Bitcoin Harus Siap Lawan Ancaman Quantum dari Sekarang, Kata Adam Back
icon search
icon search

Top Performers

Bitcoin Harus Siap Lawan Ancaman Quantum dari Sekarang, Kata Adam Back

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Bitcoin Harus Siap Lawan Ancaman Quantum dari Sekarang, Kata Adam Back

Bitcoin Harus Siap Lawan Ancaman Quantum dari Sekarang, Kata Adam Back

Daftar Isi

Bitcoin (BTC) mulai menghadapi perhatian baru terkait ancaman dari teknologi komputasi kuantum. Adam Back, CEO Blockstream, menegaskan bahwa meskipun risikonya belum mendesak, ekosistem Bitcoin perlu mulai bersiap dari sekarang.

Pernyataan ini disampaikan dalam forum Paris Blockchain Week, saat diskusi soal masa depan keamanan kriptografi Bitcoin kembali menguat seiring perkembangan riset quantum computing.

“Komputasi kuantum masih harus banyak membuktikan diri. Sistem yang ada saat ini pada dasarnya masih sebatas eksperimen laboratorium. Saya sudah mengikuti bidang ini selama lebih dari 25 tahun, dan perkembangannya berjalan secara bertahap,” ujarnya dikutip dari Cryptobreaking.

 

Quantum Belum Jadi Ancaman Nyata, Tapi Tidak Bisa Diabaikan

Adam Back menilai kemampuan komputasi kuantum saat ini masih jauh dari cukup untuk membobol sistem kriptografi Bitcoin. Ia menyebut teknologi tersebut masih berada di tahap eksperimen laboratorium dan belum siap digunakan secara praktis.

Selama lebih dari dua dekade mengikuti perkembangan quantum computing, Back melihat kemajuan yang terjadi masih bersifat bertahap, belum revolusioner. Artinya, ancaman terhadap Bitcoin belum terjadi dalam waktu dekat.

Meski begitu, ia menekankan bahwa pendekatan terbaik bukan menunggu hingga risiko benar-benar muncul, melainkan mulai menyiapkan sistem pertahanan sejak dini.

 

Baca juga berita terkait: 5 Fakta Penting Quantum Computing yang Perlu Diketahui Investor Bitcoin

 

Strategi: Upgrade Bertahap Tanpa Ganggu Pengguna

Alih-alih mendorong perubahan drastis, Back menyarankan pendekatan bertahap melalui upgrade opsional. Tujuannya agar Bitcoin bisa beradaptasi tanpa mengganggu pengguna yang sudah ada.

Salah satu jalur yang disorot adalah pemanfaatan Taproot, upgrade Bitcoin yang memungkinkan integrasi skema tanda tangan baru tanpa perlu perubahan besar pada jaringan. 

Dengan pendekatan ini, Bitcoin bisa mengadopsi kriptografi yang lebih tahan terhadap quantum tanpa memaksa seluruh pengguna untuk langsung beralih.

Di sisi lain, Blockstream juga mulai menguji penerapan hash-based signatures di jaringan Layer-2 Liquid. Teknologi ini dikenal lebih tahan terhadap serangan quantum, sekaligus tetap kompatibel dengan sistem yang ada saat ini.

Langkah ini menunjukkan bahwa diskusi soal quantum tidak lagi sekadar teori, tetapi sudah masuk tahap eksperimen teknis.

 

Riset Baru Picu Kekhawatiran Lebih Cepat dari Perkiraan

Perhatian terhadap ancaman quantum kembali meningkat setelah riset dari Google dan California Institute of Technology mengindikasikan bahwa teknologi ini bisa berkembang lebih cepat dari prediksi sebelumnya.

Dalam skenario tertentu, quantum computer disebut berpotensi membobol kriptografi dalam waktu singkat, bahkan membuka peluang serangan saat transaksi berlangsung jika wallet terekspos.

Meski masih bersifat teoritis, temuan ini cukup untuk mendorong pelaku industri mulai mempercepat diskusi dan kesiapan.

 

Usulan Ekstrem Picu Perdebatan Komunitas

Seiring meningkatnya kekhawatiran, muncul pula ide kontroversial dari sejumlah peneliti keamanan, termasuk proposal BIP-361.

Proposal ini mengusulkan pembekuan Bitcoin yang dianggap rentan terhadap serangan quantum, termasuk aset lama yang belum diperbarui sistem keamanannya. Bahkan, wacana ini juga menyentuh potensi pembekuan aset milik Satoshi Nakamoto.

Reaksi komunitas pun terbelah. Sebagian melihat langkah ini sebagai upaya perlindungan, sementara yang lain menilai hal tersebut melanggar prinsip dasar kepemilikan aset dalam sistem desentralisasi.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa isu quantum bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut tata kelola dan kepercayaan dalam jaringan Bitcoin.

 

Baca selanjutnya: Adam Back: Satoshi Nakamoto Hanya Akan Muncul Jika Dua Hal Ini Terjadi

 

Jika Ancaman Datang, Respons Bisa Sangat Cepat

Adam Back optimistis bahwa jika ancaman quantum benar-benar muncul, komunitas Bitcoin mampu merespons dengan cepat.

Ia mencontohkan bagaimana dalam kasus bug kritis sebelumnya, perbaikan bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam karena adanya konsensus yang kuat.

Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama Bitcoin: kemampuan beradaptasi melalui kolaborasi global tanpa otoritas pusat.

 

Kesimpulan

Ancaman quantum terhadap Bitcoin memang belum terjadi dalam waktu dekat. Namun, arah diskusi sudah berubah dari sekadar spekulasi menjadi langkah persiapan yang lebih konkret.

Mulai dari eksplorasi teknologi baru, pemanfaatan Taproot, hingga uji coba di Layer-2, semuanya menunjukkan satu hal: ekosistem Bitcoin tidak menunggu risiko datang, tetapi mulai membangun pertahanan lebih awal.

Di tengah ketidakpastian perkembangan quantum computing, kesiapan menjadi faktor penting. Bukan karena ancaman sudah dekat, tetapi karena dampaknya bisa sangat besar jika benar-benar terjadi.

 

FAQ

  • Apa itu ancaman quantum terhadap Bitcoin?
    Ancaman quantum merujuk pada potensi komputer kuantum untuk memecahkan kriptografi Bitcoin, seperti private key, yang saat ini diamankan oleh algoritma kriptografi klasik.
  • Apakah Bitcoin bisa dibobol oleh quantum computing saat ini?
    Belum. Teknologi quantum saat ini masih dalam tahap eksperimen dan belum memiliki kapasitas untuk membobol sistem keamanan Bitcoin secara praktis.
  • Apa yang dilakukan Bitcoin untuk menghadapi risiko quantum?
    Pengembang mulai menyiapkan opsi upgrade, seperti penggunaan kriptografi tahan quantum, pemanfaatan Taproot, dan eksperimen di Layer-2 seperti Liquid Network.
  • Apa itu hash-based signature dalam konteks Bitcoin?
    Hash-based signature adalah metode tanda tangan digital yang lebih tahan terhadap serangan quantum, dan sedang diuji sebagai alternatif sistem keamanan di masa depan.
  • Mengapa ada usulan pembekuan Bitcoin terkait quantum?
    Usulan ini muncul untuk mencegah aset lama dicuri jika quantum computer sudah cukup kuat. Namun, ide ini menuai pro dan kontra karena menyangkut hak kepemilikan aset.
  • Kapan ancaman quantum terhadap Bitcoin diperkirakan terjadi?
    Sebagian besar ahli memperkirakan masih butuh waktu puluhan tahun, tetapi beberapa riset terbaru menunjukkan kemungkinan percepatan perkembangan teknologi tersebut.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Blockchain, #Berita Tokoh Kripto Dunia

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin,Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.303
122.35%
RVM/IDR
Realvirm
5
66.67%
LIT/IDR
Lighter
32.364
39.46%
ENA/IDR
Ethena
2.011
33.09%
SYN/IDR
Synapse
1.789
29.45%
Nama Harga 24H Chg
EVER/IDR
Everscale
110
-51.33%
UB/IDR
Unibase
1.965
-50.49%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
STG/IDR
Stargate F
4.762
-22.64%
UW3S/IDR
Utility We
4
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah
03/06/2026
Analis Terkenal Jagokan 3 Altcoin Ini, Bisa Meledak Usai CLARITY Act Sah

Pasar kripto mendapat sorotan baru terkait pembahasan CLARITY Act di

03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya
03/06/2026
Bisakah defi.app Jadi Robinhood-nya DeFi? Ini Analisisnya

Lembaga riset Tiger Research menilai defi.app berpotensi menjadi salah satu

03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global
03/06/2026
Bukan Lagi Sekadar USDC, Circle Bidik Pasar AI dan Pembayaran Global

Circle Internet Group (CRCL) tengah melakukan transformasi besar.  Perusahaan yang

03/06/2026