Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan setelah Iran dikabarkan meluncurkan “Hormuz Safe”, sebuah sistem transit kapal berbasis Bitcoin di Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah, pasar crypto justru merespons negatif kabar tersebut.
Bitcoin hari ini (19/5) diperdagangkan di level US$76.800. Meski sempat mencoba bertahan, tekanan jual dari investor institusi dan gelombang likuidasi membuat pergerakan BTC masih rawan terkoreksi.
Iran Dikabarkan Gunakan Bitcoin untuk Transit Selat Hormuz
Iran mulai memperkenalkan sistem pembayaran berbasis BTC untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz melalui program bernama “Hormuz Safe” pada Senin (18/5).

Sumber Gambar: X.com
Dalam skema tersebut, kapal yang ingin melewati jalur itu disebut harus membayar sekitar US$2 juta dalam bentuk Bitcoin untuk setiap transit. Iran juga dikabarkan akan membentuk otoritas baru guna mengatur lalu lintas kapal di kawasan tersebut.
Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur energi paling penting di pasar global. Hampir 20% distribusi minyak global melewati kawasan itu setiap harinya.
Karena itu, setiap perkembangan geopolitik di wilayah tersebut hampir selalu berdampak langsung terhadap harga minyak, pasar saham, hingga cryptocurrency.
Sejumlah analis melihat langkah Iran ini sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan tradisional dan menghindari sanksi ekonomi Barat.
Namun hingga kini, implementasi penuh Hormuz Safe masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari lembaga internasional besar.
Baca selengkapnya: Iran Pakai Bitcoin untuk Asuransi Kapal di Selat Hormuz, Dolar Ditinggalkan?
Pasar Crypto Malah Masuk Fase Risk-Off
Meski penggunaan Bitcoin dalam sistem perdagangan internasional terdengar bullish, pasar justru menunjukkan reaksi berbeda. Investor saat ini lebih fokus terhadap risiko geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.
Kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global membuat banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Akibatnya, pasar crypto masuk ke fase risk-off.
Data terbaru menunjukkan:
- kapitalisasi pasar crypto turun sekitar 1,87% menjadi US$2,55 triliun
- volume perdagangan Bitcoin melonjak hingga US$40,7 miliar dalam 24 jam
- likuidasi posisi long crypto menembus US$600 juta

Sumber Gambar: X.com/WuBlockchain
Sementara itu, CoinShares mencatat arus keluar produk investasi crypto mencapai US$1,07 miliar dalam periode mingguan terakhir.
Bitcoin menjadi aset dengan outflow terbesar, mencapai sekitar US$982 juta. Ethereum juga mengalami penarikan dana sekitar US$249 juta.
Tekanan tersebut memperlihatkan investor institusi masih cenderung berhati-hati menghadapi kondisi pasar saat ini.
Prediksi Harga Bitcoin, Area US$76 Ribu Jadi Penentu
Secara teknikal, Bitcoin kini berada di area penting yang dipantau trader.

Sumber Gambar: TradingView via CoinGape
BTC masih bertahan di atas support US$76.000. Namun jika tekanan bearish terus meningkat dan support tersebut jebol, harga Bitcoin berpotensi turun menuju area US$74.500.
Indikator Relative Strength Index (RSI) juga masih berada di area bearish di sekitar level 32. Angka tersebut menunjukkan kondisi oversold, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan arah.
Di sisi lain, peluang rebound masih terbuka apabila Bitcoin mampu kembali menembus resistance di area US$77.400.
Jika momentum beli meningkat dan BTC berhasil breakout di atas US$79.000, maka peluang menuju US$80.000 kembali terbuka dalam jangka pendek.
Baca berita lainnya: Bitcoin (BTC) Diprediksi Turun ke $33.000 Jika Pola 2018 Ini Terulang
Bitcoin Kini Semakin Sensitif terhadap Geopolitik
Kasus Hormuz Safe memperlihatkan bagaimana Bitcoin kini mulai masuk ke wilayah geopolitik dan perdagangan internasional.
Di satu sisi, penggunaan BTC dalam sistem transit global dianggap sebagai bentuk adopsi baru cryptocurrency. Namun di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik membuat pasar justru bergerak defensif.
Karena itu, arah harga Bitcoin dalam jangka pendek kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh:
- perkembangan konflik Timur Tengah
- arus dana ETF Bitcoin
- sentimen investor global
- pergerakan harga minyak
- kondisi ekonomi makro Amerika Serikat
Selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas Bitcoin diperkirakan tetap besar.
Kesimpulan
Pergerakan Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah Iran dikabarkan merilis Hormuz Safe berbasis BTC di Selat Hormuz.
Meski kabar ini dianggap sebagai bentuk adopsi crypto baru, pasar justru lebih fokus pada meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian global.
Dalam jangka pendek, level US$76.000 menjadi support penting yang dipantau trader. Jika bertahan, BTC masih berpeluang rebound menuju US$79.000 hingga US$80.000. Namun jika tekanan jual berlanjut, Bitcoin berpotensi kembali turun ke area US$74.500.
FAQ
- Apa itu Hormuz Safe yang dikaitkan dengan Bitcoin?
Hormuz Safe adalah sistem transit kapal berbasis crypto yang dikabarkan diluncurkan Iran untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sistem ini disebut menggunakan pembayaran Bitcoin untuk safe passage dan perlindungan transit. - Kenapa Selat Hormuz penting untuk harga Bitcoin?
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak global. Ketika terjadi ketegangan geopolitik di kawasan itu, pasar global biasanya ikut bergejolak, termasuk pasar crypto. - Kenapa harga Bitcoin turun setelah kabar Iran dan Hormuz Safe?
Pasar melihat situasi ini sebagai risiko geopolitik yang meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Investor cenderung mengurangi aset berisiko seperti crypto ketika sentimen pasar memburuk. - Berapa level support Bitcoin yang sedang dipantau trader?
Saat ini area US$76.000 menjadi support penting Bitcoin. Jika level tersebut ditembus, BTC berpotensi turun menuju area US$74.500. - Apakah Bitcoin masih bisa naik ke US$80.000?
Peluang tersebut masih terbuka jika BTC mampu kembali menembus resistance di area US$77.400 hingga US$79.000 dengan dukungan volume beli yang kuat. - Apakah Iran sudah resmi mewajibkan pembayaran kapal menggunakan BTC?
Hingga saat ini, laporan terkait Hormuz Safe masih berasal dari media crypto dan sumber regional. Belum ada konfirmasi resmi penuh dari otoritas internasional besar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- CoinGape – Bitcoin Price Outlook After Iran Introduces Bitcoin Payments for Strait of Hormuz Transit, diakses pada 19 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

