Bitcoin Gagal Bertahan di $80.000, Tapi 3 Sinyal Ini Bisa Bikin Bullish Lagi
icon search
icon search

Top Performers

Bitcoin Gagal Bertahan di $80.000, Tapi 3 Sinyal Ini Bisa Bikin Bullish Lagi

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Bitcoin Gagal Bertahan di $80.000, Tapi 3 Sinyal Ini Bisa Bikin Bullish Lagi

Bitcoin Gagal Bertahan di $80.000, Tapi 3 Sinyal Ini Bisa Bikin Bullish Lagi

Daftar Isi

Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan setelah gagal mempertahankan level psikologis $80.000. BTC sempat menyentuh area $82.000 pekan lalu, tetapi tekanan jual membuat harganya turun hingga retest ke level $76.000 pada Senin (19/5).

Penurunan tersebut memicu likuidasi besar di market derivatif. Dalam empat hari terakhir, posisi long Bitcoin senilai sekitar $400 juta ikut terhapus akibat koreksi tajam tersebut.

Meski begitu, sejumlah analis menilai peluang Bitcoin untuk kembali rebound masih terbuka lebar. Ada tiga faktor utama yang mulai diperhatikan market dan dianggap bisa menjadi pemicu bullish berikutnya.

 

1. Strategy Kembali Borong Bitcoin Rp32 Triliun

Salah satu faktor yang paling menyita perhatian datang dari perusahaan Strategy milik Michael Saylor.

 

MSTR

Sumber Gambar: Strategy

 

Perusahaan tersebut dilaporkan baru saja membeli Bitcoin senilai US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun hanya dalam sepekan terakhir. Aksi akumulasi besar ini dianggap membantu menahan tekanan jual yang muncul setelah gelombang likuidasi trader long.

Langkah agresif Strategy juga memperkuat narasi bahwa institusi besar masih percaya terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, meskipun market sedang bergejolak.

Tidak hanya membeli BTC, Strategy juga melakukan pembelian kembali utang jatuh tempo 2029 senilai US$1,5 miliar.

Langkah ini dinilai penting karena membantu mengurangi potensi dilusi saham di masa depan sekaligus membuka ruang untuk penggalangan dana baru dan pembelian Bitcoin tambahan.

 

Baca juga berita terkait: Bitcoin (BTC) Diprediksi Turun ke $33.000 Jika Pola 2018 Ini Terulang

 

2. Yield Obligasi AS Naik, Investor Mulai Khawatir dengan Dolar

Selain faktor institusi, kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) juga mulai memberi dorongan baru bagi aset alternatif seperti Bitcoin.

 

US Bond

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik hingga 4,60%, level tertinggi dalam 16 bulan terakhir. Kenaikan yield biasanya mencerminkan investor mulai meminta imbal hasil lebih tinggi karena melihat risiko ekonomi yang meningkat.

Kekhawatiran terbesar datang dari beban utang pemerintah AS yang terus membengkak. Pada 2026, sekitar US$2 triliun utang jangka panjang pemerintah AS akan jatuh tempo.

Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan harus terus membeli obligasi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar. Jika itu terjadi, tekanan terhadap dolar AS bisa meningkat karena suplai likuiditas bertambah.

Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya mulai mencari aset yang dianggap langka dan tahan terhadap inflasi, seperti emas dan Bitcoin.

 

Gold BTC

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph

 

Beberapa analis bahkan mulai melihat pola pergeseran sentimen. Saat emas sempat melonjak akibat tensi geopolitik awal tahun, Bitcoin justru mulai membangun momentum kenaikan baru dari area US$65.000 menuju US$76.500 dalam beberapa bulan terakhir.

 

Baca juga berita terbaru: Prediksi Harga Bitcoin Setelah Iran Rilis Hormuz Safe Berbasis BTC

 

3. Potensi Kesepakatan AS-Iran Bisa Picu Risk Appetite

Harga minyak Brent sempat melonjak hingga US$113 setelah negosiasi pembukaan penuh Selat Hormuz mengalami kemunduran.  Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran membuat pasar energi global kembali memanas. 

Selain itu, pemerintah AS juga memutuskan untuk tidak memperpanjang pengecualian impor minyak mentah Rusia, sehingga suplai energi semakin ketat.

Lonjakan harga minyak membuat tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi ini selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang kebijakan longgar dari bank sentral.

Namun, market melihat ada kemungkinan sentimen berubah jika AS dan Iran berhasil mencapai kesepakatan baru.

Walaupun belum menjadi skenario utama, potensi meredanya konflik dinilai bisa mengembalikan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan cryptocurrency.

Jika risk appetite kembali pulih, Bitcoin dinilai berpeluang kembali menembus area US$80.000 dalam waktu relatif cepat.

 

Kesimpulan

Meski Bitcoin gagal bertahan di atas US$80.000 dan sempat turun ke area US$76.000, peluang rebound masih terbuka. 

Aksi borong besar dari Strategy, kekhawatiran investor terhadap utang AS, dan potensi meredanya tensi geopolitik menjadi tiga faktor utama yang mulai mendorong sentimen bullish kembali muncul di market crypto.

Di sisi lain, volatilitas tinggi tetap menjadi risiko utama. Koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir menunjukkan market crypto masih sangat sensitif terhadap sentimen makro ekonomi, likuidasi derivatif, dan perkembangan geopolitik global.

 

FAQ

  • Kenapa Bitcoin gagal bertahan di atas $80.000?
    Bitcoin mengalami tekanan jual setelah gagal menembus resistance di area $82.000. Penurunan ini memicu likuidasi besar posisi long trader crypto sehingga harga kembali turun ke area $76.000.
  • Apa dampak pembelian Bitcoin oleh Michael Saylor?
    Pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh Michael Saylor melalui Strategy dianggap membantu menopang harga BTC. Aksi ini juga memberi sinyal bahwa institusi besar masih percaya terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
  • Kenapa yield obligasi AS memengaruhi harga Bitcoin?
    Kenaikan yield obligasi AS menunjukkan investor mulai khawatir terhadap kondisi ekonomi dan utang pemerintah AS. Dalam situasi seperti ini, sebagian investor cenderung mencari aset alternatif seperti emas dan Bitcoin.
  • Apakah konflik Iran memengaruhi market crypto?
    Ya. Konflik geopolitik dapat memengaruhi harga minyak, inflasi, dan sentimen risk appetite investor. Ketika tensi geopolitik meningkat, market crypto biasanya ikut mengalami tekanan.
  • Apakah Bitcoin masih berpotensi bullish tahun ini?
    Sebagian analis menilai peluang bullish Bitcoin masih terbuka, terutama jika akumulasi institusi terus berlanjut dan sentimen makro ekonomi mulai membaik.
  • Apa arti likuidasi long Bitcoin?
    Likuidasi long terjadi ketika trader yang membuka posisi beli menggunakan leverage tidak mampu mempertahankan margin akibat harga turun tajam. Posisi mereka otomatis ditutup oleh exchange.
  • Kenapa Bitcoin sering disebut aset lindung nilai seperti emas?
    Bitcoin memiliki suplai terbatas sebanyak 21 juta koin. Karena sifat kelangkaannya, sebagian investor mulai melihat Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai alternatif seperti emas, terutama saat inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi Indodax

Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Fau 

 

DISCLAIMER: Seluruh informasi yang disampaikan oleh Indodax terkait kinerja aset kripto, baik di masa lalu maupun saat ini, merupakan informasi yang bersifat historis. Informasi tersebut tidak menjamin kinerja di masa depan dan terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat diperoleh. Sebelum melakukan transaksi jual atau beli aset kripto, pengguna disarankan untuk melakukan riset secara mandiri (DYOR) guna memahami seluruh risiko dan informasi yang relevan.
 

 

Referensi:

 

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
BEAT/IDR
Audiera
157.100
66.97%
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
ID/IDR
Space ID
627
36.9%
RED2/IDR
RED
51.554
35.73%
Nama Harga 24H Chg
DLC/IDR
Diverge Lo
177
-33.21%
ALITAS/IDR
Alitas
3
-25%
MPRO/IDR
Max Proper
3
-25%
HIGH/IDR
Highstreet
893
-21.18%
SIREN/IDR
siren
10.768
-20.48%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Inflasi AS Sentuh 4,2%, Bitcoin (BTC) Terancam Saat Fed Makin Hawkish
11/06/2026
Inflasi AS Sentuh 4,2%, Bitcoin (BTC) Terancam Saat Fed Makin Hawkish

Inflasi Amerika Serikat kembali memanas dan memicu kekhawatiran baru di

11/06/2026
Seberapa Akurat Claude’s Fable 5 untuk Prediksi Kripto? Ini Hasil Ujinya
11/06/2026
Seberapa Akurat Claude’s Fable 5 untuk Prediksi Kripto? Ini Hasil Ujinya

Model kecerdasan buatan terbaru dari Anthropic, Claude's Fable 5, ternyata

11/06/2026
Bukan Bitcoin (BTC), Analis Justru Pantau 7 Altcoin Ini Saat Pasar Goyang

Pasar kripto kembali menghadapi momen penting menjelang rilis data inflasi