Bitcoin (BTC) mengalami bulan terburuk sejak 2022 pada Juni lalu. Namun, di balik koreksi tajam tersebut, manajer aset kripto 21Shares melihat sinyal yang berpotensi menandai terbentuknya titik terendah (bottom) pasar.
Dalam laporan bertajuk Bitcoin had its worst month in years. Is it the bottom?, 21Shares mengungkap bahwa whale terus mengakumulasi Bitcoin saat harga berada di kisaran US$60.000 hingga US$64.000.
Pola serupa sebelumnya muncul menjelang pemulihan pasar setelah crash Covid-19 pada 2020 dan runtuhnya FTX pada 2022.
Meski demikian, 21Shares menilai masih ada tiga indikator utama yang perlu dikonfirmasi sebelum Bitcoin benar-benar memasuki fase bull run berikutnya.
Whale Terus Akumulasi Saat Mayoritas Investor Merugi
21Shares menemukan bahwa whale terus mengakumulasi Bitcoin ketika harga berada di kisaran US$60.000 hingga US$64.000, meski persentase investor yang masih mencatat keuntungan turun ke bawah 50%.
Menurut perusahaan, kombinasi dua sinyal tersebut sebelumnya hanya muncul saat Bitcoin berada di atau mendekati cycle bottom, yakni ketika crash Covid-19 pada Maret 2020 dan kolapsnya FTX pada kuartal IV 2022.
“Terakhir kali dua sinyal ini muncul bersamaan, yakni saat crash Covid-19 pada Maret 2020 dan runtuhnya FTX pada kuartal IV 2022, pasar berada di atau sangat dekat dengan titik terendah siklus,” tulis 21Shares dikutip dari Bitcoin.com.
Meski demikian, 21Shares menegaskan pola tersebut belum cukup untuk memastikan Bitcoin telah memasuki fase bull run baru.
Baca juga berita terkait: 21Shares Revisi Prediksi Kripto 2026, Bitcoin Masih Ikuti Siklus 4 Tahunan
Faktor yang Menekan Harga Bitcoin Selama Juni
21Shares menilai koreksi Bitcoin pada Juni lebih dipengaruhi tekanan makro daripada melemahnya fundamental aset kripto.
Sentimen negatif dipicu oleh ekspektasi inflasi yang meningkat, kebijakan moneter ketat, serta arus keluar ETF Spot Bitcoin di AS yang mencapai lebih dari US$2,5 miliar.

Sumber Gambar: 21Shares
Meski begitu, perusahaan menegaskan sebagian besar outflow tersebut berasal dari penutupan strategi arbitrase (basis trade) antara ETF spot dan kontrak futures di CME, bukan karena investor institusi meninggalkan Bitcoin.
Tekanan pasar juga bertambah setelah Strategy mengumumkan rencana penjualan Bitcoin hingga US$1,25 miliar untuk memperkuat cadangan kasnya.
Koreksi tersebut terjadi seiring pelemahan pasar keuangan global. Sepanjang Juni, Nasdaq kehilangan sekitar US$1,13 triliun nilai pasar, S&P 500 turun sekitar US$560 miliar, sementara kapitalisasi pasar aset digital menyusut sekitar US$380 miliar.
Tiga Sinyal yang Perlu Dipantau Investor
Alih-alih hanya melihat pergerakan harga harian, 21Shares menyebut ada tiga indikator utama yang dapat membantu mengukur apakah Bitcoin benar-benar telah membentuk bottom.
1. Data inflasi Amerika Serikat
Laporan inflasi yang akan dirilis pada akhir Juli diperkirakan menjadi katalis penting bagi pasar.
Jika inflasi mulai melandai, peluang Federal Reserve menurunkan suku bunga akan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong minat investor kembali ke aset berisiko seperti Bitcoin.
2. Area support US$59.000 hingga US$62.000

Sumber Gambar: 21Shares
Kisaran harga ini bertepatan dengan 200-week Moving Average, level teknikal yang dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi area akumulasi investor jangka panjang.
Apabila Bitcoin mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang terbentuknya titik bottom dinilai semakin besar. Sebaliknya, penutupan mingguan di bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi yang lebih dalam.
3. Pemilu sela Amerika Serikat
21Shares juga menyoroti faktor politik menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada November.
Berdasarkan data Polymarket sejak pertengahan 2025, harga Bitcoin menunjukkan korelasi negatif sekitar -0,79 terhadap peluang Partai Demokrat memenangkan pemilu.
Meski bukan hubungan sebab-akibat secara langsung, perubahan ekspektasi politik dinilai dapat memengaruhi sentimen investor terhadap aset kripto.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin dan XRP Jadi Pelarian Saat Yen Jepang Terpuruk, Ada Apa?
Kesimpulan
Akumulasi yang dilakukan whale menunjukkan investor besar masih melihat potensi jangka panjang Bitcoin meski pasar sedang berada dalam tekanan.
Namun, 21Shares menilai sinyal tersebut belum cukup untuk memastikan BTC telah mencapai titik bottom.
Pergerakan Bitcoin selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat, kemampuan harga bertahan di area support US$59.000 hingga US$62.000, serta dinamika politik menjelang pemilu sela.
FAQ
- Apakah whale Bitcoin selalu menjadi sinyal harga akan naik?
Tidak. Akumulasi whale sering dianggap sebagai indikator positif karena menunjukkan kepercayaan investor besar, tetapi pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi makroekonomi, likuiditas pasar, dan sentimen investor. - Apa yang dimaksud dengan cycle bottom Bitcoin?
Cycle bottom adalah titik terendah dalam satu siklus harga Bitcoin sebelum memasuki fase pemulihan atau tren naik yang baru. - Mengapa data inflasi AS memengaruhi harga Bitcoin?
Data inflasi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika inflasi melandai, peluang penurunan suku bunga meningkat sehingga aset berisiko seperti Bitcoin cenderung lebih diminati. - Apa arti outflow ETF Spot Bitcoin?
Outflow ETF berarti dana keluar dari produk ETF. Namun, kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan investor menjadi bearish karena dapat dipicu oleh strategi perdagangan atau penyesuaian portofolio institusi. - Mengapa level support Bitcoin penting bagi investor?
Level support merupakan area harga yang sering menjadi titik munculnya permintaan beli. Jika mampu bertahan, peluang terjadinya pemulihan harga biasanya lebih besar dibanding ketika level tersebut ditembus ke bawah.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Pergerakan Harga Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


