Bitcoin mulai menunjukkan tanda stabil setelah periode tekanan harga.
Namun, arah berikutnya masih belum pasti, dengan sebagian analis melihat potensi pembentukan bottom, sementara yang lain memperingatkan risiko penurunan lanjutan di bulan Mei.
Perdebatan ini muncul karena data pasar menunjukkan sinyal yang saling bertolak belakang.
Sinyal Bottom Mulai Terlihat, Tapi Belum Kuat
Beberapa indikator on-chain menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Salah satunya adalah pergeseran dari fase fear ke optimisme, yang biasanya terjadi ketika pasar mulai keluar dari fase kapitulasi.
Selain itu, distribusi kepemilikan juga berubah. Pasokan jangka pendek menurun, sementara kepemilikan jangka panjang meningkat, menandakan investor dengan horizon panjang mulai kembali mengakumulasi aset.
The next test for BTC is cleanly breaking the cost basis of recent investors (79k).
I give it 30% odds on doing this on this attempt. After that, if BTC manages to hold this price level above 65k and not break down, then the chances of a structural bottom increases… https://t.co/03TZWYF0NM
— Willy Woo (@willywoo) April 28, 2026
Namun, kondisi ini belum cukup untuk memastikan bahwa bottom sudah terbentuk. Analis on-chain Willy Woo menilai Bitcoin masih dalam fase pengujian dasar harga.
Ia menyoroti $79.000 sebagai cost basis investor terbaru, dengan peluang sekitar 30% untuk ditembus dalam waktu dekat.
Baca juga: Jelang Pergantian Ketua The Fed, Harga Bitcoin (BTC) Terancam Turun ke $72.000
Level $65.000 Jadi Batas Kritis

Sumber: TradingView
Pergerakan harga saat ini sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin bertahan di level tertentu. Level $65.000 dianggap sebagai support utama yang menentukan apakah struktur pasar tetap stabil.
Jika harga mampu bertahan di atas level ini, maka peluang pembentukan bottom menjadi lebih kuat.
Sebaliknya, jika level ini ditembus ke bawah, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
Situasi ini menunjukkan bahwa pasar masih berada di fase transisi, bukan tren yang benar-benar jelas.
Efek Mei dan Risiko Eksternal Masih Menghantui
Sell in May” isn’t gospel — but it’s not a joke either.
May has delivered:
+50% mega pumps (2017, 2019)
-35% bloodbaths (2021)One thing’s clear: volatility is real.
Don’t get reckless. Don’t overplay.
May rewards snipers, not maxed-out degens.Stay sharp. Protect your stack! pic.twitter.com/5slNJJ9Fpc
— dusan?? (@DusanCrypto) April 30, 2025
Di sisi lain, faktor musiman juga mulai menjadi perhatian. Beberapa analis mengingatkan bahwa Bitcoin memiliki kecenderungan melemah di bulan Mei, terutama dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Data historis menunjukkan bahwa pada 2018 dan 2022, harga Bitcoin turun sekitar 19% dan 16% selama periode ini.
Meski pola ini tidak selalu terjadi, keberadaannya cukup untuk mempengaruhi sentimen pasar.
Selain itu, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global juga menjadi variabel yang bisa memicu volatilitas tambahan.
Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung bergerak lebih sensitif terhadap berita dan perubahan sentimen.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di titik krusial antara potensi pemulihan dan risiko penurunan lanjutan.
Sinyal awal pembentukan bottom mulai terlihat, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi tren naik baru.
Dengan $65.000 sebagai support dan $79.000 sebagai level kunci berikutnya, pergerakan dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah pasar siap naik atau kembali tertekan.
FAQ
1. Apa tanda Bitcoin sudah bottom?
Biasanya ditandai dengan berkurangnya tekanan jual, peningkatan akumulasi oleh investor jangka panjang, dan stabilisasi harga di area support.
2. Kenapa bulan Mei sering dianggap berisiko untuk Bitcoin?
Karena dalam beberapa siklus sebelumnya, Mei sering diwarnai volatilitas tinggi dan koreksi, meski tidak selalu terjadi setiap tahun.
3. Apa arti cost basis dalam Bitcoin?
Cost basis adalah harga rata-rata pembelian investor. Level ini sering menjadi area resistance atau support penting.
4. Apa risiko jika Bitcoin turun di bawah $65.000?
Penurunan di bawah level tersebut bisa memicu tekanan jual lebih lanjut dan membuka peluang koreksi lebih dalam.
5. Apa yang harus diperhatikan dalam kondisi seperti ini?
Perhatikan level support dan resistance utama, serta sentimen pasar dan faktor global yang bisa mempengaruhi arah harga.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- Be(in)crypto – Bitcoin Bottom or May Bust? Top 3 Price Predictions From Experts Highlight Crucial Cost Basis, diakses pada 30 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
