia. Gangguan ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global.
Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya melihat perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman. Namun menariknya, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan yang cukup kuat sejak konflik tersebut mulai memanas.
Sejak akhir pekan ketika konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran meningkat, harga Bitcoin relatif stabil dengan batas penurunan di sekitar US$65.000 sebelum akhirnya kembali menguat.
Beberapa analis menilai kondisi ini mulai memperlihatkan karakter baru Bitcoin dalam menghadapi situasi krisis.
Menurut analis dari Tagus Capital, Bitcoin kini mulai menunjukkan karakter defensif dalam periode ketidakpastian, meskipun masih tergolong aset dengan volatilitas tinggi.
“Bitcoin kini mungkin mulai menunjukkan beberapa karakter defensif selama periode krisis. Namun, pelemahan harga emas menunjukkan bahwa bahkan aset safe haven klasik pun tidak kebal terhadap dinamika pasar. Dalam konteks ini, Bitcoin dipandang sebagai alternatif yang lebih fleksibel, meski tetap memiliki volatilitas tinggi,” jelas Tagus Capital dikutip dari Coindesk.
Pada saat yang sama, emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai tradisional justru mengalami koreksi.
Harga emas sempat menyentuh US$5.400 per ounce pada awal pekan sebelum turun ke sekitar US$5.160, sementara pasar saham Asia juga mengalami tekanan akibat meningkatnya biaya energi.
Baca juga berita terkait: Warga Iran Kompak Beli dan Simpan Bitcoin di Wallet Pribadi, Ada Apa?
Arus Dana Bitcoin ETF Berbalik Positif
Selain faktor geopolitik, momentum kenaikan harga Bitcoin juga didorong oleh perubahan signifikan pada arus dana institusi.
Setelah mengalami tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin spot ETF kini kembali mencatat arus dana masuk.
Melansir dari CoinPedia, pasar ETF sempat mengalami drawdown terbesar sejak diluncurkan, dengan lebih dari US$8,9 miliar dana keluar dari pasar selama periode koreksi.
Namun dalam lima hari perdagangan terakhir, sekitar US$1,5 miliar dana kembali mengalir ke Bitcoin ETF. Perubahan ini menjadi salah satu sinyal awal bahwa minat institusi mulai pulih.
Data menunjukkan sebagian besar ETF Bitcoin kini kembali mencatat inflow. Pada 2 Maret 2026, pasar ETF bahkan mencatat US$458 juta arus dana masuk bersih tanpa outflow sama sekali.

Sumber Gambar: Farside
Secara keseluruhan, total aset bersih Bitcoin ETF kini mencapai sekitar US$88,4 miliar, dengan akumulasi inflow historis sekitar US$55,4 miliar.
BlackRock IBIT Memimpin Pemulihan
Salah satu pemain terbesar dalam ekosistem ETF Bitcoin adalah BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Produk ini sebelumnya menjadi sorotan karena mengalami tekanan besar selama fase penurunan pasar. IBIT sempat melepas lebih dari 42.000 BTC dari puncak kepemilikan yang melampaui 806.000 BTC.
Namun situasi kini mulai berubah. IBIT justru menjadi ETF dengan pemulihan paling cepat. Dalam satu hari perdagangan pada 2 Maret, dana yang masuk mencapai sekitar US$263 juta.
Dalam skala mingguan, inflow IBIT bahkan mencapai US$882 juta, jauh melampaui ETF lain di pasar. Beberapa ETF besar lain juga mencatat arus dana positif, termasuk:
- Fidelity FBTC dengan inflow sekitar US$156 juta
- Bitwise BITB sekitar US$148 juta
- Grayscale GBTC sekitar US$102 juta
Menariknya, hampir seluruh 10 ETF Bitcoin spot utama kini kembali mencatat inflow dalam minggu yang sama.
Baca berikutnya: Harga Bitcoin Hampir Sentuh Bottom? VanEck Ungkap Sinyal Pemulihan Pasar
Investor ETF Masih Banyak yang Rugi
Meskipun arus dana mulai kembali masuk, sebagian besar investor institusi sebenarnya masih berada dalam posisi belum menguntungkan.

Sumber Gambar: X.com/Darkfost_Coc
Menurut data CryptoQuant, harga rata-rata pembelian Bitcoin oleh investor ETF berada di sekitar US$79.000.
“Pemegang spot Bitcoin ETF, yang mencerminkan permintaan dari investor institusi, saat ini berada dalam tekanan jika dibandingkan dengan harga rata-rata pembelian (average realized price) yang diperkirakan berada di sekitar US$79.000,” kata analis Darkfost.
Sementara itu, harga Bitcoin saat ini masih berada di bawah level tersebut. Artinya, sebagian besar investor institusi yang membeli melalui ETF masih berada dalam kondisi underwater, yaitu harga pasar masih lebih rendah dibanding harga beli rata-rata mereka.
Meski demikian, arus dana yang kembali masuk menunjukkan bahwa investor institusi masih melihat potensi jangka panjang pada Bitcoin.
Kesimpulan
Lonjakan harga Bitcoin ke atas US$71.000 menunjukkan bahwa pasar kripto kembali mendapatkan momentum setelah beberapa bulan mengalami tekanan.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang justru memperlihatkan ketahanan Bitcoin dibanding beberapa aset tradisional.
Di saat yang sama, perubahan arah arus dana pada Bitcoin spot ETF menjadi sinyal penting bahwa minat institusi mulai pulih.
Meski masih terlalu dini untuk memastikan tren jangka panjang, kombinasi antara kenaikan harga dan kembalinya dana institusi memberi gambaran bahwa pasar Bitcoin memasuki fase baru setelah periode koreksi yang cukup dalam.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin bisa naik saat konflik geopolitik meningkat?
Dalam situasi ketidakpastian global, sebagian investor mencari aset alternatif untuk melindungi nilai portofolio mereka. Selain emas, Bitcoin mulai dilihat sebagai aset digital yang dapat menjadi alternatif dalam kondisi krisis. - Apa yang dimaksud dengan Bitcoin spot ETF?
Bitcoin spot ETF adalah produk investasi yang memungkinkan investor membeli eksposur Bitcoin melalui bursa saham tanpa harus membeli dan menyimpan Bitcoin secara langsung. - Mengapa arus dana Bitcoin ETF penting bagi harga
Bitcoin?
Arus dana ETF mencerminkan minat investor institusi. Ketika dana masuk ke ETF, pengelola dana biasanya membeli Bitcoin di pasar, sehingga dapat meningkatkan permintaan dan mendukung kenaikan harga. - Apa arti inflow dan outflow dalam Bitcoin ETF?
Inflow berarti dana baru masuk ke ETF dan meningkatkan total aset yang dikelola. Sebaliknya, outflow berarti investor menarik dana dari ETF sehingga aset yang dikelola berkurang. - Mengapa banyak investor ETF Bitcoin masih merugi?
Sebagian besar investor institusi membeli Bitcoin melalui ETF ketika harga berada di sekitar US$79.000. Karena harga saat ini masih lebih rendah dari level tersebut, banyak investor masih berada dalam posisi belum untung. - Apakah inflow ETF menandakan bull market baru?
Belum tentu. Inflow ETF memang menjadi indikator penting minat institusi, tetapi tren pasar kripto biasanya dipengaruhi banyak faktor lain seperti kondisi makroekonomi, likuiditas global, dan sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #ETF Bitcoin






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


